Kabar gembira bagi masyarakat Sulawesi Utara. Pasalnya, Jalan Tol Manado-Bitung seksi 2 Airmadidi-Manembo-nembo sepanjang 18,2 kilometer akan dibuka fungsional besok, Rabu 29 Mei 2019 mulai pukul 13.00 Wita.
Sekdaprov Edwin Silangen mengatakan, pembukaan sementara atau fungsional ini dilakukan dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan balik libur Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.
"Pembukaan fungsional satu arah ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan I. Untuk arah Manado ke Bitung dibuka sejak 29 Mei hingga 6 Juni 2019. Sedangkan untuk arah Bitung ke Manado berlaku sejak 7 hingga 11 Juni 2019," kata Silangen saat memimpin rapat koordinasi persiapan operasional Tol Manado Bitung di Ruang WOC Kantor Gubernur, Selasa (28/5/2019) sore.
Lanjut Silangen, fungsional Tol Manado-Bitung berlaku mulai pukul 08.00-17.00 Wita pada setiap harinya tanpa dikenakan biaya alias gratis dan kecepatan kendaraan tidak boleh melampaui 60 kilometer per jam untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.
Menariknya, Silangen menyebut keberhasilan lobi Gubernur Olly Dondokambey ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR menjadi kunci dibalik pembukaan fungsional jalan tol pertama di Sulut yang memiliki panjang 39,9 kilometer ini.
"Fungsional Tol Manado Bitung ini karena lobi Bapak Gubernur ke menteri," tandas Silangen.
Lebih jauh, Silangen juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Sulut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Sulawesi Utara dan Gorontalo, PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) dan instansi terkait lainnya yang ikut mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2019. (Humas Pemprov Sulut)
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Selasa, 28 Mei 2019
Gubernur Olly Ucapkan Terima Kasih Untuk TNI-Polri yang Bersinergi Amankan Pemilu
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey memberikan apresiasi atas Pemilu 2019 di Sulut yang berjalan aman dan damai.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Olly di sela-sela Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2019 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H yang digelar di Halaman Mapolda Sulut, Selasa (28/5/2019) pagi.
“Pada kesempatan ini kita berterima kasih karena penyelenggaraan Pemilihan Umum Pilpres dan Pileg sudah berjalan dengan aman dan damai di Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Olly didampingi Kapolda Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto dan Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang.
Aman dan damainya Pemilu Ini katanya tidak lepas dari sinergitas aparat keamanan baik TNI, Polri serta seluruh masyarakat Sulut.
Terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Olly berharap situasi kamtibmas Sulut tetap kondusif.
“Kami sangat mengharapkan keamanan, ketertiban di dalam menyambut hari raya ini, juga kita semua harus turut berpartisipasi agar Sulawesi Utara benar-benar menjadi daerah yang aman, tentram dan damai,” kata Olly.
Gubernur juga meminta dukungan peran dari para tokoh agama di Sulut untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama sehingga bisa selalu terjaga dengan baik, sehingga Sulut menjadi contoh bagi provinsi yang lain dalam hal kerukunan masyarakatnya. (Humas Pemprov Sulut)
Hal tersebut disampaikan Gubernur Olly di sela-sela Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2019 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H yang digelar di Halaman Mapolda Sulut, Selasa (28/5/2019) pagi.
“Pada kesempatan ini kita berterima kasih karena penyelenggaraan Pemilihan Umum Pilpres dan Pileg sudah berjalan dengan aman dan damai di Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Olly didampingi Kapolda Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto dan Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang.
Aman dan damainya Pemilu Ini katanya tidak lepas dari sinergitas aparat keamanan baik TNI, Polri serta seluruh masyarakat Sulut.
Terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Olly berharap situasi kamtibmas Sulut tetap kondusif.
“Kami sangat mengharapkan keamanan, ketertiban di dalam menyambut hari raya ini, juga kita semua harus turut berpartisipasi agar Sulawesi Utara benar-benar menjadi daerah yang aman, tentram dan damai,” kata Olly.
