Sejak keberadaannya di indonesia pada awal tahun 1925, kegiatan amatir radio indonesia telah banyak membaktikan diri kepada bangsa baik sebagai media perjuangan, mempersiapkan dan merebut serta mengisi kemerdekaan maupun memberi kontribusi pemikiran dan gagasan dalam mendukung kinerja pemerintah.
Sejalan dengan itu, seiring dengan perkembangan dan dinamika yang terjadi, ORARI dituntut untuk terus mengembangkan kapasitasnya sebagai penyalur bakat yang penuh manfaat baik secara kualitas maupun secara kuantitas dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan melalui implementasi nyata dari fungsi dan peranan yang diemban ORARI itu sendiri dan sebagai mitra aktif pemerintah daerah khususnya penyebaran informasi program dan kebijakan pembangunan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan oleh pemerintah.
Demikian yang disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara DR. Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutannya sebagai Ketua ORARI Daerah Sulawesi Utara pada acara pembukaan Musyawarah Daerah VII ORARI Daerah Sulawesi Utara bertempat di Graha Gubernuran Jumat 20 Februari 2015. Acara Musda itu sendiri dibuka langsung oleh Ketua Umum ORARI Bapak Sutiyoso yang hadir langsung serta membawakan sambutan dan membuka acara.
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Sabtu, 21 Februari 2015
Jumat, 20 Februari 2015
SHS: Sambut Gembira Festival Budaya India
Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang menyambut gembira Festival budaya tradisional India, digelar di daerah ini. Karena melalui kegiatan seperti ini akan semakin memper-erat hubungan persahabatan dan persaudaraan masyarakat kedua bangsa. Hal itu disampaikan Gubernur saat membuka pagelaran seni budaya tarian Bhangra dari Provinsi Punjab India yang bertemakan Sahabat India di Auditorium Mapalaus Kantor Gubernur, Jumat (20/2).
Karena itu Gubernur mengajak sahabatku Konjen India di Bali Amarjeet Singh Takhi tidak usah sungkan-sungkan dan perlu kalian tau disini (Sulut-red), kalian bisa menikmati keindahan yang berada di sulawesi utara. Hasil dari pelayanan pasar swalayan, pemerintahan yang ramah, panorama yang bagus, dan kalian semua tahu di sulut ada taman laut bunaken.
Karena sesungguhnya India dan Indonesia lanjut Sarundajang, punya kesamaan dengan budaya India dan suatu saat nanti kerjasama yang luar biasa pasti akan terjadi antara Sulut dan India, jelas Gubernur Sarundajang sembari menyampaikan terima kasih banyak untuk kalian semua yang boleh bersama-sama dengan kami di daerah Niur Melambai, tandas SHS.
Sebelumnya Konjen Amarjeet Singh Takhi menyebutkan, kegiatan ini didukung sepenuhnya Gubernur Sulut dan pejabat di sini untuk memperkenalkan budaya India, sekaligus menjalin persahabat dan persaudaraan antar kedua bangsa dan negara.
Saat ini kami menyambut dengan kehangatan atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian, termasuk warga India yang berdiaspora untuk menyaksikan tarian Bahngra yang berasal dari Provinsi Punjab India.
Dalam kesempatan itu untuk yang kedua kalinya Takhi menyebutkan bahwa India bersedia membantu para tenaga dosen, guru, pejabat, mahasiswa serta wartawan yang ingin melanjutkan study di S2 dan S3 perguruan tinggi di negaranya, melalui program bea siswa gratis. "kami ingin membantu kalian disini untuk melanjutkan studi di India, ada Empat perguruan tinggi yang telah siap menampungnya", janji Takhi.
Sebelum dimulai pagelaran ini, terlebih dahulu telah dikumandangkan lagu kebangsaa kedua negara.
