Selasa, 17 Oktober 2017

Wagub Kandouw Hadiri Rapat Paripurna Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang RPJMD



Wakil Gubernur Sulawesi Utara menghadiri rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut dalam rangka pengambilan keputusan terhadap ranperda tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2016 tentang RPJMD tahun 2016-20121 di DPRD Sulut selasa ( 17/10/2017 ) kemarin.

Wagub Steven Kandouw menyampaikan,
Visi dan misi Gubernur dan Wagub diformalkan dalam bentuk perda RPJMD.

Visi misi ini di formulasikan dalam  perda no 3 tahun  2106. Seriiring perkembangan waktu ternyata terjadii dinamika seperti perubahan regulasi pemerintah pusat

"Banyak sekali kewenangan perubahan aturan penyeragaman dan lain lain sehingga mau tidak mau Pemprov mengusulkan perubahan atas perda no 3 tahun 2016 ini," kata Kandouw.

Rancangan perda diajukan agar ada penyesuaian dan penyelarasan.

"Kita Optimalkan sasaran mengacu target di akhir periode," ungkapnya.

Perubahan ini ada beberapa cukup signifikan antara lain, kewenangan urusan pemerintahan, terbentuknya organisasi perangkat daerah baru.

Kandouw mencontohkan satu di antaranya Administrasi kependudukan dan Catatan sipil

"Didapati ternyata database kependudukan masih lemah. Belum menunjukan sesungguhnya. Ada warga Tak terdaftar dan memiliki ktp ganda," kata dia.

Begitu pun dengan Dinas Komunikasi dan Informasi, Ternyata pemerintah pusat menggalakan e Government.

"Tapi di Sulut ternyata masih rendah. Data base belum memadai. It terintegrasi belum cukup. Pusat data belum terhubung. Begitupun komunikasi dan informasi di pedesaan dan kepulauan," ujarnya.

Untuk itu arah kebijakan dan prioritas pembangunan di sesuaikan dengan kewenangan daerah provinsi sulut dan memperhatikan program prioritas pada perangkat daerah baru.
" Seperti dinas komunikasi dan informatika persandian dan statistik daerah, dinas perumahan , Kawasan Pemukiman dan pertanahan daerah, dinas kebudayaan daerah, dinas pendudukan, pencatatan sipil, dan kb serta badan penelitian dan pengembangan daerah, jelasnya.

Disamping itu juga dilakukan penyesuaian untuk beberapa kinerja perangkat daerah yang berubah karena adanya aturan baru sebagai contoh permenkes nomor 43 tahun 2016 tentang SPM budang kesehatan serta  indikator kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur yang pada RPJMD awal ditetapkan sebanyak 225 indikator telah disesuaikan menjadi 185 indikator.

"Saya harap kiranya kedepan , kita dapat melaksanakan berbagai kebijakan program dan kegiatan , dengan mengacu RPJMD serta sesuai dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing untuk bersama,membawa masyarakat sulawesi utara semakin maju dan sejahtera" harapnya.
Kaitan dengan itu pula,maka saya mengajak kita semua, khususnya pimpinan dan segenap anggota dewan yang terhormat untuk terus memgawal kebijakan dan program  kerja yang tertata dalam RPJMD tahun 2016-2021 hingga akhir pelaksanaannya, tutup Wakil Gubernur Steven Kandouw.
Turut Hadir Forkopimda Sulut, Sekretaris Provinsi Suluy Edwin Silangen, dan Pejabat dilingkup Pemprov Sulut.
( Humas Pemprov Sulut )
( Demon )



Senin, 16 Oktober 2017

Gubernur Olly Dondokambey Menutup Porprov IX Sulut 2017


Terselenggara dan selesainya seluruh rangkaian ajang uji kemampuan dan pencarian bibit-bibit atlit sebagai wadah potensi saat ini,  tentunya telah memantapkan upaya kita semua dalam memajukan peran dan kontribusi dunia olahraga bagi proses pembangunan daerah dan bangsa.
Hal ini dikatakan langsung Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE pada acara Penutupan dan Malam Keakraban Peserta Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Sulawesi Utara Tahun 2017 di Wale Ne Tou Tondano Minahasa  (16/10) malam kemarin

"Kepada semua atlit untuk bisa tanamkan mental seorang pemenang yang tahan akan cobaan, tahan banting yang nantinya bisa mencapai tujuan dan kesuksesan di masa akan datang" kata Gubernur.

