Senin, 19 Desember 2016

Pemprov Matangkan Persiapan Natal Nasional.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Edwin H Silangen SE MS memimpin rapat persiapkan Natal Nasional yang akan dilaksanakan di gedung Wale NeTou  Tondano tanggal 27 desember 2016 bertempat di Ruang rapat Tumbelaka senin (19/12) kemarin.

Gerak cepat langsung dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mempersiapkan Acara Natal  dan rencana  kedatangan bapak Presiden RI Ir Joko Widodo.

Silangen mengatakan agar pemerintah kabupaten /kota serta masyarakat untuk ikut serta mensukseskan iven Nasional ini , diharapkan untuk menjaga stabilitas keamanan dan menjaga kekompakan demi sukses acara ini

Yang hadir dalam rapat para Asisten dan Pejabat Eselon 2 dilingkup Pemprov Sulut dan Asisten 1  Pemerintah Kabupaten Minahasa  ( Humas Pemprov Sulut)

Ratusan Lansia Terima Bantuan UEP

Ratusan  lanjut usia (Lansia) belum lama ini menerima bantuan UEP dengan total Rp 150 juta.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Sulawesi Utara, dr Lisye Grace Punuh MKes ketika  memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di aula Dinsos Sulut.
Dijelaskan Punuh bahwa ratusan  lansia yang tersebar di kabupaten / kota menerima bantuan dana melalui lembaga kesejahteraan sosial lanjut usia.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara ini menguraikan bahwa program bantuan tersebut untuk meringankan beban para fakir miskin dan kelanjutannya untuk bisa memberikan manfaat agar mengangkat perekonomian.
Dan seiring dengan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan  (ODSK), Punuh menandaskan bahwa dengan memberikan bantuan diharapkan ada penguatan modal usaha untuk kegiatan usaha ekonomi produktif yang berdampak pada kemampuan meningkatkan ketersediaan pangan bagi rumah tangga rawan pangan/miskin sebagai kelompok sasaran/binaan pedesaan dan perkotaan.

Sulut Hebat, Rp. 20000 Resmi Beredar Bergambar GSSJ Sam Ratulangi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 (sebelas) pecahan uang Rupiah Desain Baru Tahun Emisi (TE) 2016, di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12) pagi. Peresmian ini sekaligus menandai mulai berlakunya sebelas pecahan uang tersebut di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, mencintai rupiah adalah salah satu wujud kecintaan kita kepada kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia. “Setiap lembar rupiah adalah wujud kedaulatan kita sebagai negara, bahwa kita tidak bertransaksi dengan mata uang negara lain. Setiap lembar rupiah adalah bukti kemandirian Indonesia, kemandirian ekonomi kita di tengah ekonomi dunia,” ujarnya.

Mengenai ditampilkannya gambar pahlawan nasional, tari nusantara, dan pemandangan alam Indonesia dalam setiap lembar rupiah, menurut Presiden, hal itu sebagai wujud kecintaan budaya dan karakteristik bangsa Indonesia.

Karena itu, Presiden Jokowi mengajak setiap insan di tanah air untuk terus mencintai rupiah dengan cara-cara yang nyata. Selalu menggunakan rupiah untuk setiap transaksi keuangan di dalam negeri, dan menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah.

“Saya rasa penting, saya sampaikan bahwa kalau kita cinta rupiah, maka kita tidak membuat dan menyebar gosip-gosip aneh dan kabar-kabar bohong tentang rupiah. Karena menghina rupiah sama saja dengan menghina Indonesia. Ingat bahwa rupiah tidak akan diganti dan tidak akan tergantikan,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menginstruksikan agar unsur pengaman pada uang rupiah perlu terus diperkuat untuk menghindari pemalsuan. Ia meminta agar teknologi pengamanan yang digunakan negara, jangan sampai kalah dengan para pemalsu rupiah.

“Saya juga minta diperhatikan benar-benar tentang ketersediaan rupiah di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di daerah-daerah terdepan, di daerah-daerah terpencil, di beranda Indonesia. Gencarkanlah ketersediaan dan semangat penggunaan rupiah di seluruh daerah,” seru Presiden.

Presiden juga menekankan, bahwa karena rupiah itu adalah ciri khas, identitas Indonesia, maka ia mengajak semua warga Indonesia untuk menjaga martabat dan kedaulatan rupiah negara di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di seluruh dunia.