Gubernur juga meminta dukungan peran dari para tokoh agama di Sulut untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama sehingga bisa selalu terjaga dengan baik, sehingga Sulut menjadi contoh bagi provinsi yang lain dalam hal kerukunan masyarakatnya. (Humas Pemprov Sulut)
Senin, 27 Mei 2019
Gubernur Olly Bukber di Masjid Agung Pangeran Diponegoro Airmadidi, Ini Yang Disampaikan
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri kegiatan buka puasa bersama masyarakat Kabupaten Minahasa Utara yang digelar di Masjid Agung Pangeran Diponegoro, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Senin (27/5/2019) sore.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly bersyukur karena dapat berbuka puasa bersama umat Muslim di Minut.
"Tak pernah berhenti kita berterimakasih kepada Allah SWT yang hari ini sudah mengantar kita di tempat ini dalam rangka acara buka puasa bersama Pemprov Sulut, Pemkab Minut dan seluruh masyarakat dan jemaah Masjid Agung Pangeran Diponegoro ini," kata Olly.
Disamping itu, Olly juga mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat dan tokoh agama di Minut atas kerukunan dan kedamaian antar umat beragama yang terpelihara hingga kini.
"Atas nama Pemprov Sulut, saya sangat berterimakasih karena partisipasi dari seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh agama yang ada di Sulut sehingga kita bisa menjaga ketentraman dan hasilnya bisa kita lihat sekarang banyak sekali orang yang ingin datang berkunjung ke Sulut untuk melihat masyarakat Sulut yang selalu hidup rukun dan damai," ungkap Olly.
Lanjut Olly, manusia ditakdirkan Tuhan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan hubungan dan interaksi dengan sesama manusia. Tambah dia, sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Saya sangat yakin setiap ajaran agama, menganjurkan manusia untuk bekerjasama dan tolong menolong dengan sesama manusia dalam hal kebaikan tanpa batasan ras, suku, adat istiadat dan perbedaan keyakinan," imbuh Olly.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly bersyukur karena dapat berbuka puasa bersama umat Muslim di Minut.
"Tak pernah berhenti kita berterimakasih kepada Allah SWT yang hari ini sudah mengantar kita di tempat ini dalam rangka acara buka puasa bersama Pemprov Sulut, Pemkab Minut dan seluruh masyarakat dan jemaah Masjid Agung Pangeran Diponegoro ini," kata Olly.
Disamping itu, Olly juga mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat dan tokoh agama di Minut atas kerukunan dan kedamaian antar umat beragama yang terpelihara hingga kini.
"Atas nama Pemprov Sulut, saya sangat berterimakasih karena partisipasi dari seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh agama yang ada di Sulut sehingga kita bisa menjaga ketentraman dan hasilnya bisa kita lihat sekarang banyak sekali orang yang ingin datang berkunjung ke Sulut untuk melihat masyarakat Sulut yang selalu hidup rukun dan damai," ungkap Olly.
Lanjut Olly, manusia ditakdirkan Tuhan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan hubungan dan interaksi dengan sesama manusia. Tambah dia, sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Saya sangat yakin setiap ajaran agama, menganjurkan manusia untuk bekerjasama dan tolong menolong dengan sesama manusia dalam hal kebaikan tanpa batasan ras, suku, adat istiadat dan perbedaan keyakinan," imbuh Olly.
Usai sambutan, Gubernur Olly menyerahkan bantuan Al Quran, beras, biskuit dan benih jagung bagi jemaah.
Buka puasa bersama masyarakat Minut turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, Bupati Minut Vonny Panambunan, Imam Masjid Agung Diponegoro, Mahmud Adjiji dan para pejabat Pemprov Sulut.(Humas Pemprov Sulut)
BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan LKPD 15 Kabupaten/Kota se-Sulut
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2018 kepada seluruh kabupaten dan kota se-Sulut di Kantor BPK RI Perwakilan Sulut, Selasa (27/5/2019) siang.
LHP atas LKPD 2018 tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sulut, Tangga Muliaman Purba kepada seluruh bupati dan walikota sambil disaksikan Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis dan Gubernur Olly Dondokambey.
Menariknya, pada LHP LKPD kali ini, dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, 14 diantaranya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedangkan untuk LKPD Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, BPK Tidak Memberikan Pendapat (TMP).
Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis meminta Pemkab Bolmong untuk segera membenahi laporan keuangannya. Harry optimis seluruh kabupaten dan kota di Sulut mampu meraih WTP pada tahun depan.
"Mohon betul-betul perhatikan rekomendasi dari BPK. Saya berharap tahun depan Sulawesi Utara 100 persen WTP," kata Harry.