Hadir dalam acara ini, Kejati Sulut TM Syah Risal SH, Kepala BPKP Sulut Adil Hamonangan Pangihutan, Bupati Sitaro Toni Supit, Wakil Konjen Philipina Jan Sherwin P Wenceslao bersama Mandamme Maria Cecilia P Wenceslao, Wakil Konjen India Surinder Reddy, Anggota Deprov Sulut Eva Sarundajang dan Marlina Moha Siahaan, Kadis Budpar Ir Happy TR Korah MSi serta para pejabat Eselon II dan III dilingkungan pemprov Sulut. (Kabag Humas Drs jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov)
SHS menerima konjen RI untuk Guangzhou China
Bertempat di ruang kerja Gubernur di jalan 17 Agustus no. 69 manado, Gubernur Sulawesi Utara DR. Sinyo Harry Sarundajang menerima kunjungan Konsul Jenderal RI untuk Guangzhou China ibu Ratu Silvy Gayatri bersama staf dan rombongan. Dalam kedatangannya ke Provinsi Sulawesi Utara, ibu konjen membawa serta juga 200 orang turis asal china yang rencananya akan berada kurang lebih 4 hari di bumi nyiur melambai ini, dan direncanakan dalam waktu 4 hari tersebut akan ikut berdatangan rombongan turis lainnya ke Sulut sehingga berjumlah 2000 orang turis dari china ke Sulawesi Utara sampai dengan tanggal 24 Februari ini.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kedatangan ibu konjen dan rombongan yang menilai bahwa Provinsi Sulawesi Utara merupakan daerah yang potensial untuk dikunjungi dan dilakukan kerjasama terutama dalam hal pariwisata. Dikatakan Gubernur bahwa Sulawesi Utara memang merupakan salah satu destinasi wisata terutama wisata laut dimana taman laut bunaken sudah menjadi destinasi wisata dunia. Juga terdapat potensi pesisir pantai baik pantai berpasir putih maupun hitam yang eksotis, selain terdapat juga terdapat danau yang indah. Potensi lainnya adalah wisata budaya dan wisata kuliner yang menonjol serta hasil bumi rempah rempah/ spicies seperti cengkeh, pala dan vanila dan juga wisata highland dan religius. Potensi - potensi tersebut kiranya dapat dilihat dan diliput oleh para turis dimana sebagian turis yang datang juga merupakan wartawan/ unsur media.
Gubernur juga sangat berterimakasih karena sebelum ini juga telah melakukan kesepakatan dengan pemerintah china kaitan dengan investasi besar di Sulawesi Utara seperti pembangunan jalan tol, rel kereta api dan kawasan ekonomi khusus di bitung.
Setelah pertemuan ini Gubernur juga akan menerima dan menjamu khusus kepada konjen dan rombongan di graha bumi beringin pada minggu malam dengan berbagai atraksi kesenian dan budaya. (Kabag Humas Pemprov Drs. Jahja Rondonuwu, MSi)
SHS Fesbudaton Terus Dilestarikan
Festival Seni Budaya Jawa Tondano (Fesbudaton) merupakan
momen cerdas dalam menjaga dan melestarikan potensi budaya lokal sebagai salah
satu akselerator percepatan pembangunan daerah dibidang pariwisata, hal itu di
sampaikan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang ketika membuka Fesbudaton X
di Masjid Agung Al-Fatah Kyai Mojo Tondano Minahasa, Kamis (19/2).
Pemerintah dan masyarakat Sulawesi utara memberi apresiasi yang
tinggi, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat Jawa Tondano
(jaton) yang telah mengorbitkan dan melestarikan kultur budaya yang mempesona
ini, sembari menyebutkan festival ini patut mendapat respons positif dari
seluruh komponen masyarakat Bumi Nyiur Melambai, sebagai bentuk penghargaan
terhadap kreatifitas budaya yang perlu dilestarikan untuk menjadi kekuatan
pengembangan pariwisata di sulut dan minahasa,
guna menarik minat wisatawan, tandas Sarundajang. Hadir Wagub Dr
Djouhari Kansil MPd, unsur Forkopimda Sulut serta para pejabat pemprov. (Kabag humas Drs jahja
Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).
