Sabtu, 02 Juni 2018

Wagub Lantik Pengcab Pelti Manado Masa Bhakti 2018-2023

Wakil Gubernur Sulawes Utara Steven O.E  Kandouw  yang juga Ketua  Penggurus Daerah  PELTI Sulut melantik pengurus cabang Persatuan Tenis Indonesia ( PELTI ) Kota Manado masa bhakti 2018 - 2023  sabtu ( 02/06/2018 ) kemarin di lapangan Tenis Sario.

Dalam sambutan Wagub Kandouw mengatakan selamat kepada penggurus  yang baru dilantik karena ini merupakan panggilan untuk memajukan olahraga yang bisa bikin orang sehat.

"Mari ciptakan sumber daya manusia, dimana lewat jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat. Lewat olahraga tenis,maka bisa ciptakan prestasi, kembangkani tenis sejak dini agar lebih banyak lagi warga yang ingin bermain tenis , semoga dari Kota Manado, akan lahir atlet-atlet yang handal di masa depan olahraga tenis bukan hanya mengejar peningkatan prestasi, tapi juga untuk kebugaran kesehatan dari pemain itu sendiri" kata Kandouw.

Menurut Wagub  di Indonesia tinggal sedikit  dalam satu area ada enam lapangan tenis,  kita punya lapangan  tenis ini sudah standar international untuk itu dengan infrasturktur ini  kita bisa selenggarakan pertandingan international.

" Tahun lalu yang lalu kita telah adakan enam kejuaraan karena dengan banyak pertandingan akan menarik minat masyarakat bermain tenis dan  memberikan semangat bagi para atlit untuk berlatih mengasah diri meraih   prestasi,  karena prestasi tanpa  pertandingan  semua itu nol besar, " ujar Kandouw

Untuk itu tahun ini pemprov akan melakukan  tenderuntuk pembangunan  lapangan indoor oleh sebab itu  Pelti  koordinasi dengam KONI harus  giatkan olahraga sampai sekolah sekolah  untuk mencari bibit -bibit unggul.
" Karena manado tolak ukur olahraga di sulut ini terbukti bisa mendominasi Porprov waktu lalu," harap Kandouw.

Wagub  menambahkan agar olahraga bisa  di jadikan Sport Tourism ini akan menarik para wisatawan baik dalam maupun luar negeri dan akan menambah pendapatan daerah , saya selalu berdoa supaya Tuhan berkati pengcab pelti manado  menjadi sentrum , pusat barometer seluruh olahraga khususnya tenis," tutup Wagub Kandouw.

Sebelumnya Ketua terpilih Pelti Kota  Manado DR Recky Toemandoek mengatakan banyak terima kasih kepada Ketua Pengda.Pelti Sulut atas kepercayaan yang diberikan.
"Mari dengan pelantikan ini bersama-sama kita aktifkan, giatkan pembinaan cabang tenis kepercayaan yang diberikan kepada kita harus dijawab dengan kerja nyata dan karya nyata," kata Toemandoek.
lanjut Toemandoek, kami akan berusaha agar  agar cabang tenis ini disukai , dicintai  diminati  dan menjadi cabang pilihan di masyarakat.
"Kami akan  lakukan pembinaan  dan memcari bibit-bibit unggul di masyarakat  terutama.di sekolah-sekolah ' ujar Toemandoek.
Marilah kita jawab kepercayaan yamg diberikan ini dengan kerja keras, lebih keras tambah giat dan makin  maksimal untuk kemajuan olahraga menuju Sulut Hebat, tutup Toemandoek.
Turut hadir Ketua KONI Manado Hengky Kawalo, Kadis Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang  dan.Sekretaris KONI Manado Denny Pua.