Sementara Itu Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw yang mengikuti acara tersebut menyatakan rasa bangga dan terima kasih kepada Presiden RI, karena gambar salah satu pahlawan Sulawesi Utara DR GSSJ Samratulangi hadir menghiasi uang Rp. 20000. Hal itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap jasa Samratulangi dalam membangun Sulut serta Indonesia, semua masyarakat harus bersyukur pahlawan Sulut mendapat penghargaan dari pemerintah.(humas provinsi sulut)

Serahkan Penghargaan Kepegawaian Silangen Harapkan SKPD Terus Berinovasi Tingkatkan Pelayanan

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin H Silangen SE MS mengaharapkan Badan Kepegawaian Daerah baik di Provinsi Maupun Kabupaten Kota untuk meningkatkan pelayanan. Harapan ini disampaikan Silangen saat menyerahkan Penghargaan Kepegawaian Award Tahun 2016 di ruang CJ Rantung, Senin(19/12).
Lebih lanjut dikatakan Silangen agenda strategis dengan aroma kompetisi seperti ini merupakan stimulan yang sangat efektif dan tepat sasaran bagi setiap SKPD dan BKD Kabupaten/Kota, untuk dapat meningkatkan kualitas kerja dan pelayanannya melalui inovasi-inovasi layanan kepegawaian yang konstruktif, sehingga secara akumulatif tidak saja berimbas pada berubahnya budaya dan sistem kerja ke arah yang semakin baik namun akan bermuara pada pencapaian derajat kesejahtraan daerah yang setinggi-tingginya.
Selain itu Silangen juga menyampaikan bagi SKPD dan Kabupaten/kota yang belum mampu menorehkan hasil terbaik hendaknya terus bekerja keras, jadikan kegagalan sebagai pelecut untuk prestasi di tahun-tahun yang akan datang, serta terus hasilkan inovasi layanan yang lebih baik lagi bagi kemajuan kita bersama.
Adapun Pemenang penghargaan Kepegawaian Award berturut-turut terbaik I, II dan III adalah,  Kategori Pengembangan Kompetensi Aparatur Kab. Bolmut, Kab. Minahasa dan Kab. Bolmong dan untuk SKPD Pemprov Dinas Kesehatan, BPK & BMD dan RSJ Prof DR VL Ratumbuysang. Kategori pelayanan kenaikan pangkat Kab. Bolmong, Kota Kotamobagu dan Kota Bitung, SKPD Pemprov Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Kehutanan dan Dinaa Kesehatan. Kategori Pelayanan Pensiun Kota Manado, Kab. Minahasa dan Kab Bolsel, SKPD Pemprov Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan dan Dinas Kehutanan. Kategori Pembinaan Disiplin Aparatur, Kota Bitung, Kab. Minsel, Kab. Bolsel, SKPD Pemprov Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi, Badan Ketahanan Pangan dan Biro Hukum Setda Prov. Sulut. Kategori Badan Kepegawaian Daerah Terbaik Kota Tomohon, Kab. Kep. Talaud dan Kab. Boltim. dan Kategori Pengelolaan Kepegawaian Terbaik SKPD Pemprov Sulut Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan dan Dinas Pendapatan Daerah.
(Humas Pemprov Sulut)

Minggu, 18 Desember 2016

Menteri dan Gubernur Tinjau Kesiapan Natal Nasional

 

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita  bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE meninjau Lokasi Pertamina Geothermal Energy Tompaso Kabupaten Minahasa minggu (18/12) kemarin

Kunjungan menteri dalam rangka melihat kesiapan  Natal Nasional dan PLTP  yang akan di resmikan Presiden RI Joko Widodo pada 27 desember nanti.

Setelah mengunjungi PLTP Tompaso, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Minahasa dengan mengunjungi Benteng Moraya dan Gedung Wale Ne Tou Tondano.

Gedung Wale Ne Tou Tondano adalah lokasi pelaksanaan Natal Nasional sedangkan Benteng Moraya adalah salah satu tempat wisata budaya yang akan diusulkan untuk diresmikan oleh Presiden Jokowi sebelum menghadiri Natal Nasional.

“Soal kesiapan, saya kira sudah bagus tinggal difinishing saja,” ujar Lukita. Sementara itu terkait Benteng Moraya, Lukita mengaku kagum terutama dengan ditemukannya waruga (kuburan tua) dilokasi Benteng Moraya.

“Benteng Moraya ini adalah tempat yang punya nilai sejarah. Saya berharap ini bisa dilestarikan dalam upaya menarik kunjungan wisata,” imbuhnya.

“kami nanti akan usulkan ke Presiden agar Benteng Moraya ini juga bisa diresmikan secara on the spot oleh Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Menteri Perdagangan RI (Kanan) didampingi Bupati JWS saat mengabadikan Waruga di lokasi Benteng Moraya

Kunjungan Lukita ke Minahasa, untuk meninjau kesiapan Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa dalam menggelar Natal Nasional yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi pada tanggal 27 Desember 2016 mendatang.

Bupati Minahasa Jantje Woiwiling Sajow, Sekprov Sulut Edwin Silangen dan Sekda Minahasa Jeffry Korengkeng turut mendampingi Lukita dan Domdokbambey saat menyambangi Minahasa hari ini. ( Humas Pemprov Sulut).

