Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Sabtu, 27 April 2019
Gubernur Olly : Hidup Rukun Mendatangkan Berkat
Acara Paskah yang dihadiri ribuan remaja dari berbagai kabupaten dan kota di Sulut ini mengangkat tema “Willing To Sacrifice John 15:13”.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly saat menyampaikan pesan Paskah mengajak seluruh seluruh remaja GMIM untuk senantiasa hidup rukun dan damai serta saling memanusiakan satu sama lain agar selalu diberkati Tuhan.
"Pesan Paskah kali ini memberikan suatu berkat bagi kita. Banyak hal yang sudah bisa kita buktikan bahwa Provinsi Sulut ini diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus. Semua kebahagiaan ini karena kerukunan seluruh masyarakat dan remaja GMIM sangat berperan dalam memperkuat kebersamaan kita semua," kata Olly.
Disamping itu, Olly juga mengimbau para remaja GMIM untuk menjadikan paskah sebagai motivasi spiritual, agar kaum muda gereja memiliki ketangguhan iman dalam menghadapi derasnya tantangan di era globalisasi dan modernisasi.
"Marilah kita berdamai dengan Tuhan kita tidak melakukan hal-hal yang Tuhan larang bagi kita, yaitu narkoba, miras dan lainnya. Kita juga harus berdamai dengan tetangga dan saudara-saudara kita agar kita selalu bersatu, kita tidak saling memfitnah satu dengan yang lain dan kita juga berdamai dengan diri kita," ungkap Olly.
Lebih jauh, masih dalam pesan Paskah, Olly mengajak seluruh remaja GMIM untuk berpartispasi aktif dalam pembangunan dengan menggunakan talenta yang dimiliki.
"Pembangunan yang kita bangun bersama sama dengan Bapak Presiden Jokowi adalah untuk Sulawesi Utara yang lebih hebat kedepan. Saya mengajak kita semua khususnya para remaja untuk sama-sama mendukung pembangunan daerah," imbuh Olly.
Ibadah Agung dan Selebrasi Paskah Remaja GMIM turut dihadiri Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina, Wakil Walikota Manado Mor Bastiaan dan Ketua Komisi Pelayanan Remaja GMIM Penatua Michaela Paruntu. (Humas Pemprov Sulut)
Merekatkan Kedamaian Pasca Pemilu 2019, Gubernur Olly Apresiasi TNI-Polri
Dalam sambutannya, Gubernur Olly mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Polda Sulut itu atas suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2019 di Sulut.
"Saya kira ini hal yang paling penting bagi kita setelah kita baru selesai melaksanakan Pemilu. Saya memberikan apresiasi buat TNI dan Polri karena Pemilu 2019 bisa berjalan dengan baik. Selain itu, penyelenggara Pemilu 2019 juga sangat baik. Integritas KPU dan Bawaslu sangat baik karena mampu bertindak tegas di lapangan," kata Olly.
Karenanya, Olly berharap situasi kondusif ini dapat menjadi kebiasaan yang mampu dipertahankan hingga Pilkada serentak yang dilaksanakan tahun 2020.
"Saya kira ini yang harus kita sadari bersama bahwa ini menjadi suatu kebiasaan baik dalam setiap penyelenggaraan pesta demokrasi termasuk Pilkada serentak tahun depan di 6 kabupaten kota dan di provinsi," beber Olly.
Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto turut mengucapkan terima kasih kepada segenap stakeholder di Sulut atas penyelenggaraan Pemilu yang berjalan aman.
“Ini berkat sinergi dari kita semua, mudah-mudahan Sulut tetap aman dan damai,” ucap Kapolda.
Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polri dan TNI di Sulut yang sangat berkomitmen dan menunjukkan komitmennya sepanjang penyelenggaraan Pemilu di Sulut.
“Saya merasa nyaman bekerja, karena kami merasa dibackup full, selalu dapat dukungan pengamanan Polri dan TNI, ini modal kuat bagi kami menyelenggarakan Pemilu di Sulut,” ucap Ketua KPU.
Acara ‘Merekatkan Kedamaian dalam Kebersamaan untuk Sulut Damai’ turut dihadiri jajaran Forkopimda, Bawaslu, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Hubmas Pemprov Sulut)
Jumat, 26 April 2019
Hari Kesiapsiagaan Bencana, Sekdaprov Silangen Harap Semua Elemen Siap Hadapi Bencana
Dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKBN) tahun 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut menggelar Latihan Evakuasi Mandiri Bencana Gempa diserta Tsunami yang dibuka langsung oleh Sekdaprov Sulut Edwin Silangen SE MS, bertempat di kantor BPBD Sulut, Jumat (26/04/2019).
Dalam kegiatan pelatihan tersebut Sekprov Silangen, mengingatkan tentang "Kesiapsiagaan dimulai dari diri, keluarga dan komunitas".