Ini Susunan Penggurus Pelti Kota Manado periode 2018 -2023.
Pembina : Charles Ngili
                   Henry.A.Singal
Penasehat :Gerdi Worang
                     Bonny Somdakh
                     Kuntarto
                     M.Ihsan Jasin.
Pengurus Harian.
Ketua: Ricky Stanley Toemandoek.
Wakil Ketua  I. Bidang Pembinaan dan Prestasi : Philip B Sondakh.
Wakil Ketua  II.  Bidang keuangan dan Usaha Dana : Jeffry Mamoto.
Wakil Ketua III Bidang Organisasi dan Humas :Inno Kalangi.
Sekretaris : Hesky Stevy Kolibu.
Wakil Sekretaris : Reynold.Sondakh
Bendahara : Novi Mamuaja.
Wakil Bendahara : Djung Khin Fui
Bidang Pembinaan : Fanny Tuju     ( kordinator ).
                                 Martinus Makauwo
                                 Kasmali.
Bidang Prestasi. : Arthur Pinaria ( Koordinator ).
                                Jou Rumagit
                                 Denny Lumentah.
Bidang Pertandingan/  Perwasitan : Ronny Assa.( Koordinator )
Jud Berhimpong
Orlando Kantohe.
Bidang Kesehatan :  dr.Robby Motto ( Koordinator )
dr Alex Turangan
dr Jemmy.Lalita M.Kes.
Bidang Usaha Dana : Ferinand Mangumbahang( Koordinator )
Ruddy Josep
Samuel Patabang
Hendrik Teis.
Bidang Aset dan Logistik : Ferry Wagey (Koordinator )
Alfrets Tumewu
Mususman
Bidang Organisasi : Alexius Tellling (Koordinator )
Jova Sumampouw
Sonny Palandi
Bidang Humas.: Maxi Rumayar ( Koordinator )
Bright Pua
Stella Kaawoan
Bidamg Keamanan : Ali Hasan ( Koordinator )
Iwan Idris
Ronny Rumayar

Jumat, 01 Juni 2018

Peringati Hari Lahir Pancasila, Gubernur Olly Luncurkan Buku "Mengawal Indonesia di Gerbang pasifik"

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey meluncurkan buku yang berjudul " Mengawal Indonesia di Gerbang Pasifik".

Peluncuran Buku dilaksanakan Jumat (1/6/2018) bertepatan dengan peringatan hari lahir pancasila yang diselenggarakan di Wale Ne Tou Tondano, Minahasa.

Gubernur Olly menulis buku ini untuk Menuangkan ide dan gagasan dalam membangun Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang pasifik dan Sulut lebih hebat. Berbagai pencapaian Gubernur dalam membangun Sulut yang diraih sejak menjadi anggota DPR RI hingga memimpin Sulawesi Utara sebagai Gubernur ditulis dalam buku ini.

Saat memberikan sambutan Gubernur Olly menyampaikan rasa syukur saat momentum peringatan hari lahirnya Pancasila,  bisa meluncurkan buku pertama tentang gagasannya dalam membangun Sulut selama berkarir di dunia politik dan pemerintahan.

Gubernur mengatakan posisi Sulut sangat strategis di kawasan pasifik, Gubernur pendahulu telah banyak menuangkan idenya tentang peluang membengun Sulut di gerbang pasifik. Sulut sangat strategis diantara benua Asia dan Australia sehingga mendapat perhatian khusus, buku ini bukan hanya menceritakan kembali berbagai pembangunan namun diharapkan Sulut akan membawa Indonesia dalam kemajuan pembangunan.

Gubernur mengambil contoh sederhana dengan dibukanya penerbangan dari Singapura, China, Jepang dan Korea menuju Sulut mendapat respon cepat, berbagai peluang investasi ada di depan mata, semua pihak harus melihat peluang lain agar Sulut lebih mandiri dalam ekonomi seperti kata fouding father negara Indonesia Soekarno yang merupakan Presiden RI pertama.

Sulut menjadi jalur sutra dari China, Gubernur Olly bersyukur mendapat bantuan dari banyak pihak dalam membangun, diharapkan juga selain mandiri dalam ekonomi Sulut harus mampu membangun Sumber daya lainnya.

Dengan dibukanya jalur investasi di Sulut Pertumbuhan ekonomi lebih maju, kesenjangan  berkurang, namun tetap ada tantangan tapi tetap dijaga agar berjalan dengan baik.