Saya mengucapkan selamat bagi para pemenang karena ini adalah hasil jerih payah dan disiplin dalam masa pelatihan, teruslah berlatih, kesuksesan saat ini belum tentu akan terulang di masa-masa yang akan datang.
"Bagi yang belum berhasil dalam pelaksanaan ini, tetaplah semangat, jangan menyerah dan jangan putus asa, kegagalan  kali ini merupakan pengalaman yang berharga dan bisa menjadi pemicu kesuksesan di masa akan datang." ujar Gubernur.

Gubernur juga mengingatkan kepada seluruh peserta untuk menanamkan pada diri sendiri  mental seorang pemenang.
" Pahamilah bahwa untuk menjadi yang terbaik, mengandalkan talenta dan potensi saja tidak cukup tanpa adanya kemauan , disiplin dan latihan yang tidak mengenal lelah"  jelas Gubernur.

Harapan saya, kegiatan -kegiatan seperti ini dapat terus kita optimalkan pelaksanaanya dari waktu ke waktu, , mengingat nilai  positif yang di dapat bagi proses percepatan pembangunan  bangsa, utamanya dalam pembentukan SDM yang semakin hebat , berdisiplin , sehat , tangguh, berdaya saing , sportif dan bermental juara.

"Penilaian kami sebagai Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara  kegiatan Porprov ini sangat berhasil sesuai dengan pantauan yang ada dan sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa kegiatan ini akan diselenggarakan 2 Tahun sekali dan  untuk kedepan tuan rumah Porprov akan dilaksanakan di kota Bitung " ungkap Gubernur

Marilah kita dorong kegiatan ini agar supaya dapat menghasilkan atlit yang baik dan dapat menorehkan prestasi yang bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa dan semoga olah raga di Sulawesi Utara bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional, tutup Gubernur Olly Dondokambey.

Sebelumnya dalam laporan Bupati Minahasa  Jantje W Sajow yang juga Ketua Panitia Porprov IX  Sulawesi Utara 2017  yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa  mengatakan pelaksanaan  agenda ini telah berakhir dengan baik, dan yang menjadi juara umum adalah Kota  Manado dengan perolehan medali sebanyak 60 Emas 45 perak 37 perunggu,  juara 2 umum Kabupaten Minahasa  39 Emas, 20 Perak, 31 Perunggu , dan juara 3 Kota Bitung 18 Emas, 13 Perak, 23 Perunggu.

Turut Hadir Pangdam XIII Merdeka  Mayjen TNI Ganip Warsito, SE MM, Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito, Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Suselo, Danlanudsri Kolonel Pnb Arifaini Nur Dwiyanto, Sekrataris Provinsi Sulut Edwin Silangen, Forkopimda Minahasa , Walikota Manado DR G.S.V Lumentut, Ketua DPRD Tomohon  Ir Miky J Wenur, Ketua Harian KONI Sulut Kolonel Theo  Kawatu dan Kontingen Porprov Kabupaten /Kota se Sulut.
( Humas Pemprov Sulut )
(Demon/ IT).

Wagub Kandouw Hadiri Penutupan CCA di Yangon Myanmar


Mandat dari Dewan Gereja Asia yang merupakan agenda kerja Dewan Gereja Dunia ini, pun diterima langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang diwakili Wagub Drs Steven OE Kandouw pada pada penutupan CCA di Yangon Myanmar Minggu (15/10/2017) waktu setempat

Duta gereja dari Indonesia, khususnya asal Sulawesi Utara (Sulut) membawa kabar gembira dari pelaksanaan Christian Conference of Asia (CCA) di Yangon Myanmar 2017. Ini karena salah satu hasil dari CCA adalah memutuskan Indonesia, dalam hal ini Sulut dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi Gereja Asia 2018.

