Senin, 07 Agustus 2017

Mewakili Gubernur, Rudy Mokoginta Buka Dialog Bersama Rencana Ratifikasi Konvensi Minamata Tentang Merkuri



Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Asisten II, Rudy Mokoginta,  membuka dialog  publik bersama,
Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK ) Tim Komisi VII DPR RI yang diketuai Bara Hasibuan , Institusi Pendukung  Teknis AGC ( Artisanal Gold Council ) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut, Marly Gumalag pada Senin (07/08/2017) Kemarin  di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur terkait 'Ratifikasi Konvensi Minamata' yang bertema Pengesahan Minamata Convention on Mercury.
Sambutan Gubernur yang dibacakan Ruddy Mokoginta mengatakan , merkuri telah menjadi perhatian global sejak pencemaran oleh perusahaan Chisso Minamata Factory ( CMF ) yang membuang limbah metal mercuri ke teluk Minamata Jepang sekitar tahun 1956-1968 sehingga mengakibatkan permasalahan kesehatan pada penduduk di sekitar teluk minamata, katanya.
Terkait dengan itu maka pemerintah dan masyarakat Sulut yang juga memiliki potensi
tambang dan kegiatan pertambangan, termasuk pertambangan emas rakyat, kita diajak untuk berdialog dan memberikan masukan yang konstruktif terhadap pematangan Ratifikasi Konvensi Minamata, ujarnya.
Oleh karena itu , saya berharap kiranya kegiatan ini dapat memberikan kontribusi yang positif dan masukan yang bermanfaat demi keberhasilan Ratifikasi Konvensi Minamata, untuk meminimalisir potensj pencemaran lingkungan hidup dan gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh merkuri, tutupnya.

Anggota Komisi VIi DPR RI Bara Hasibuan mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas sambutan dari pemerintah provinsi untuk pelaksanaan kegiatan dimaksud.

"Ini bersifat dialog yang nantinya akan dibahas dan mencari solusi bagaimana baiknya dalam mengimbangi Mercury termasuk dampaknya Minamata pada kesehatan manusia terlebih untuk kulit," terangnya.



Dan melalui pemaparan perwakilan dari Kementerian LHK, Tuti Mintarsih mengatakan mengapa harus ada konvensi Minamata? Karena Mercury ini berbentuk sebuah partikel racun yang berpindah tempat melalui udara, juga banyak digunakan sehari-hari terutama lampu pijar, termometer (alat kesehatan), kosmetik (namun telah dilarang oleh badan POM,).

" Ada 3 Mercury diantaranya, elemental (biasa dalam kosmetik,), unorganik dan organik juga mempunyai larutan (biasa dalam tambang mas,red) dampak dalam kesehatan bisa bertahun-tahun dengan gangguan saraf bagi anak kecil," kata Tuti, dan  menambahkan bahwa emisi Mercury tertinggi itu di Indonesia terdapat pada pertambangan juga terjadi juga diberbagai badan dunia, yang melalui PBB juga telah melakukan suatu pemberitahuan untuk memperingatkan tentang dampak dari Mercury, ujar Tuti.

Adapun dari pihak pemerintah Kanada akan memberi bantuan alat pengelola emas tanpa Mercury, dan kegiatan ini dihadiri Direktur  Pengelolaan B3 KLHK Yun Inseni, Direktur Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka KLHK Sulistyowati, Kepala Dinas ESDM B.A Tinungki,  Pejabat dari Kabupaten /Kota, Akademisi dan para Mahasiswa beberapa perguruan tinggi.
( Humas Pemprov Sulut )



Minggu, 06 Agustus 2017

Olly Motivasi Semangat Melayani Bagi Jemaat GMIM Siloam Tonsea Lama

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE berkesempatan menghadiri ibadah syukur HUT ke-137 Jemaat GMIM Siloam Tonsea Lama, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Minggu (6/8/2017).

Dalam ibadah yang dirangkaikan dengan pentahbisan aula dan pastori itu, Gubernur Olly memotivasi seluruh jemaat untuk selalu bersemangat dalam melakukan tugas pelayanan.

"Momentum syukur ini akan semakin memacu semangat berkarya jemaat dalam melaksanakan tugas-tugas panggilan gereja," kata Olly.