Namun Masih banyak yang harus dilengkapi, pemerintah harus melihat potensi Sulut di gerbang pasifik, harus manfaatkan baik pintu gerbang ini, buku ini kiranya menjadi tolak ukur untuk mensejahterakan rakyat Sulut kedepan.

Gubernur menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah Kabupaten Minahasa yang menyelenggarakan acara ini, Terima kasih secara khusus kepada jurnalis senior bung Osdar Siahaan yang telah membantu menyunting buku.

Buku ini juga mendapat respon positif dari berbagai kalangan diantaranya para tokoh agama dan akademisi, mereka merekomendasikan para Bupati Walikota, anggota DPRD, pengusaha dan birokrat di Sulut membaca buku ini agar membuka wawasan untuk membangun daerah nyiur melambai lebih baik kedepan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Ketua TP PKK Sulut Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK Sulut dr. Kartika Defi Kandouw Tanos, Unsur Forkopimda Sulut, Sekreraris Daerah Edwin Silangen, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulut Ivone Silangen Lombok, Bupati Minahasa dan tamu undangan lainnya.(humas provinsi sulut)

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Kawangkoan, Gubernur Olly Baca Sambutan Presiden Jokowi

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE memimpin upacara memperingati Hari Lahir Pancasila ke-73 di Stadion Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Jumat (1/6/2018) pagi.

Dalam amanat upacara, Gubernur Olly membacakan sambutan dari Presiden RI Joko Widodo. Dia mengatakan bahwa selama 73 tahun, Pancasila mampu bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Selama itu pula, Pancasila sudah menjadi rumah bagi bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

"Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Gubernur Olly menuturkan, Pancasila adalah berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada Indonesia, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia. Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.

Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar Negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi dan berprestasi," ujarnya.

Gubernur Olly menambahkan, dengan modal semangat dan energi kebersamaan, bangsa Indonesia mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Bangsa Indonesia harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.

"Kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan tangguh. Saya yakin semangat berprestasi itu tertanam kuat di dada para atlet kita untuk mengibarkan bendera merah putih di Asian Games dan Asian Para-games yang diselenggarakan tahun ini," imbuhnya.

"Saya yakin semangat berprestasi ini juga membara di seluruh lapisan masyarakat dan di seluruh jenis profesi untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara maju, negeri yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur," sambung Olly.

Usai sambutan, peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73 dilanjutkan dengan deklarasi Sulut dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila dan pelepasan pawai parade Pancasila oleh Gubernur Olly yang melibatkan unsur organisasi kemasyarakatan, LSM, jajaran TNI/Polri, ASN, pemuda dan pelajar.

Adapun peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73 turut dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Ketua TP-PKK Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Kamis, 31 Mei 2018

Gubernur Ajak Jurnalis Perangi Hoax

Pemerintah Sulawesi Utara melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Daerah melaksanakan Seminar Jurnalistik Hari Pers Nasional Tahun 2018 dengan mengangkat tema Peran Pers Di Era Digitalisasi.

Kegiatan yang diikuti oleh insan pers di lingkup Pemprov Sulut dilaksanakan Kamis (31/5) di buka langsung oleh Kepala Biro Pemerintahan Setda Prov. Sulawesi Utara DR. Jemmy Kumendong, M.Si yang mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Dalam sambutan yang dibacakan, Gubernur mengingatkan secara tegas agar setiap media online harus memiliki sertifikasi yang sah, lebih jauh lagi agar menghindarkan berita yang tidak disertai dengan prinsip kehati-hatian dan bukti yang jelas sehingga informasi yang diberikan kurang akurat bahkan palsu atau yang dikatakan hoax.