"Sejak disahkan UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana tanggal 26 april, terjadi perubahan paradigma penanggulangan bencana dari perspektif responsif ke preventif,
perlu gerakan aksi bersama meningkatkan kapasitas pemerintah, organisasi, masyarakat, komunitas, keluarga dan individu agar mampu menanggapi suatu situasi bencana secara cepat dan tepat melalui edukasi kebencanaan dan latihan penanggulangan bencana secara berkala dan berkesinambungan," kata Silangen.
Untuk diketahui bersama tujuan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019 ini adalah untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan cara membangun partisipasi semua pihak.
Sekprov Silangen berharap melalui kegiatan kesiapsiagaan ini dapat memberikan sesi edukasi tentang bagaimana mengenal ancaman/potensi bencana disekitarnya.
Selanjutnya Sekprov Silangen bersama Kaban BPBD Joi Oroh melakukan pemantauan untuk semua alat yang dipakai dalam penanggulangan bencana, Silangen mengatakan BPBD Sulut harus terus siap, karena cuaca saat ini tak menentu sehingga dalam melakukan bantuan diperlukan alat operasional yang baik, kendaraan yang ada didarat dan dilaut harus selalu siap. (humas provinsi sulut)
Tak Terbendung, Antusiasme Milenial GMIM Dengarkan Pesan Positif Gubernur Olly di Selebrasi Paskah
Ribuan pemuda atau kaum milenial GMIM dari 12 rayon tumpah ruah di Gelanggang Pacuan Kuda Tompaso, Desa Tumompaso, Kabupaten Minahasa, Jumat (26/4/2019) sore.
Antusiasme para milenial yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sulut untuk mengikuti ibadah agung serta selebrasi Paskah Pemuda GMIM bertema 'hope for our nation' yang dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey ini tak terbendung.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly menyampaikan pesan Paskah. Olly mengatakan momentum Paskah dapat memotivasi kaum Milenial GMIM untuk selalu menjadi teladan dalam seluruh kehidupan.
"Pemuda GMIM adalah obor pembangunan dan pemersatu bangsa," kata Olly lalu disambut tepuk tangan seluruh kaum milenial GMIM.
Lanjut Olly, selebrasi Paskah tak terlepas dari proses perjalanan para murid-murid Tuhan Yesus dengan setiap perannya masing-masing hingga nekad memperjualbelikan Tuhan. Menurut Olly, tokoh-tokoh yg diperankan di Alkitab memperlihatkan kehidupan nyata di era sekarang ini.
"Bagaimana peran Yudas, bagaimana peran Petrus, bagaimana peran Pilatus, bagaimana peran Barabas dan bagaimana peran Maria dan peran Kayafas. Semua peran masing-masing dipertontonkan kepada kita semua," ucap Olly.
"Sebagai umat Kristiani kita bisa melihat dan mempelajari mana yang harus kita lakukan agar kita selamat di bumi dan selamat di surga," sambung Olly.
Disamping itu, Olly juga mengajak kaum Milenial GMIM untuk mempersiapkan diri untuk mengambil peluang dalam pembangunan Sulut di sektor Pariwisata dan sektor lainnya. Khusus di sektor pariwisata, Olly menyebut dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan yang bakal menelan anggaran 26 triliun membutuhkan 262 ribu tenaga kerja.
"Pintu gerbang Sulut terbuka seperti yang ditulis oleh tokoh Dr. Sam Ratulangi bahwa Sulut adalah pintu gerbang Pasifik. Selain KEK Pariwisata tentunya didukung oleh penerbangan langsung dari Sulut ke mancanegara dan status Pelabuhan Bitung sebagai Pelabuhan Hub," beber Olly.
Karenanya, Olly meminta pemuda GMIM selalu mendukung program Presiden Joko Widodo dan pemerintah provinsi agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menggali potensi diri untuk dijadikan senjata dalam menghadapi era 4.0.
"Jangan kita lengah. Kalau kita lengah kita akan ditinggalkan pada masa yang akan datang. Mari kita bersama-sama mempersiapkan generasi untuk melanjutkan pembangunan sulut," ajak Olly.
Ibadah agung serta selebrasi Paskah Pemuda GMIM turut dihadiri Bupati Minahasa Roy Roring, Wakil Bupati Robby Dondokambey, Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina dan Ketua Komisi Pemuda GMIM Penatua Pricilia Tangel. (Humas Pemprov Sulut)
Paskah SMAN 1 Manado, Gubernur Olly : Tetap Andalkan Tuhan
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly memberikan pesan kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Manado untuk selalu optimis dan mengandalkan Tuhan dalam mencapai cita-cita.
"Jangan lupa untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam segala hal," kata Olly.