Melalui perayaan itu juga, Gubernur Olly mengingatkan para pelayan khusus dan jemaat GMIM Siloam Tonsea Lama untuk bersama-sama memanfaatkannya sebagai wahana mengevaluasi terhadap berbagai program pelayanan.

"Agar kedepan peran gereja dalam membina, menuntun dan memberi teladan akan hidup yang berlandaskan kasih, lebih terasa dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat bahkan bagi pemerintah guna mendukung progres pembangunan daerah," tandasnya.

Orang nomor satu di Sulut itu juga menyinggung pentingnya peranan gereja dalam menghadapi tantangan globalisasi serta modernisasi yang ditandai dengan tindakan yang mencerminkan degradasi moral, seperti penggunaan narkoba, aksi perkelahian dan lainnya.

"Saya menghimbau jemaat harus semakin cerdas dalam mengantisipasi kejadian seperti ini, dengan meningkatkan pengawasan, pembinaan dan kontrol sosial di masyarakat, dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, berjemaat hingga ke lingkungan yang lebih luas," imbuhnya.

Lebih jauh, Olly menjelaskan program Pemprov Sulut di seluruh kabupaten dan kota untuk terus melakukan pemantapan di berbagai sub sektor yang ada, dengan menjadikan pariwisata sebagai salah leading sektor. Termasuk Minahasa yang telah berhasil menyelenggarakan Festival Danau Tondano dan Tondano Lake Marathon yang menarik minat turis baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Minahasa.

"Oleh karenanya, marilah kita selalu menjaga stabilitas keamanan, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, menanamkan sifat ramah dan santun, serta berbagai hal positif lainnya," bebernya.

Dalam suasana syukur itu Olly juga memberikan sumbangan senilai Rp. 50 juta untuk pembangunan gereja.

Adapun kegiatan itu turut dihadiri oleh Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Wakil Ketua Deprov Sulut, Drs. Vreeke Runtu, Bupati Minahasa, Drs. Jantje Sajow, Kepala Biro Umum, Clay June Dondokambey, S.STP, M.AP, Wakil Ketua BPMS GMIM, Pdt. Dr. Hein Arina, Ketua BPMJ GMIM Siloam Tonsea Lama, Pdt. Welly Pondaag, S.Th dan Dandim 1302 Minahasa, Letkol. INF. Jubert N. Purnama, S.Th. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Olly Dondokambey Hadir di Ibadah Syukur Hut Ke -134 Jemaat Bukit Sion Atep



Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE bersama Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Dondokambey-Tumantuan Menghadiri Ibadah Syukur HUT Ke-134 Tahun Jemaat GMIM Bukit Sion Atep Langowan Selatan Kabupaten Minahasa Minggu ( 06/08/2017 ) Kemarin
Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Utara mengatakan, pertambahan usia pelayanan yang ke -134 saat ini perlu diimani bersama sebagai bukti nyata akan cinta kasih Yesus Kristus kepada jemaat di tempat ini,yang terus mengalir dan senantiasa memampukan iman jemaat untuk menghadapi berbagai tantangan pergumulan,serta suka maupun duka dalam setiap dinamika pelayanan di tengah dunia dan masyarakat selang waktu yang telah dilalui, kata Gubernur

Kedepan terbentang perjalanan pelayanan yang masih sangat panjang dan pasti akan selalu diwarnai oleh berbagai kesuksesan, namun juga pergumulan serta tantangan yang memerlukan persatuan dan sinergitas langkah oleh segenap komponen jemaat dalam menghadapinya, lanjut Gubernur