Lanjut Harry, WTP merupakan amanat undang-undang yang harus dipenuhi seluruh pemerintah daerah di Indonesia.
"WTP adalah kewajiban minimum karena pengelolaan anggaran harus memenuhi tiga unsur yaitu transparansi, bertanggungjawab dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," beber Harry.
Sebelumnya, Kepala BPK RI Perwakilan Sulut, Tangga Muliaman Purba mengatakan bahwa opini WTP yang diterima oleh para kepala daerah harus dijadikan motivasi dalam mewujudkan administrasi keuangan yang lebih baik.
“Jangan mudah puas. Pengelolaan keuangan harus tetap dimaksimalkan dengan mengacu pada prinsip dan asas pengelolaan keuangan,” kata Purba.
Sementara itu, Gubernur Olly mengapresiasi pihak BPK RI Perwakilan Sulut atas terlaksananya penyerahan LHP kabupaten/Kota. Olly optimis manajemen pengelolaan keuangan daerah pemerintah daerah se-Sulut semakin transparan, akuntabel, efektif dan efisien dalam penyelenggaraan pemerintahan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Sulut yang telah melaksanakan penyerahan LHP ini. Saya juga mengucapkan terima kasih Bapak Harry Azhar Azis yang ditengah kesibukannya sebagai Anggota VI BPK RI namun bisa datang ke Sulut menyaksikan penyerahan LHP," kata Olly.
Lanjut Olly, jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sulut berkomitmen untuk terus melakukan perubahan dan perbaikan terhadap manajemen keuangan sebagai salah satu indikator keberhasilan proses pembangunan daerah.
Penyerahan LHP atas LKPD tahun 2018 turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen serta para bupati dan walikota. (Humas Pemprov Sulut)
LHP atas LKPD 2018 tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sulut, Tangga Muliaman Purba kepada seluruh bupati dan walikota sambil disaksikan Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis dan Gubernur Olly Dondokambey.
Menariknya, pada LHP LKPD kali ini, dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, 14 diantaranya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedangkan untuk LKPD Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, BPK Tidak Memberikan Pendapat (TMP).
Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis meminta Pemkab Bolmong untuk segera membenahi laporan keuangannya. Harry optimis seluruh kabupaten dan kota di Sulut mampu meraih WTP pada tahun depan.
"Mohon betul-betul perhatikan rekomendasi dari BPK. Saya berharap tahun depan Sulawesi Utara 100 persen WTP," kata Harry.
Lanjut Harry, WTP merupakan amanat undang-undang yang harus dipenuhi seluruh pemerintah daerah di Indonesia.
"WTP adalah kewajiban minimum karena pengelolaan anggaran harus memenuhi tiga unsur yaitu transparansi, bertanggungjawab dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," beber Harry.
Sebelumnya, Kepala BPK RI Perwakilan Sulut, Tangga Muliaman Purba mengatakan bahwa opini WTP yang diterima oleh para kepala daerah harus dijadikan motivasi dalam mewujudkan administrasi keuangan yang lebih baik.
“Jangan mudah puas. Pengelolaan keuangan harus tetap dimaksimalkan dengan mengacu pada prinsip dan asas pengelolaan keuangan,” kata Purba.
Sementara itu, Gubernur Olly mengapresiasi pihak BPK RI Perwakilan Sulut atas terlaksananya penyerahan LHP kabupaten/Kota. Olly optimis manajemen pengelolaan keuangan daerah pemerintah daerah se-Sulut semakin transparan, akuntabel, efektif dan efisien dalam penyelenggaraan pemerintahan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Sulut yang telah melaksanakan penyerahan LHP ini. Saya juga mengucapkan terima kasih Bapak Harry Azhar Azis yang ditengah kesibukannya sebagai Anggota VI BPK RI namun bisa datang ke Sulut menyaksikan penyerahan LHP," kata Olly.
Lanjut Olly, jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sulut berkomitmen untuk terus melakukan perubahan dan perbaikan terhadap manajemen keuangan sebagai salah satu indikator keberhasilan proses pembangunan daerah.
Penyerahan LHP atas LKPD tahun 2018 turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen serta para bupati dan walikota. (Humas Pemprov Sulut)
Hebat, Pemprov Sulut Cetak Quintrick WTP dari BPK RI
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk kelima kalinya secara berturut-turut atau quintrick meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas laporan keuangan Pemprov Sulut tahun 2018.