Wagub Steven Kandouw bersama Ketua BPM Sinode GMIM HWB Sumakul menerima mandat Sulut menjadi tuan rumah CCA 2018.

Wagub Steven Kandouw bersama Ketua BPM/S Sinode GMIM Pdt DR HWB Sumakul, telah menerima langsung mandat dari Dewan Gereja Asia tersebut, dalam hal selaku pelaksana yakni Pemerintah Daerah bersama Sinode GMIM. Pada kesempatan tersebut pak Wagub diberikan kesempatan membawakan kata sambutan di hadapan ribuan peserta konferensi. Dan pada kesempatan itu pak Wagub mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih pada peserta konferensi, Dewan Gereja Asia dan Dewan Gereja Dunia yang telah mempercayakan Sulut sebagai tuan rumah pelaksanaan CCA tahun 2018 nanti.

Wagub Steven Kandouw saat membawakan kata sambutan di depan ribuan peserta CCA di Yangon Myanmar Minggu (15/10/20117).

Harapan Wagub Kandouw,  pelaksanaan CCA di Sulut akan berlangsung dengan baik dan lancar, sehingga akan menunjukkan pada dunia bahwa keadilan sosial bagi seluruh umat beragama di Indonesia sangat dijunjung tinggi. “Kesuksesan acara di Sulut nanti, akan memberikan dampak positif bagi Sulut yang terus mendapat perhatian dari dunia internasional, begitu pun pada pemerintahan Republik Indonesia yang saat ini dipimpin Presiden Joko Widodo yang semakin menegaskan pada dunia internasional,” jelasnya “Ini menunjukkan bahwa Republik Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi keadilan sosial bagi warganya sebagaimana diamanatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu negara kita merupakan negara yang menjunjung tinggi kebersamaan serta  toleransi antar umat beragama, dengan sangat welcome dan menghormati siapa pun termasuk kaum minoritas,” jelasnya lagi.

Diketahui Wagub Steven Kandouw bersama Staf Khusus Lucky Rumopa bersama rombongan Sulut lainnya, saat mengikuti CCA di Yangon Myanmar Minggu (15/10/2017).

       

Disinggung soal waktu dan tempat pelaksanaannya, baru akan dibahas usai rombongan Sulut kembali dari Yangon Myanmar. Nanti diputuskan usai kembali ke daerah nanti, karena selain CCA, juga akan dirangkaikan dengan pelaksanaan pertemuan Majelis Pemuda-pemuda Dunia dan Peringatan Paskah Asia. Jadi kemungkinannya pada pelaksanaan Paskah antara April-Mei.

Secara garis besar bahwa pada CCA di Yangon Myanmar yang berlangsung sepekan itu, membicarakan soal isu-isu kemanusiaan yang terjadi dunia saat ini .Soal kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan kesenjangan sosial yang terjadi di dunia saat ini, menjadi pembicaraan pada pertemuan ini

Hadir pada pertemuan ini perwakilan dari PGI, komisi-komisi Gereja di Indonesia, termasuk dari Sulut, serta ikut mendampingi Wagub, Asisten III Roy Roring, Asisten I John Palandung dan Kadis Pendidikan Sulut Gammy Kawatu.(ifa)       

Olly Dondokambey Buka Kejuaraan Terjun Payung Internasional 2017

Atmosfer Manado tepatnya di atas Kawasan Pantai Marina Plaza, Senin (16/10/2017) pagi dihebohkan dengan para atlet penerjun payung dunia.

Mereka merupakan peserta iven Manado International Open Parachuting Championship 2017 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE.

Dalam sambutannya, Olly mengapresiasi kejuaraan yang digelar Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulut itu. "Saya menyambut gembira digelarnya kembali kejuaraan ini sekaligus memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan semua pihak terkait yang telah berkontribusi sehingga agenda internasional ini boleh terselenggara," ujarnya.