Sejalan dengan itu Pemerintah Provinsi sangat menyadari akan pentingnya peran jurnalistik atau insan pers yang ada di Sulawesi Utara. Untuk itulah sinegritas dan kemitraan aktif yang telah terjalin selama ini diharapkan agar tetap terjaga bahkan lebih ditingkatkan guna mencapai cita-cita bersama dalam mewujudkan Sulut berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya

Diketahui tujuan diadakannya seminar jurnalistik untuk meningkatkan pengetahuan pers era digitalisasi, tercapainya sinegritas antara Pemerintah Provinsi Sulut dengan insan pers, serta tercapainya jurnalis handal, bertanggung jawab dan berkualitas. (Humas provinsi sulut)

Terapkan KTR, Gubernur Olly Raih Penghargaan Paramesti dari Kemenkes

Sikap tegas Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE terhadap rokok dengan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diapresiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Terbukti, Gubernur Olly mendapat penghargaan Paramesti dari Kemenkes pada acara puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Kantor Kemenkes Jakarta, Kamis, (31/5/2018) pagi.

Menkes Nila Moeloek menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para kepala daerah yang peduli dengan KTR dan pengendalian penyakit tidak menular.

"Harapannya ke depan akan terjadi peningkatan jumlah daerah yang telah mempunyai aturan KTR," kata Nila.

Diketahui, hingga saat ini, sebanyak 19 provinsi dan 309 kabupaten-kota di Indonesia sudah menerapkan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah tentang KTR di sejumlah wilayahnya.

Adapun peringatan hari tanpa tembakau sedunia (World No Tobacco Day) kali ini mengusung tema tembakau dan penyakit jantung (tobacco and heart disease). Tema itu meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara tembakau dengan kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular atau ‘cardiovascular diseases’ (CVD) lainnya, termasuk stroke, yang apabila dikombinasikan merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Selain itu, juga tindakan yang dapat dilakukan oleh kita semua, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan jantung yang ditimbulkan oleh penggunaan tembakau.

Kampanye ‘World No Tobacco Day 2018’ juga ditujukan untuk mengatasi epidemi tembakau dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kontribusinya dalam menyebabkan kematian dan penderitaan jutaan orang secara global. Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penting untuk perkembangan penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer.

Penyakit kardiovaskular (CVD) membunuh lebih banyak orang, daripada penyebab kematian lainnya di seluruh dunia. Selain itu, penggunaan tembakau serta paparan asap rokok berkontribusi pada sekitar 12% dari semua kematian akibat penyakit jantung. Penggunaan tembakau adalah penyebab utama kedua dari CVD, setelah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Epidemi tembakau global membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahun, di mana hampir 900.000 orang yang bukan perokok, meninggal akibat menghirup asap rokok atau perokok pasif.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dr. Deybie Kalalo dan perwakilan provinsi, kabupaten dan kota penerima penghargaan. (Humas Pemprov Sulut)

Safari Ramadhan di Talaud, Wagub: Implementasikan Makna Puasa di Kehidupan Setiap Hari

Rangkaian Safari Ramadhan Pemprov Sulut Tahun 2018 digelar di Kabupaten Kepulauan Talaud pada Rabu (30/05/2018). Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang diwakili Wakil Gubernur (Wagub) Drs Steven OE Kandouw pun menyampaikan beberapa pesan pada hajatan buka puasa bersama yang dipusatkan di Masjid Jabbal Rahma Melonguane Talaud.

“Pertama bersyukur, kedua bersyukur dan ketiga bersyukur, karena kita semua dapat bersama-sama, khusus bagi umat Muslim yang kembali dapat menunaikan ibadah puasa di tahun ini,” kata Wagub Kandouw pada kata sambutannya.

“Makna puasa tidak hanya sekedar dilakukan saat bulan Ramadhan tapi juga harus kita implementasikan pada kehidupan kita keseharian,” tambah mantan Ketua DPRD Sulut ini.                   

Lanjutnya, daerah Sulut sampai saat ini masih aman, nyaman dan tentram, karena toleransi umat beragama di daerah ini masih sangat kuat dan kerukunannya masih terpelihara hingga saat ini. "Kami di daerah ini sampai sekarang kerukunan agama masih terjalin dan terjaga dengan baik karena torang samua ciptaan Tuhan," ujar Wagub Kandouw.

