Rabu, 12 September 2018

Humiang Buka Lomba PBB Tahun 2018

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut, Drs Edison Humiang M.Si, membuka kegiatan lomba PBB (peraturan baris-berbaris) antar instansi perangkat daerah di lingkungan pemerintah provinsi sulawesi utara, kabupaten/kota dan instansi vertikal di provinsi Sulut tahun 2018

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman belakang kantor Gubernur, Rabu (12/09/2018) pagi.

Dalam sambutannya Humiang menyampaikan bahwa kegiatan lomba PBB ini sangat penting dan strategis, karena kegiatan ini juga adalah bersifat pembinaan serta meningkatkan disiplin dan kekompakan dari para peserta.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan persatuan kesatuan serta kebersamaan antar sesama aparatur pemerintah dan untuk menambah pemahaman dan keterampilan aparatur pemerintah terhadap peraturan baris-berbaris. 

Untuk diketahui 22 peserta lomba PBB berasal dari perangkat daerah yang ada di provinsi sulawesi utara dan tim PBB dari kabupaten/kota serta instansi vertikal di sulawesi utara dan pelaksanaan lomba PBB ini dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 12-14 September 2018.

Turut hadir dalam acara ini Kaban BKD Sulut DR Femmy Suluh, dan pejabat dilingkup Pemprov Sulut.(humas provinsi sulut)

Senin, 10 September 2018

Gubernur Olly Lantik 14 pejabat Administrator dan 51 Pejabat Pengawas Pemprov Sulut.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melantik 14 pejabat Administrator dan 51  pengawas di lingkungan Pemprov Sulut.

Gubernur Olly melantik total 65 pejabat secara langsung tersebut didampingi Sekprov Edwin Silangen, dilaksanakan Senin (10/9/2018) bertempat di ruang mapalus kantor Gubernur Sulut. Dalam pelantikan para pejabat diambil sumpah menurut agama kepercayaan masing-masing.

Dalam sambutan arahan Gubernur Olly menyampaikan kepada para pejabat yang baru dilantik bahwa pelantikan ini sebagai langkah peningkatan kinerja birokrasi dan pemerintahan provinsi Sulut. Momentum Ini adalah penyegaran birokrasi untuk memaksimalkan proses perubahan di lingkup ASN.

Ujung tombak jalannya pemerintahan ada di pejabat Administrator dan Pengawas. Harapan besar Gubernur kedepan dalam menghadapi globalisasi dan jaman milenial, semua bisa bekerja dengan baik. "Lakukan perubahan kinerja, pertajam kekompakan bersama dalam melaksanakan tugas tanggung jawab yang di bebankan," tegas Gubernur.

Gubernur mengingatkan tangggungjawab para pejabat kepada masyarakat dan Tuhan, saat disumpah berarti pejabat akan serius melaksanakan tugas,  Gubernur harap dalam masa bekerja bersama Gubernur dan Wagub para pejabat bisa bermanfaat dimana tujuan bekerjasama adalah mewujudkan harapan masyarakat sebagai abdi negara.

Maksimalkan apa yang menjadi hak dan tangggungjawab terkait tunjangan dan prestasi, jangan lupa kewajiban sebagai ASN, siapapun diamanpun ASN  harus punya kesadaran dalam bekerja, perlihatkan kinerja terbaik sehingga mendapat penghargaan dari pimpinan.
"Jalankan semua pekerjaan dengan baik, pasti akan mendapat penghargaan," tutup Gubernur.

Turut hadir dalam acara tersebut pejabat eselon II lingkup pemprov Sulut.(humas provinsi sulut)

Gubernur OD Optimis Bisnis Kopra Kembali Moncer

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mengatakan turunnya harga kopra sebagai produk turunan kelapa hanya berlangsung sementara. Penurunan itu disebabkan mekanisme pasar Crude Palm Oil (CPO) dunia dan saat ini, kelapa bukan satu-satunya hasil perkebunan yang dapat diolah menjadi minyak nabati.

"Penurunan harga minyak kelapa dalam beberapa bulan terakhir ini dipengaruhi sedang melimpahnya panen produk subtitusi dari negara produsen lainnya seperti jagung, kedelai, bunga matahari yang juga bisa menghasilkan minyak. Jadi ini hanya sementara saja karena mekanisme pasar, pemerintah tidak mengaturnya," kata Olly pada Forum Academics, Business, Government, Community And Media (ABGC+M) "Sulut Sebagai Klaster Kelapa Nasional" yang dilaksanakan di Manado, Senin (10/9/2018) pagi.

Karenanya, Gubernur Olly optimis nilai komoditas unggulan bumi nyiur melambai itu bakal merangkak naik dalam waktu tiga bulan mendatang. Olly juga menyebut, selain kopra banyak produk bernilai lainnya yang dapat dihasilkan dari kelapa.

"Diperkirakan harga kopra akan naik dalam waktu tiga bulan ini atau sekitar Bulan November nanti mengikuti siklus pasar minyak dunia. Pemprov Sulut juga sedang mempersiapkan alat produksi kopra menjadi minyak kelapa langsung dan industri sabut kelapa. Nantinya turunan produk kelapa tidak hanya kopra saja tapi bisa dijadikan produk lainnya," ucap Olly.