PLN Berupaya Agar Listrik Menjelang Natal dan Tahun Baru Tidak Terganggu.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik dan mendukung program Pemerintah Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub  Drs Steven O.E Kandouw ,kerja keras dan jerih lelah senantiasa dilakukan para petugas PLN demi lampu di setiap rumah warga tetap menyala. Berbagai upaya kerap dilakukan agar padam dapat diantisipasi mulai dari pemeliharaan hingga pembersihan jaringan. Meski demikian, gangguan akibat faktor alam diakui masih menjadi penyebab pemadaman harus terjadi, sementara untuk mengatasi gangguan tersebut tak jarang membutuhkan proses ekstra dikarenakan kondisi geografis dan sulitnya medan yang harus ditempuh petugas PLN.

Untuk memberikan gambaran secara jelas kepada masyarakat khususnya kepada awak media mengenai kondisi jaringan listrik PLN dan medan yang musti dilalui untuk melakukan perbaikan gangguan, PLN Suluttenggo mengadakan kegiatan Napak Tilas Jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) bersama media pada Sabtu (17/12) di Desa Kombi dan Desa Ranawangko,  Desa Lalumpe dan  beberapa desa di kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa. dipilihnya beberapa desa  ini dikarenakan di lokasi ini kerap terjadi gangguan akibat faktor alam. Sejumlah media se-Kota Manado turut mengikuti kegiatan yang dipimpin oleh Manajer PLN Area Manado, Paultje Mangundap dan didampingi DM Hukum dan Humas PLN Wilayah Suluttenggo, Jantje Rau beserta Manajer PLN Rayon Tondano, Frangky Sumanti ini.

Di setiap lokasi yang dikunjungi, para awak media diajak untuk meninjau lokasi jaringan SUTM yang berada di areal hutan. Dengan jalanan yang curam dan terjal, awak media yang hadir seolah ikut merasakan sejenak perjalanan yang kerap ditempuh petugas PLN dalam mengatasi gangguan yang terjadi. "Bisa dilihat jaringan listrik PLN melewati hutan dan jurang, oleh karenanya gangguan sering terjadi terutama pada kondisi cuaca seperti sekarang yang rawan pohon tumbang dan angin kencang yang mengenai jaringan" jelas Paultje sembari menunjukkan jaringan SUTM yang berada di sepanjang hutan dan bukit berjurang.

Ia juga menambahkan meskipun dengan medan yang berat, PLN tetap harus bekerja untuk memperbaiki setiap gannguan apapun kondisinya, "mau panas, hujan, siang atau malam begitu ada gangguan, kami (PLN) harus segera perbaiki agar listrik kembali normal namun dibutuhkan pengertian karena medan yang berat jadi butuh waktu untuk penanganannya" ujarnya. Ia menceritakan bagaimana para petugas harus berkoordinasi di daerah yang minim sinyal sehingga untuk berkomunikasi terkadang harus naik turun bukit.

Senada dengan hal tersebut, Jantje Rau DM Hukum dan Humas PLN Suluttenggo, berharap agar melalui kegiatan ini semakin memberikan wawasan bagi media mengenai kondisi kelistrikan PLN saat ini. "Dengan melihat sendiri kondisi jaringan ini, awak media dapat mengerti dan ikut menyampaikan kepada masyarakat tentang proses kerja PLN dalam memperbaiki jaringan yang terganggu terkadang harus memakan waktu yang tidak sebentar" karena gangguan alam hujan dan badai demi memenuhi kebutuhan listrik di Sulut. pungkasnya. ( Humas Pemprov Sulut)

Jelang Akhir Tahun 10 SKPD Masih Rendah Realisasi Anggaran


Menjelang berakhirnya masa penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulut tahun 2016, masih ada 10 Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang masih rendah dalam penyerapan anggaran.

Hal tersebut di sampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw saat memimpin Rapat pimpinan, Evaluasi Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) yang di selenggarakan Jumat (16/12), bertempat di ruang rapat Tumbelaka Kantor Gubernu Sulut.

10 SKPD yang masuk daftar realisasi rendah adalah Badan Pengelolah Keuangan dan Barqng Milik Daerah, Dinas Koperasi dan UMKM, Biro Perlengkapan, Sekretqriat daerah, dinas ESDM, Biro Umum, Rs. Ratumbuinsang, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata dan Budaya, Rs. Noongan.

Pada kesempatan tersebut Wagub menanyakan langsung kepada para kepala SKPD alasan lambatnya penyerapan anggaran mengingat saat ini sudah memasuki masa
akhir penggunaan anggaran tahun 2016. para Kepala SKPD menjelaskan kendala yang dihadapi sehingga lambat menyerap anggaran dan berjanji akan menyelesaikan tepat waktu.

Wagub mengingatkan kepada para kepala SKPD untuk segera menyelesaikan semua penggunaan anggaran tepat waktu dan tidak didapati permasalahan lagi seperti yang lalu-lalu.

"Semua harus tetap bekerja On the Track, jangan lagi ada masalah, jika ada temuan nanti oleh BPK siap bertanggung jawab," tegas Wagub

Diketahui dalam Rapim EPRA tersebut target realisasi APBD Sulut telah mendapai 75 persen, dimana realisasi belanja tidak langsung 92.3, belanja langsug 66.76 persen dan belanja barang jasa 66.19 persen.(humas provinsi sulut)