Saya mengajak kepada jemaat bukit sion atep, untuk meningkatkan fungsi pelayanan dan mempersembahkan kontribusi terbaik bagi pembangunan gereja, daerah dan bangsa kedepan dengan memanfatkan dan memperdayakan segala potensi dan talenta yang dimiliki serta senantiasa memberikan kontribusi terhadap berbagai program dan kegiatan pemerintah daerah,  dimana pemerintah daerah saat ini sedang dan akan terus berupaya mensolusikan berbagai permasalahan bangsa seperti kemiskinan pengangguran ketahanan pangan kesehatan dan pendidikan juga pembangunan infrastuktur yaitu jalan- jalan provinsi yang ada di  desa atep akan diperlebar menuju ke jalan lingkar karena jalan tersebut merupakan jalan alternatif bagi masyarakat,  ujar Gubernur.
Saat ini daerah kita sedang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, sehingga masyarakat senantiasa dapat ikut mendukung suksesnya berbagai program kepariwisatawaan di Sulawesi Utara, baik lewat doa dan karya nyata sebagai bentuk sumbangsi dalam memantapkan langkah pembangunan di Sulawesi Utara.
Lebih dari itu dalam menjaga kerukunan dan perdamaian di tengah-tengah masyarakat, terlebih kita akan memasuki bulan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus nanti bersama-sama kita akan memperingati  HUT  Kemerdakaan Republik Indonesia ke-72, dengan harapan jemaat sekalian dapat memberikan hadiah terbaik kepada bangsa lewat doa dan karya, dalam memantapkan langkah menuju Sulawesi Utara yang berdikari dalam ekonomi berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya, harap Gubernur.

Dan mengiringi rasa syukur dan sukacita saat ini,  saya atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta selaku pribadi dan keluarga mengucapkan Selamat HUT yang ke-134 tahun kepada seluruh jemaat GMIM Bukit Sion Atep, kiranya sukacita ini dapat semakin memantapkan komitmen jemaat dalam mempersembahkan karyapelayanan terbaik bagi keagungan nama Tuhan, tutup Gubernur Olly Dondokambey.

Pada Kesempatan itu Gubernur memberikan bantuan untuk pembangunan Gereja GMIM Bukit Sion Atep  sebesar 50 juta rupiah.

ibadah syukur  ini dipimpin oleh Pdt Meita Tengker-Malingkai STh yang mengkutip 1Petrus 1: 3-15 tentang Rasul Petrus berulang kali menyampaikan Firman Tuhan kepada jemaat.

Turut hadir dalam acara ini Ketua TP- PKK Sulut Ir Rita Dondokambey- Tumantuan , Sekprov Sulut Edwin Silangen SE M.Si , Ketua Dharma Wanita Sulut Ivonne Silangen-Lombok, Ketua TP- PKK Minahasa DR Olgah Sajow- Singkoh SH ,pejabat Eselon 2  Pemprov Sulut , Tokoh Adat Marten F Malingkonor, Camat Langowan Dolfi Tumangken Kapolsek langowan Iptu Mardy Tumanduk dan ketua Panitia Hendrik Lumentut SIP.
( Humas Pemprov Sulut )

Jumat, 04 Agustus 2017

Gubernur Olly Harap ASN Disiplin dan Profesional

Di era global yang berlangsung cepat saat ini, birokrasi pemerintah sebagai faktor penentu keberhasilan keseluruhan agenda pemerintahan sangat diharapkan peranannya.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE yang diwakili Sekdaprov Edwin silangen, SE, MS pada Pembukaan Diklat PIM III, Diklat Revolusi Mental bagi ASN Perempuan sekaligus Penutupan Diklat PIM IV yang dilaksanakan di Aula Bandiklat Maumbi, Jumat (4/8/2017) sore.

"Kita harus menampilkan kinerja yang semakin baik serta mampu tampil disiplin, profesional dan paripurna dalam melaksanakan pelayanan publik," katanya kepada seluruh peserta.

Harapan tersebut, menurut Gubernur Olly, secara otomatis menuntut ASN yang berkualitas dan profesional, baik dari segi teknis, administratif maupun manajerial.

"Paradigma yang masih berorientasi pada kepentingan elit harus ditinggalkan dengan mengedepankan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat," ujarnya.

Masih dalam sambutan, terkait agenda penutupan Diklat PIM IV, Gubernur Olly juga menyinggung keberhasilan seluruh peserta Diklat dalam menyelesaikan semua proses. Dia meminta seluruh peserta mampu menjadi teladan di instansinya.

"Saya harap saudara mampu membawa perubahan positif di lingkungan kerja masing-masing," tandasnya.