"Seperti China yang lebih suka mengimpor kelapa utuh dari negara lain dan mengolah daging, air dan sabut kelapa menjadi produk unggulan dan bernilai jual tinggi. Jadi tidak ada bagian kelapa yang terbuang," tambah Olly.

Olly juga menerangkan Pemprov Sulut terus berupaya meningkatkan mutu kelapa melalui kerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) termasuk menghasilkan varietas baru bibit kelapa yang akan dilaunching menjelang HUT Provinsi Sulut ke-54.

"Pemprov sudah bekerjasama dengan Balit Palma dalam pengembangan kelapa. Ada varietas baru yang akan kita launching pada Bulan September ini yakni bibit kelapa ODSK Lobu. Daging kelapanya lebih banyak dan dalam setahun setiap pohon bisa menghasilkan 300 buah kelapa," beber Olly.

Untuk diketahui, Pemprov Sulut menerapkan program peningkatan berkelanjutan pada sektor tanaman tahunan, seperti peremajaan kelapa serta pemberdayaan dan penguatan kelembagaan petani kelapa.

Semua upaya tersebut terus dilakukan karena Olly menempatkan pembangunan pada sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah yang tercantum dalam program kerja turunan dari RPJMD 2016-2021 yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pembangunan, Inovasi dan Teknologi Bapelitbangda Sulut, Deny Tatuwo menerangkan tujuan dilaksanakannya forum ABGC+M.

"Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi dan menguatkan jaringan penelitian kelapa sehingga mendukung peranan Sulut sebagai klaster kelapa nasional," kata Deny.

Pertemuan itu turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, Kadis Perkebunan, Refly Ngantung, para akademisi, petani dan peneliti kelapa. (Humas Pemprov Sulut)

Minggu, 09 September 2018

FKPKB PGI 2018 Menempatkan Gubernur Olly Sebagai Ketua

Kegiatan Konsultasi Nasional XII Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia yang dibuka langsung oleh Gubernur Olly pada pekan lalu telah membentuk pengurus FKPKB PGI periode 2018-2023.

Diketahui pemilihan pengurus tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/9/2018) bertempat di Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Imanuel Tahuna, Kota Tahuna.

Nampak kegiatan tersebut berlangsung serius. Dan sebagai pemimpin rapat pemilihan ini adalah ketua FKPKB PGI periode 2013-2018 Roy Roring. Dijelaskannya, pemilihan ini diikuti sebanyak 34 sinode, dan hasil pemilihan tersebut menempatkan Gubernur Olly Dondokambey sebagai ketua dari pengurus inti.

Berikut ini adalah hasil pemilihan dari pengurus inti;

● Ketua : Olly Dondokambey, SE (GMIM)

● Wakil ketua: Pnt. Jabes Gaghana, SE.,ME (GMIST)

● Wakil Ketua : Agus Hetharion, S.Th (GPM)

● Wakil Ketua : Pdt Prof. DR. Ir. Ayub Padangaran

● Sekretaris : Michel Roring (GPIB)

● Wakil Sekretaris Roland Rurur (sag sulutteng)

● Bendahara : Ir. Edward Sitorus, MBA (HKI/PGIW DKI Jakarta)

● Wakil bendahara: Pnt. Max Najoan (GEMINDO)

Hadiri 28th Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea' , Sekprov Sampaikan Sulut Dukung Perdamaian wilayah Laut

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Edwin Silangen menghadiri acara '28th Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea' di Gedung CTI Center Manado, Minggu (9/9/18).

Dalam sambutannya dihadapan peserta negara partisipan, Gubernur Olly mengapresiasi pentingnya kegiatan tersebut oleh karena Pemprov Sulut terus menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu sektor penggerak pembangunan.

"Sebagaimana tercantum dalam poin pertama sapta cita pembangunan daerah 2016 - 2021, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor kemaritiman, selain itu karena Pemerintah Daerah sedang berupaya menjadikan Sulut sebagai salah satu pintu gerbang di Kawasan Timur Indonesia," beber Gubernur.

Lebih lanjut dirinya berharap agar workshop yang telah diselenggarakan sejak tahun 1990 ini dapat berdampak positif bagi perdamaian dan stabilitas di wilayah Laut Cina Selatan.

"Jika kegiatan ini dioptimalkan bersama, akan semakin memampukan kita dalam mensolusikan berbagai permasalahan teknis terkait perikanan, studi keanekaragaman hayati, database kelautan, permukaan air laut, pemantauan gelombang pasang, lingkungan laut, pendidikan dan pelatihan laut, serta data hidrologi, yang kesemuanya itu dapat berdampak positif bagi perdamaian dan stabilitas di wilayah Laut China Selatan," papar Gubernur yang disampaikan Sekprov Silangen.

Diketahui, workshop yang merupakan inisiatif Indonesia ini diselenggarakan setiap tahunnya di Indonesia dan dihadiri oleh 11 Participating Parties dari kawasan Laut China Selatan (LCS) seperti Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, RRC, Singapura, Thailand, Vietnam dan Chinese-Taipei. 