Kamis, 19 Februari 2015
Hari ini Nonton Gratis Tarian Bhangra di Auditorium Mapalaus
Jumat (20/2) hari ini Pukul 19:00 Wita di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, akan berlangsung pementasan pagelaran seni budaya berupa tarian rakyat Bhangra dari Punjab India. Hal itu dikatakan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Sulut Ir Happy T R Korah MSi, Kamis kemarin.
Pagelaran bertajuk "Festival of India on Indonesia" dalam rangka menyambut perayaan ulang Tahun (Annyversari) negara tersebut, akan dihadiri Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Gurjid Singh bersama Isteri, Konjen India di Bali AS Takhi, Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang, Wagub Dr Djouhari Kansil MPd, Unsur Forkopimda Sulut bersama para pegawai, pejabat dan pengusaha di daerah ini, jelas mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Sulut .
Korah mengatakan, Dubes India untuk Indonesia dan Konjen India di Bali bersama tim kesenian negerinya Mahatma Ghandi saat ini sudah berada di Sulawesi Utara, mereka sedang melakukan latihan panggung untuk pagelaran pada malam harinya.
Karena itu Korah mengajak seluruh warga masyarakat Sulawesi Utara untuk dapat menyaksikan secara langsung pagelaran seni tari yang penuh sensasional ini, karena tidak ada punggutan biaya alias nonton gratis. (Kabag humas Drs jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).
Pagelaran bertajuk "Festival of India on Indonesia" dalam rangka menyambut perayaan ulang Tahun (Annyversari) negara tersebut, akan dihadiri Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Gurjid Singh bersama Isteri, Konjen India di Bali AS Takhi, Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang, Wagub Dr Djouhari Kansil MPd, Unsur Forkopimda Sulut bersama para pegawai, pejabat dan pengusaha di daerah ini, jelas mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Sulut .
Korah mengatakan, Dubes India untuk Indonesia dan Konjen India di Bali bersama tim kesenian negerinya Mahatma Ghandi saat ini sudah berada di Sulawesi Utara, mereka sedang melakukan latihan panggung untuk pagelaran pada malam harinya.
Karena itu Korah mengajak seluruh warga masyarakat Sulawesi Utara untuk dapat menyaksikan secara langsung pagelaran seni tari yang penuh sensasional ini, karena tidak ada punggutan biaya alias nonton gratis. (Kabag humas Drs jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).
Rabu, 18 Februari 2015
SHS: Imlek Telah Dirayakan Segenap Warga Bangsa
Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang menyampaikan
selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh umat Tri Dharma di Sulawesi Utara, yang
akan merayakannya pada Kamis (19/2) hari ini. Ucapan selamat tersebut disampaikan SHS, di
kediaman rudis Gubernur di Bumi Beringin Manado, Rabu (18/2) kemarin.
Gubernur mengatakan Tahun Baru Imlek merupakan momentum yang
tepat bagi umat Tri Dharma dan masyarakat Tionghoa untuk melakukan introspeksi
diri, refeksi dan evaluasi serta melakukan transformasi diri menuju
kebijaksanaan, kepekaan social dan kemuliaan.
Lewat Imlek ini kita dapat membangun kebersamaan, persatuan
dan perdamaian, menjalin kesetiakawanan dan menumbuhkan kepedulian diantara sesama
warga bangsa, ajak SHS, sembari menyebutkan, imlek juga merupakan titik tolak
untuk menumbuhkan semangat baru dan harapan baru diantara sesama masyarakat di
bumi pertiwi.