Olly juga optimis kejuaraan yang mempertandingkan nomor ketepatan mendarat perorangan dan beregu itu akan dilaksanakan kembali pada tahun depan.

"Kejuaraan ini semakin memotivasi para atlit terjun payung yang dimiliki Indonesia untuk meraih prestasi. Dan, tentu saja agenda ini juga menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif. Saya harap kegiatan ini bisa digelar lagi tahun depan," tandas Olly.

Olly melanjutkan, pada lomba kali ini, para juara akan menerima bonus tambahan. Rp 150 juta untuk juara pertama, Rp 75 juta dan Rp 50 juta, untuk masing-masing juara kedua dan ketiga. Selain itu, setiap tim akan menerima bonus sebesar Rp 10 juta.

Diketahui kejuaraan itu diikuti 12 kelompok peserta dari dalam negeri, dan tiga peserta luar negeri, yakni Australia, Malaysia dan Korea Selatan (Korsel).

Agenda itu turut dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, Kapolda Irjen Bambang Waskito, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Walikota Manado Dr. Vicky Lumentut, Sekjen FASI yang diwakili Kolonel Hesly Paat dan Ketua umum olahraga dirgantara Nisfu Hasbulah. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Minggu, 15 Oktober 2017

Ringankan Penderita Jantung, YJI Gelar Penggalangan dana

Talkshow, testimoni dan launching tentang penyakit jantung koroner yang diprakarsai Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Perwakilan Sulut bersama Dinas Kesehatan Sulut pada Jumat (13/10) di Hotel Peninsula Manado, menurut Ketua YJI Sulut, Kartika Devi Kandouw Tanos kegiatan ini juga turut mendukung program pemerintah Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) karena YJI juga merupakan mitra kerja pemerintah.

“Pada kegiatan ini hadir berbagai organisasi wanita baik, dari Angakatan Darat, Laut dan Udara, BUMD dan para ASN. Dengan tujuan selain untuk mendapatkan ilmu (soal Jantung) juga akan ada penggalangan dana guna membantu para penderita jantung,” terang dr Devi (sapaan akrab) isteri dari Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw.

Dirinya juga menjelaskan bahwa yayasan yang diketuainya itu (YJI Sulut) merupakan yayasan nirlaba atau tidak mempunyai dana dan hanya melakukan tugas sosial kemanusiaan.

“Jadi kalau kami ingin memberikan bantuan kepada penderita jantung anak-anak kurang mampu dalam melakukan operasi, seperti ini dengan melakukan penggalangan dana dari para ibu-ibu dengan kata lain 'share to power' atau membagi 'kekuatan' kita untuk kebersamaan,” terangnya.

Disisi lain menariknya kegiatan tersebut juga menghadirkan salah satu Chef berkelas internasional yang juga putra daerah Sulut yakni, Juna Rorimpandey yang telah melakukan demo masakan sehat untuk jantung yang menggunakan bahan lokal Sulawesi Utara. Dimana dalam keterangannya kepada wartawan, dirinya (Juna) merasa bahagia bisa melakukan kegiatan sosial seperti ini dikarenakan juga dirinya sering diundang mengikuti berbagai aksi sosial lainnya.

“Jadi pada kegiatan ini untuk makanan yang baik untuk jantung itu harus balance (seimbang) untuk kandungan mineral, fiber, protein dan jangan terlalu banyak lemak. Cara masaknya itu goreng-gorengan yang bahaya, tapi sebagai orang Indonesia juga tidak mungkin tidak memakan goreng-gorengan, namun frekwensinya/penggunaannya saja yang harus dikurangi (jangan setiap saat) untuk menghindari penyumbatan pada darah,” jelas Chef Juna.

Dalam aksi demo masak itu dibeberkannya ada dua menu masakan yang diolah dari bahan lokal Sulut yakni masakan Semangka dan Steak Seroid bersama Cakalang Alfredo, karena makanan itu mencoba memberikan makanan berbeda tanpa nasi atau karbohidrat.