Olly juga mengimbau seluruh generasi muda SMAN 1 Manado dapat terus menjadi generasi yang takut akan Tuhan, serta generasi cerdas yang jauh dari narkoba, miras, pornografi, sekaligus senantiasa tampil sebagai generasi pemersatu bangsa, yang menyadari bahwa keberagaman bangsa ini adalah karunia Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan serta dimanfaatkan sebagai potensi pembangunan bangsa.
Adapun Ibadah Paskah SMAN 1 mengangkat tema pergumulan menguji iman dan kesetiaan yang diambil dari Kitab Yesaya 41:10 yaitu janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Ibadah Paskah turut dihadiri Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa, para pejabat Pemprov Sulut, Kepala Sekolah SMAN 1 Manado beserta seluruh guru dan siswa.(Humas Pemprov Sulut)
Kamis, 25 April 2019
Sulawesi Utara Jadi 'The Rising Star' Sektor Pariwisata di Tangan Gubernur Olly
Kementerian Pariwisata menobatkan Provinsi Sulawesi Utara sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir.
Prestasi gemilang itu membuat Sulut diganjar penghargaan The Rising Destination Of The Year 2019 oleh Kemenpar yang diserahkan langsung Menteri Pariwisata RI Arief Yahya kepada Gubernur Olly Dondokambey pada event Jakarta Marketing Week, Kamis (25/4/2019) malam.
Sebelumnya, Menpar Arief mengatakan pariwisata Sulut khususnya Kota Manado memiliki pertumbuhan tertinggi, dalam empat tahun terakhir. Ia meyakini pertumbuhannya sebesar 6 kali lipat atau 600 persen sehingga layak mendapat penghargaan sebagai ‘The Rising Star’.
Menpar Arief menjelaskan, wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, utamanya ke Manado pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000.
“Dalam 4 tahun kunjungan wisman ke Sulut meningkat 6 kali lipat. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen,” ujar Menpar.
Menpar Arief Yahya mengatakan, CEO Commitment dari pimpinan daerah (gubernur, bupati, dan walikota) menjadi salah satu kunci keberhasilan Sulut dalam mengembangkan sektor pariwisata.
“Sulut tahun ini memiliki 3 event unggulan masuk dalam 100 Wonderful Event 2019,” sebut Menpar Arief.
Ia mengatakan, 3 event pariwisata di Sulut berkelas internasional. Ketika event tersebut yaitu Festival Bunaken 26-29 Juli 2019, Festival Pesona Selat Lembeh 6-10 Oktober 2019, dan Tomohon International Flower Festival 17-12 Agustus 2019 yang dimasukkan kedalam 100 Wonderful of Event 2019.
Agenda tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Presiden World Marketing Association Hermawan Kartajaya. (Humas Pemprov Sulut)
Pemprov Sulut Bersama KADIN, Dukung KPK Cegah Korupsi Sektor Swasta
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Sekdaprov Edwin Silangen mengadakan pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan para pengusaha di bawah asosiasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Sulut.
Mereka bertemu dalam agenda Pendampingan Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi yang dilaksanakan di Ruang WOC Kantor Gubernur, Kamis (25/4/2019) sore.
Pertemuan tersebut diadakan sebagai tindak lanjut dari agenda sebelumnya di bulan Oktober 2018 tentang pembentukan Komite Advokasi Daerah (KAD).
Adapun kegiatan pendampingan KAD ini, memiliki esensi terhadap penguatan kapasitas sektor swasta untuk mencegah perilaku koruptif dan menyatukan komitmen dalam membangun daerah tanpa tindakan-tindakan korupsi.
Untuk diketahui, KPK menginisiasi pembentukan KAD Anti Korupsi di Indonesia untuk mengakselerasi pencegahan praktik korupsi khususnya di sektor bisnis.
Dimulai pada 2017 sebanyak 8 provinsi dibentuk KAD, kini di tahun 2019 sekitar 26 provinsi telah dibentuk KAD.
KAD merupakan wadah komunikasi antara regulator dan pelaku usaha untuk membahas isu-isu strategis terkait dengan upaya pencegahan korupsi.
Pendampingan KAD Anti Korupsi turut dihadiri Satgas Unit Swasta Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI Ariz Dedy Arham bersama tim, Asisten III Praseno Hadi, Ketua KADIN Sulut Hangky Gerungan beserta jajaran.
Usai pertemuan, Sekdaprov Silangen bersama tim KPK dan KADIN meninjau aktivitas di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). LPSE sendiri memiliki beberapa fungsi yang diantaranya adalah : Mengelola sistem E- Procurement. Menyediakan pelatihan kepada PPK atau Panitia dan Penyedia Barang atau Jasa. Menyediakan sarana akses Internet bagi PPK atau Panitia dan Penyedia Barang atau Jasa. (Humas Pemprov Sulut)