SHS mengakui dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini,
kita merasakan tahun baru imlek bukan hanya dirayakan secara meriah dan sukacita
oleh masyarakat tionghoa, tapi juga oleh segenap warga bangsa di seluruh
nusantara. Semangat aksi barongsai, temaran beraneka lampion dan beragam aksesori budaya etnis tionghoa
menjadikan perayaan imlek lebih meriah di berbagai daerah termasuk di Sulut.
Ini menunjukan bahwa bangsa kita, benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai
kebersamaan , meneguhkan semangat bhineka tunggal ika dan memberi ruang besar
bagi masyarakat tionghoa tanpa ada lagi sikap diskriminasi, tandas salah satu
tokoh yang menjunjung tinggi pluralisme ini. Hadir Karo Kesra dr Bahagia
Mokoagouw MKes serta Karo Pemerintahan dan Humas Dra Lynda Watania MM MSi. (Kabag
humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).
Gubernur SKPD Harus Bantu PKK
Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang berharap, seluruh
SKPD dilingkungan Pemprov Sulut harus bantu program kegiatan TP.PKK Provinsi
Sulut. Harapan Gubernur itu disampaikan pada Rakor pembahasan dan eveluasi MOU
2014 SKPD dengan PKK dan Pembahasan rencana program MOU 2015 di Gubernuran Bumi
Beringin Manado, Rabu (18/2) kemarin.
selaku Pembina PKK
Sulut, Gubernur tak lupa memberi apresiasi
positif terhadap kinerja TP PKK Sulut di bawah komando sang isteri tercinta Ibu
Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun yang telah banyak memberi kontibusi nyata bagi
keberhasil pembangunan daerah.
Selain itu Gubernur minta tiga hal kepada pimpinan SKPD terkait
bidang pendidikan, ekonomi dan bidang kesehatan. Bidang pendidikan Gubernur berharap
ada peningkatan Human Development Index (HDI) dari yang ada sekarang,
peningkatan ekonomi dengan mencegah terjadinya invlasi pada bahan kebutuhan
pokok masyarakat, serta bidang kesehatan melakukan pemberantasan terhadap
penyakit menular maupun penyakit tidak menular, jelas Sarundajang sembari berharap
kontribusi SKPD terkait melihat pentingnya kemananan makanan. Karena itu tentunya
kita harus lakukan edukasi. Sementara untuk Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulut
kiranya dapat menata restoran-restoran
yang ada di lokasi objek wisata terkait dengan cara penyajian menu makanan
secara higienis, termasuk perilaku sopan santun dan kerapihan seorang pelayan,
jelas Gubernur dua periode ini.
Sementara untuk TP PKK Sulut, suami tercinta dari Ibu Deetje
Sarundajang Laoh Tambuwun minta agar PKK dapat melakukan sosialisasi tentang
gizi, karena ini penting bagi kesehatan manusia agar selalu sehat, juga dalam
menghadapi pasar mebas Masyarakat Economi Asean (MEA) 2015 Sarundajang berharap perlu
dilakukan pelatihan ketrampilan kepada ibu-ibu PKK provinsi maupun kab/ko. Ia juga
mengajak PKK untuk berkebun melalui gerakan sentuh tanah, dengan gerakan menaman.
Ketua TP PKK Sulut Ny Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun
menambahkan dari 57 SKPDdi Provinsi Sulut ada 24 SKPD yang belum memasukan
MOUdari 2014 lalu. Karenaitu First Lady Sulut berharap SKPD tersebut dapat
melakukan action di tahun 2015 terlebih dalam menyambut hajatan nasional Bulan
Bahkti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XII dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak
(HKG) PKK ke 43 Tingkat nasional yang
dipusatkan di Kabupaten Minut akhir Mei 2015 mendatang. Turut hadir Wakil Ketua
TP PKK Sulut Ibu Mieke Kansil Tatengkeng bersama anggotanya serta para pejabat
Eselon II di lingkungan Pemprov Sulut (Kabag humas Drs jahja Rondonuwu MSi
selaku jubir pemprov)
Langganan:
Postingan (Atom)