Ditempat yang sama, peserta Diklat PIM IV yang juga Kepala Sub Bagian Publikasi pada Biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik, Mario Wuisan, S.Sos mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung selama empat bulan itu.

"Diklat PIM IV ini telah melatih peserta untuk melakukan inovasi dan berkreasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan prima kepada masyarakat," katanya.

Adapun pertemuan itu, turut dihadiri oleh Kepala Bandiklat, Ir. Jeffry Senduk, Kepala BKD, Dr. Femmy Suluh, M.Si dan Kepala DP3AD, Ir. Mieke Pangkong, M.Si. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Wakili Gubernur, Silangen Himbau Masyarakat Waspada Terhadap Penipuan Berkedok Undian

Maraknya Pengumpulan Uang atau Barang (PUB) dan penipuan berkedok Undian Gratis Berhadiah (UGB), disikapi serius Pemprov Sulawesi Utara. Seluruh masyarakat diminta hati-hati dan waspada agar tidak tertipu oleh modus yang dijalankan pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Waspadalah terhadap penipuan berkedok undian gratis berhadiah. Ijin penyelenggaraan undian hanya dapat diberikan untuk kepentingan usaha kesejahteraan sosial," tegas Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS saat mewakili Gubernur Olly Dondokambey, SE pada sosialisasi Program Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial (PPSDBS) tentang UGB dan PUB di Manado, Jumat (4/8/2017) siang.

Meskipun demikian, dijelaskan Gubernur Olly dalam sambutannya, UGB dan PUB secara resmi merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang dikelola oleh Kementrian Sosial yang bersumber dari proses perizinan undian gratis berhadiah. UGB dan PUB ini juga bentuk partisipasi dunia usaha dalam membantu penanganan dan permasalahan kesejahteraan sosial.

"Salah satu kewajiban dari dunia usaha yaitu memberikan sumbangan dananya sebesar 10% dari nilai total hadiah kepada Kementerian Sosial untuk kembali dikelola dan dikembalikan kepada masyarakat, hal inilah yang disebut Dana Usaha Kesejahteraan Sosial," ujarnya.

Diketahui, UGB dan PUB berperan juga untuk meningkatkan pembangunan perekonomian serta minat masyarakat dalam memberikan partisipasinya untuk pembangunan nasional, yaitu melalui program undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang.

Namun pada kenyataannya, program ini masih menemui kendala, yakni belum adanya pemahaman yang cukup dari Dinas Sosial kabupaten dan kota serta masyarakat terkait ketentuan dan syarat penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang.

Oleh sebab itu, masih dalam sambutan, Gubernur Olly berharap melalui sosialisasi tersebut adanya peningkatan pemahaman dari seluruh peserta terhadap program itu.

"Hendaknya dilakukan strategi untuk meningkatkan pemahaman serta minat masyarakat dan pihak terkait terhadap penyelenggaraan program undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang dan barang, demi mendukung peningkatan pada pembangunan di bidang kesejahteraan sosial," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial, dr. Grace Punuh, M.Kes, dalam laporannya menyebutkan tujuan sosialisasi itu. "Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan penyelenggara UGB dan PUB semakin bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat," katanya.

Adapun, pertemuan itu turut dihadiri Direktur Pengelolaan Sumber Dana dan Bantuan Sosial Kementerian Sosial RI, Dra. Mira Riyati Kurniasih, M.Si, dan perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten dan Kota di Sulut dan instansi terkait lainnya. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Peringatan HUT Provinsi Ke- 53 Usung Tema SULUT "Kerja Hebat"



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw secara resmi mencanangkan seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Hut ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara ke 53, pada Jumat (04/08)  di halaman lapangan Kantor Gubernur Sulut.
Tema Peringatan HUT  Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 adalah Indonesia "Kerja Bersama", sementara untuk Peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-53 mengusung Tema Sulut "Kerja Hebat", ujar Kandouw di hadapan seluruh ASN pemprov Sulut.
"Makna dari kedua tema ini sangatlah jelas untuk mengisyarakatkan bahwa kedepan kita diajak untuk meningkatkan persatuan atau memperkuat jalinan kebersamaan serta memperkuat gotong royong dalam menggapai cita-cita, menggapai setiap misi pembangunan sebagaimana ditetapkan guna optimalkan pencapaian visi menuju kesejahteraan bersama," 
Lebih lanjut kandouw mengharapkan Segenap ASN maupun seluruh lapisan masyarakat semakin mempererat persatuan, konsisten terhadap tekad dan komitmen dalam bekerja dalam kebersamaan yang diiringi semangat gotong royong.