Laporan hasil pemeriksaan tersebut diserahkan langsung oleh Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis kepada Gubernur Olly Dondokambey sambil disaksikan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw pada rapat paripurna di Kantor DPRD Sulut, Selasa (27/5/2019) pagi.
Harry mengungkapkan bahwa pencapaian opini WTP untuk kelima kalinya secara berturut-turut oleh Pemprov Sulut atau ketiga kalinya di era kepemimpinan Gubernur Olly ini juga diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sulut.
"Tujuan akhir WTP adalah meningkatnya kemakmuran rakyat. Seperti di Sulut, perekonomian tumbuh 6,01 persen, penduduk miskin turun menjadi 7,5 persen dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) mencapai 72,2. Semuanya ini lebih baik dari rata-rata nasional," kata Harry.
Lanjut Harry, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK, dapat disimpulkan bahwa penyusunan LKPD Pemprov Sulut tahun 2018 telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual, telah diungkapkan secara memadai, dan tidak terdapat ketidakpatuhan yang berpengaruh langsung dan material.
Selain itu Pemprov Sulut telah menyusun dan merancang unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan.
Menurut Harry, prestasi ini menjadi momentum untuk lebih mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah sehingga akan menjadi kebanggaan bersama yang patut dipertahankan oleh seluruh jajaran Pemprov Sulut.
Kendati demikian, meskipun telah memberikan opini WTP, BPK tetap memberikan catatan tentang laporan keuangan ataupun kemungkinan timbulnya ketidakakuratan pelaksanaan kegiatan yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu 60 hari.
Di tempat yang sama, Gubernur Olly menyampaikan terima kasih kepada BPK RI atas hasil pemeriksaan laporan keuangan Pemprov Sulut.
"Secara khusus, saya ucapkan terima kasih dan berikan apresiasi kepada BPK RI. Tentunya hasil yang diberikan akan mendorong manajemen pengelolaan keuangan daerah yang semakin transparan, akuntabel, efektif dan efisien, dalam penyelenggaraan pemerintahan," ujar Olly.
Disamping itu, Gubernur Olly juga berjanji segera menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK atas hasil pemeriksaan LKPD Pemprov Sulut.
"Saya mengajak kita semua untuk tidak pernah puas dengan opini yang telah diraih selama ini, tetapi terus terpacu untuk melakukan perbaikan-perbaikan, pembenahan-pembenahan dan memaksimalkan pengelolaan keuangan daerah," beber Olly.
Penyerahan opini WTP turut dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw, Kepala BPK RI Perwakilan Sulut Tangga Muliaman Purba, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)
Laporan hasil pemeriksaan tersebut diserahkan langsung oleh Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis kepada Gubernur Olly Dondokambey sambil disaksikan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw pada rapat paripurna di Kantor DPRD Sulut, Selasa (27/5/2019) pagi.
Harry mengungkapkan bahwa pencapaian opini WTP untuk kelima kalinya secara berturut-turut oleh Pemprov Sulut atau ketiga kalinya di era kepemimpinan Gubernur Olly ini juga diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sulut.
"Tujuan akhir WTP adalah meningkatnya kemakmuran rakyat. Seperti di Sulut, perekonomian tumbuh 6,01 persen, penduduk miskin turun menjadi 7,5 persen dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) mencapai 72,2. Semuanya ini lebih baik dari rata-rata nasional," kata Harry.
Lanjut Harry, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK, dapat disimpulkan bahwa penyusunan LKPD Pemprov Sulut tahun 2018 telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual, telah diungkapkan secara memadai, dan tidak terdapat ketidakpatuhan yang berpengaruh langsung dan material.
Selain itu Pemprov Sulut telah menyusun dan merancang unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan.
Menurut Harry, prestasi ini menjadi momentum untuk lebih mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah sehingga akan menjadi kebanggaan bersama yang patut dipertahankan oleh seluruh jajaran Pemprov Sulut.
Kendati demikian, meskipun telah memberikan opini WTP, BPK tetap memberikan catatan tentang laporan keuangan ataupun kemungkinan timbulnya ketidakakuratan pelaksanaan kegiatan yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu 60 hari.
Di tempat yang sama, Gubernur Olly menyampaikan terima kasih kepada BPK RI atas hasil pemeriksaan laporan keuangan Pemprov Sulut.