Mengakiri sambutannya, orang nomor dua Sulut tak lupa mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim yang ada di daerah ini. "Karena umat muslim di daerah ini ibadah puasanya masih berjalan dengan khusuk. Betapa bahagianya torang semua bisa menjalankan ibadah dengan aman, nyaman dan tentram. Situasi ini sangat luar biasa. Mewakili pak Gubernur Olly Dondokambey sekali lagi saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa," tutupnya.

Diketahui seperti Safari Ramadhan sebelumnya, Pemprov Sulut melalui Biro Kesra dalam hal ini ikut dihadiri Karo Kesra yang juga merupakan Wakil ketua TP PKK Sulut Dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS, menyerahkan sejumlah bantuan, diantaranya kita suci Al-Qur’an dan peralatan sholad pada Jemaah Muslim di Kabupaten Talaud.(humas provinsi sulut)

Wagub Kandouw Kunker Ke Talaud, ingatkan Guru terkait kualitas pengajar dan serahkan bantuan PKH Rp. 2,9 Miliar

Melonguane-Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw didampingi Wakil Ketua TP PKK Sulut Ny Dr Devi Kartika Kandouw-Tanos serta sejumlah pejabat eselon II Pemprov, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (30/5/18).

Pada agenda di Kabupaten yang berada di bagian terluar tanah air itu, Wagub Kandouw dan rombongan melakukan tatap muka langsung dengan cabang pendidikan daerah di Talaud bersama para Kepsek dan guru-guru tingkat SMA/SMK sederajat di Melonguane.

Dalam pertemuan dimaksud, Wagub Kandow mengapresiasi para Guru yang dengan semangat terus mengabdi dan berusaha meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa.

Namun pada kesempatan yang sama, Wagub Kandouw juga mengkritisi kinerja para guru di Sulut lebih khusus di Kabupaten Kepulauan Talaud. Indeks Pendidikan Talaud saat ini berada diurutan terakhir dari 15 Kab/Kota di Sulut. Hal ini disebabkan rendahnya kualitas tenaga pendidik bahkan masih ada oknum pendidik yang tidak serius dalam bekerja.
"Kalu ada kelas yang gurunya berhalangan, guru lain harus bertanggungjawab menggantinya. Jangan cuma sibuk dengan ba FB, WA deng ba karlota" ucap Wagub. Harus kerja keras supaya anak-anak di Talaud jadi Hebat.

Masalah pendidikan di Talaud sangatlah serius. Harus dan wajib diperbaiki kualitas tenaga pendidikan, di dalamnya disiplin dan integritas karena penghargaan dari pemerintah sangat besar makanya kualitas pendidik harus segera diperbaiki," ucap Kandou.

Ia berharap jangan sampai terjadi disorientasi di kalangan pendidik yang berbondong-bondong ingin jadi kepsek karena berharap mengelola Dana BOS dan DAK dan melupakan tugas utama yang luhur dan mulia yaitu sebagai pendidik.

Sementara Kacabdin Dinas Pendidikan  Daerah Provinsi Sulut di Kabupaten Kepulauan Talaud,  dalam laporannya menyampaikan, di Talaud ada 36 SMA, 10 SMK, 2 SLB, 4 SMTK dan ada sebanyak 716 tenaga pendidik non pendidik. "Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pengembangan dunia pendidikan serta keikutsertaan dalam berbagai agenda pendidikan. Namun di Tahun 2018, Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi juara cerdas cermat 4 pilar Provinsi Sulut. Ini bukti bahwa semangat kami tidaklah kecil sekalipun kami ada di bagian terpencil negeri ini," jelas Pasiak.

Pada kesempatan yang sama, Wagub Kandouw bersama Kadis Sosial Pemprov Sulut Dr Rini Tamuntuan juga menyarahkan bantuan PKH tahap 2 kepada 5950 keluarga di  Kabupaten Kepulauan Talaud dengan jumlah nominal 
Rp. 2,975,000,000 miliar.

Seperti diketahui bersama bahwa PKH ini adalah salah satu program unggulan Presiden Jokowi untuk memutus mata rantai kemiskinan antar generasi sehingga generasi berikut dapat keluar dari kemiskinan. (HumasPemprovSulut)