“Bukan melarang memakan nasi, tapi bisa kita kurangi diselipkan sekali-kali makanan tanpa nasi tapi lemaknya bisa kita terima jadi tidak terlalu mengandung lemak dan ada semangka yang herbal rempah-rempah segar bagus untuk kesehatan. Kedua ada Cakalang karena ini di Manado, dan Alfredo itu salah satu pasta yang dibuat dari krim kental tapi untuk kali ini kita 'memodifikasi' itu dengan susu non feat (lemak) dan tepung yang ketika kena panas akan mengental sehingga mengental,” ungkapnya sembari menambahkan dirinya banyak terlibat dan berkontribusi semampu mungkin dengan organisasi-organisasi bencana alam.

Diketahui dalam aksi amal atau penggalangan dana tersebut diperkirakan terkumpul puluhan juta rupiah, yang menurut Ketua YJI Sulut, dr Devi bahwa 100 persen dana tersebut untuk kegiatan atau aksi sosial membantu kalangan yang tidak mampu. Hadir pada kegiatan tersebut Kadinkes Sulut, Debie Kalalo, Prof. Starry Rampengan selaku narasumber dalam Talkshow tersebut. Adapun pada pagi hari sebelumnya melalui YJI Sulut telah menggelar senam jantung sehat dalam rangka Peringatan Hari Jantung Indonesia yang dihadiri Wagub, Steven Kandouw, Sekprov Sulut, Edwin Silangen beserta para Kepala SKPD dan ASN lingkup Pemprov Sulut.

Wakili Gubernur, Silangen Hadiri Pesta Emas Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE yang diwakili Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS menghadiri Perayaan Ekaristi Syukur Pesta Emas 50 Tahun dan Penerimaan Sakramen Krisma Umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan di Manado, Minggu (15/10/2017) siang.

Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur, Silangen mengajak umat untuk mensyukuri berkat dan karunia Tuhan yang sudah menganugerahkan 50 tahun usia pelayanan.

"Perayaan Ekaristi Syukur Hari Ulang Tahun umat saat ini tidak saja ditunjukkan melalui doa dan puji-pujian namun juga melalui tindakan nyata dengan menjadikan momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk merefleksikan karya dan kerja selama 50 tahun pelayanan," katanya.

Silangen berharap gereja mampu meluaskan perannya hingga menyentuh berbagai realitas kehidupan.

"Saya berharap, gereja dapat lebih responsif dan intens untuk membina generasi muda gereja, agar mereka memiliki modal iman yang kuat dalam menghadapi tantangan dan tidak terjerumus pada hal-hal duniawi, seperti sex bebas, mabuk-mabukan, perkelahian karena mereka adalah aset keluarga, gereja, daerah dan bangsa," ujarnya.

Oleh karena itu, Silangen mengajak umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan agar terus memberdayakan potensi diri, karunia dan talenta yang dimiliki untuk dapat berdiri bersama dengan pemerintah daerah dan mengambil peran sebagai pelopor pemersatu dan penjaga kerukunan aerta kedamaian daerah dan bangsa.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, mantan Kepala Badan Kesbang ini mengharapkan dukungan doa dan partisipasi aktif seluruh anak bangsa, termasuk didalamnya umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan dalam mensukseskan berbagai kebijakan dan program pemerintah daerah yang sementara dan akan berjalan khususnya dalam mensolusikan berbagai permasalahan pembangunan seperti kemiskinan, pengangguran, ketahanan pangan, kesehatan dan pendidikan.

Turut hadir dalam perayaan Ekaristi syukur pesta emas ini adalah Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Wenny Lumentut, Dandim Manado Toar Pioh, Kepala Dinas Perikanan Prov. Sulut Ir. Ronald Sorongan, M.Si, Kepala SPN Karombasan dan umat Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan. (LiMa) Humas Pemprov Sulut.