"Secara khusus, saya ucapkan terima kasih dan berikan apresiasi kepada BPK RI. Tentunya hasil yang diberikan akan mendorong manajemen pengelolaan keuangan daerah yang semakin transparan, akuntabel, efektif dan efisien, dalam penyelenggaraan pemerintahan," ujar Olly.
Disamping itu, Gubernur Olly juga berjanji segera menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK atas hasil pemeriksaan LKPD Pemprov Sulut.
"Saya mengajak kita semua untuk tidak pernah puas dengan opini yang telah diraih selama ini, tetapi terus terpacu untuk melakukan perbaikan-perbaikan, pembenahan-pembenahan dan memaksimalkan pengelolaan keuangan daerah," beber Olly.
Penyerahan opini WTP turut dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw, Kepala BPK RI Perwakilan Sulut Tangga Muliaman Purba, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)
Minggu, 26 Mei 2019
Gubernur Olly Tebar Spirit Kerukunan di HUT ke-30 KBK Keuskupan Manado
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-30 dan Festival Seni Budaya II Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado di Kompleks Gereja Katolik Kerahiman Ilahi Paroki Roh Kudus Matani, Tomohon, Minggu (26/5%2019) siang.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengucapkan selamat merayakan HUT ke-30 dan mengikuti Festival Seni Budaya II kepada KBK Keuskupan Manado.
"Atas nama Pemprov Sulut, saya ucapkan terima kasih kepada KBK Kesukupan Manado yang telah melaksanakan kegiatan ini. Saya harap kegiatan keagamaan bisa setiap tahun diselenggarakan di Sulut," kata Olly.
Lanjut Olly, kegiatan-kegiatan keagamaan mampu menjaga keamanan, ketertiban dan harmonisasi kehidupan masyarakat Sulut serta semakin menampakkan kesadaran bahwa “Torang Samua Ciptaan Tuhan”.
"Semua orang bisa melihat kerukunan yang ada di Sulut. Dampaknya semakin banyak orang yang berkunjung ke sini termasuk investor seperti para pengusaha hotel dan lainnya. Ini dampaknya sangat besar karena pertumbuhan ekonomi kita di sulut menurut BPS sangat ditopang dengan kunjungan wisman dan wisatawan nusantara," ungkap Olly.
Lebih jauh, Olly mengajak semua pihak termasuk KBK Keuskupan Manado untuk terus menjaga kerukunan dan keamanan Sulut agar sektor pariwisata dapat terus berkembang pesat.
"Semua ini tidak lepas dari peran Polri, TNI Sulut dan semua stakeholder di Sulut yang selalu bekerja sama menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat yang berdampak baik bagi kemajuan pariwisata Sulut," imbuh Olly.
Perayaan HUT ke-30 dan Festival Seni Budaya II Kaum Bapak Katolik Kesuskupan Manado turut dihadiri Sekdaprov Edwin Silangen, Uskup Manado, MGR. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, Ketua KBK Keuskupan Manado, Edwin Kindangen dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengucapkan selamat merayakan HUT ke-30 dan mengikuti Festival Seni Budaya II kepada KBK Keuskupan Manado.
"Atas nama Pemprov Sulut, saya ucapkan terima kasih kepada KBK Kesukupan Manado yang telah melaksanakan kegiatan ini. Saya harap kegiatan keagamaan bisa setiap tahun diselenggarakan di Sulut," kata Olly.
Lanjut Olly, kegiatan-kegiatan keagamaan mampu menjaga keamanan, ketertiban dan harmonisasi kehidupan masyarakat Sulut serta semakin menampakkan kesadaran bahwa “Torang Samua Ciptaan Tuhan”.
"Semua orang bisa melihat kerukunan yang ada di Sulut. Dampaknya semakin banyak orang yang berkunjung ke sini termasuk investor seperti para pengusaha hotel dan lainnya. Ini dampaknya sangat besar karena pertumbuhan ekonomi kita di sulut menurut BPS sangat ditopang dengan kunjungan wisman dan wisatawan nusantara," ungkap Olly.
Lebih jauh, Olly mengajak semua pihak termasuk KBK Keuskupan Manado untuk terus menjaga kerukunan dan keamanan Sulut agar sektor pariwisata dapat terus berkembang pesat.