"Bersinergi menyikapi setiap isu yang berkembang dan senantiasa bertindak sesuai dengan koridor UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila dalam rangka melanjutkan pembangunan bangsa di tanah air dan provinsi tercinta ini," ujarnya sembari mengingatkan pada HUT RI dan Provinsi kali ini soal tanggung jawab bersama yang mutlak untuk di laksanakan sebagai wujud bhakti untuk negara, para pejuang serta kepada pendahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan tanah air tercinta.

"Saya mengimbau kepada panitia pelaksana agar dapat mempersiapkan secara optimal dengan sinergitas yang maksimal. Apalagi mengingat bulan Agustus tahun ini oleh pemerintah pusat telah dicanangkan sebagai bulan Kemerdekaan," tandas Wagub.

Pencanangan rangkaian seluruh kegiatan memperingati HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Ke 53 Provinsi Sulawesi Utara ditandai dengan dengan pelepasan balon udara dan burung Merpati, yang dilanjutkan dengan pelaksanaan door price bagi seluruh jajaran ASN Pemprov Sulut.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua TP PKK Sulut, dr Kartika Devi Kandouw Tanos, Unsur Forkopimda Sulut, Sekretaria Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen SE MS,  serta Para Kepala SKPD di Lingkup Pemprov Sulut.
( Humas Pemprov Sulut )




Peringatan HUT Provinsi Sulut Ke-53 Usung Tema SULUT "Kerja Hebat"

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw secara resmi mencanangkan seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Hut ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara ke 53, pada Jumat (04/08)  di halaman lapangan Kantor Gubernur Sulut.
Tema Peringatan HUT  Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 adalah Indonesia "Kerja Bersama", sementara untuk Peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-53 mengusung Tema Sulut "Kerja Hebat", ujar Kandouw di hadapan seluruh ASN pemprov Sulut.
"Makna dari kedua tema ini sangatlah jelas untuk mengisyarakatkan bahwa kedepan kita diajak untuk meningkatkan persatuan atau memperkuat jalinan kebersamaan serta memperkuat gotong royong dalam menggapai cita-cita, menggapai setiap misi pembangunan sebagaimana ditetapkan guna optimalkan pencapaian visi menuju kesejahteraan bersama,"
Lebih lanjut kandouw mengharapkan Segenap ASN maupun seluruh lapisan masyarakat semakin mempererat persatuan, konsisten terhadap tekad dan komitmen dalam bekerja dalam kebersamaan yang diiringi semangat gotong royong.

"Bersinergi menyikapi setiap isu yang berkembang dan senantiasa bertindak sesuai dengan koridor UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila dalam rangka melanjutkan pembangunan bangsa di tanah air dan provinsi tercinta ini," ujarnya sembari mengingatkan pada HUT RI dan Provinsi kali ini soal tanggung jawab bersama yang mutlak untuk di laksanakan sebagai wujud bhakti untuk negara, para pejuang serta kepada pendahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan tanah air tercinta.

"Saya mengimbau kepada panitia pelaksana agar dapat mempersiapkan secara optimal dengan sinergitas yang maksimal. Apalagi mengingat bulan Agustus tahun ini oleh pemerintah pusat telah dicanangkan sebagai bulan Kemerdekaan," tandas Wagub.

Pencanangan rangkaian seluruh kegiatan memperingati HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Ke 53 Provinsi Sulawesi Utara ditandai dengan dengan pelepasan balon udara dan burung Merpati, yang dilanjutkan dengan pelaksanaan door price bagi seluruh jajaran ASN Pemprov Sulut.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua TP PKK Sulut, dr Kartika Devi Kandouw Tanos, Unsur Forkopimda Sulut, Sekretaria Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen SE MS,  serta Para Kepala SKPD di Lingkup Pemprov Sulut.