"Semua ini tidak lepas dari peran Polri, TNI Sulut dan semua stakeholder di Sulut yang selalu bekerja sama menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat yang berdampak baik bagi kemajuan pariwisata Sulut," imbuh Olly.
Perayaan HUT ke-30 dan Festival Seni Budaya II Kaum Bapak Katolik Kesuskupan Manado turut dihadiri Sekdaprov Edwin Silangen, Uskup Manado, MGR. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, Ketua KBK Keuskupan Manado, Edwin Kindangen dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)
Gubernur Olly : Sulut Aman Investor Masuk
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat Kota Tomohon dalam menjaga kondusifitas kehidupan yang harmonis, rukun dan damai yang mendorong semakin berkembangnya pembangunan Tomohon.
"Sulut begitu aman, damai dan tentram sehingga banyak orang mau berkunjung dan berinvestasi di sulut. Begitu juga di Tomohon, sudah banyak investor yang membangun hotel. Saya kira hal ini harus kita syukuri bersama karena peran gereja dan pemerintah yang selalu bekerja bersama sama untuk menjaga ketentraman," kata Olly saat menghadiri ibadah penerimaan Pdt. Like Tineke Andretha Dondokambey di GMIM Getsemani Lansot Sarongsong, Minggu (26/5/2019) pagi.
Lanjut Oll, pembangunan sektor pendidikan Sulut sangat penting dikerjakan agar dapat menghasilkan SDM berkualitas yang dibutuhkan dalam dunia usaha, industri dan sektor lainnya. Tambah dia, generasi muda Sulut yang sedang menempuh pendidikan saat ini harus mampu bersaing di masa yang akan datang.
"Harapan kira ke depan untuk generasi muda kita akan mendapatkan pekerjaan yang baik. Kalau kita serius menangani sektor pendidikan pasti kita menjadi yang terdepan," beber Olly.
Disamping itu, Olly juga mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat Tomohon atas Pemilu 2019 hingga pesta demokrasi lima tahunan itu dapat berjalan lancar, aman dan damai.
Terkait ibadah penerimaan Pdt. Andretha Dondokambey sebagai pendeta pelayan GMIM Getsemani, Olly berharap melalui momentum sukacita tersebut, jemaat semakin diperkuat dengan bentangan Firman dan pedoman hidup sekaligus pencerahan-pencerahan imani dari perspektif Alkitabiah tentang pelayanan, kesaksian dan pesekutuan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Walikota Tomohon Jimmy Eman, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina, Ketua BPMJ GMIM Getsemani Lansot Pdt. Wowor-Turang dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)
"Sulut begitu aman, damai dan tentram sehingga banyak orang mau berkunjung dan berinvestasi di sulut. Begitu juga di Tomohon, sudah banyak investor yang membangun hotel. Saya kira hal ini harus kita syukuri bersama karena peran gereja dan pemerintah yang selalu bekerja bersama sama untuk menjaga ketentraman," kata Olly saat menghadiri ibadah penerimaan Pdt. Like Tineke Andretha Dondokambey di GMIM Getsemani Lansot Sarongsong, Minggu (26/5/2019) pagi.
Lanjut Oll, pembangunan sektor pendidikan Sulut sangat penting dikerjakan agar dapat menghasilkan SDM berkualitas yang dibutuhkan dalam dunia usaha, industri dan sektor lainnya. Tambah dia, generasi muda Sulut yang sedang menempuh pendidikan saat ini harus mampu bersaing di masa yang akan datang.
"Harapan kira ke depan untuk generasi muda kita akan mendapatkan pekerjaan yang baik. Kalau kita serius menangani sektor pendidikan pasti kita menjadi yang terdepan," beber Olly.
Disamping itu, Olly juga mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat Tomohon atas Pemilu 2019 hingga pesta demokrasi lima tahunan itu dapat berjalan lancar, aman dan damai.
Terkait ibadah penerimaan Pdt. Andretha Dondokambey sebagai pendeta pelayan GMIM Getsemani, Olly berharap melalui momentum sukacita tersebut, jemaat semakin diperkuat dengan bentangan Firman dan pedoman hidup sekaligus pencerahan-pencerahan imani dari perspektif Alkitabiah tentang pelayanan, kesaksian dan pesekutuan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Walikota Tomohon Jimmy Eman, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina, Ketua BPMJ GMIM Getsemani Lansot Pdt. Wowor-Turang dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)
Langganan:
Postingan (Atom)