Sebagai negara yang tidak terlibat dalam klaim tumpang-tindih di Laut China Selatan. Indonesia mengambil inisiatif untuk memberikan kontribusi bagi penciptaan situasi yang kondusif di kawasan Laut China Selatan dengan mengalihkan potensi konflik di kawasan tersebut menjadi potensi kerjasama yang dapat menguntungkan semua pihak.

Karenanya, workshop LCS dimaksudkan sebagai bagian dari diplomasi preventif polugri Indonesia, melalui pengupayaan Confidence Building Measures dalam kerjasama di berbagai bidang yang bersifat non-sensitif dan teknis antara lain penelitian ilmiah kelautan dan perlindungan lingkungan laut.(humas provinsi sulut)

Hadiri Pengucapan Syukur Di Manado, Gubernur Olly Resmikan Gereja GMIM Pinaesaan

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melaksanakan safari rohani dalam rangkah ibadah syukur Kota Manado, salah satunya di Gereja GMIM Pinaesaan yang sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Gereja GMIM Pinaesaan Griya Paniki Indah, Mapanget pada Minggu (9/9) pagi.

Dihadapan jemaat yang hadir, Gubernur Olly tak lupa menyampaikan selamat kepada jemaat yang telah bahu membahu, bekerja sama dalam membangun Gereja GMIM Pinaesaan ini.

"selamat kepada jemaat karena sudah memiliki tempat ibadah yang bagus" sahut Gubernur Olly. Pesannya juga, agar keindahan Gereja ini akan menjadikan jemaat di Grya Paniki Indah selalu hidup rukun dan damai.

Dijelaskan Gubernur, dengan kehidupan yang aman dan damai, akan membawa dampak positif bagi kemajuan Sulawesi Utara khususnya dalam bidang pariwisata dan juga ekonomi yang secara langsung akan dirasakan oleh masyarakat Nyiur Melambai.

"karena dengan harmonis dan damai maka wisatawan akan semakin banyak datang di Sulut dan tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sulut yang lebih hebat," lanjut orang nomor satu di Sulut ini.

Sehubungan denga hari pengucapan syukur, Gubernur berpesan agar seluruh masyarakat Kota Manado selalu beryukur dalam segalah hal, tak hanya pada moment pengucapan syukur seperti ini. Sejalan dengan itu, Gubernur mengajak kepada segenap lapisan masyarakat agar menghindari segala macam situasi yang dapat menimbulkan perpecahan, agar pengahargaan Provinsi Sulawesi Utara sebagai Provinsi paling aman tetap terpelihara.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina, dimana Pdt Hein kembali mengingatkan akan eksistensi dari Gereja GMIM. Dia menuturkan bahwa GMIM adalah gereja yang sehat dan selalu mengandalkan Tuhan sebagai kepala gereja. Walaupu juga dia menyadari banyak permasalahan yang timbul namu semuanya itu diselesaikan dengan jalan kasih.

Nampak hadir juga dalam safari rohani kali ini Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw serta para pejabat Pemprov Sulut. (humas provinsi sulut)

Jumat, 07 September 2018

Wagub Kandouw Terima Delegasi Filipina Bahas Kerjasama Penerbangan Davao -Manado



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven menerima delegasi  Filipina yang dipimpin oleh  Asisten Sekretaris Otoritas Penbangunan Mindanao, Romeo Montenegro, Konsul Muda Manuel C Ayap, Konsulatan Jendral Filipina di Manado, Charlie TYu Fhilippine Airlines , ( ketua group.) Enrico Nabongi Fhilippine Airlines  Manila, Bryan Sansolis Fhilipine Airlines Jakarta  Jeremiah Reyes Atase Perdagangan Jakarta dan  Perwakilan dari  PAL Express di Kantor Gubernur  jumat  ( 7/9/18 ) siang kemarin

Pertemuan itu untuk membicarakan kerjasama antar dua wilayah tersebut.
antara lain terkait penerbangan Manado-Davao.

Menurut Wagub Kandpuw ,mereka (delegasi) Filipina  lihat potensi bagus, akan dibuka penerbangan Davao ke Sulut. Karena sudah  mereka lihat Sulut sudah menjadi hubport domestik maupun luar negeri.

Selain penerbangan, dalam pertemuan tersebut ikut membicarakan terkait kapal RoRo. Diakui mereka kapal pengangkut barang tersebut terlalu terburu-buru dibuat.

“Kunjungan tadi, mereka mau tingkatkan hubungan bisnis antara Filipina Selatan Mindanao dengan Sulawesi Utara. Mereka akui persiapan RoRo terlalu terburu-buru, kapalnya terlalu besar, nanti akan diganti dengan yang kecil,” ungkap.Wagub Kamdouw

Menariknya lagi, dalam pertemuan itu membicarakan terkait masalah perikanan.

“Ternyata dituduh illegal fishing sehingga regulasi moratorium oleh Ibu Susi (Menteri Kelautan). Dampaknya ada investasi di Filipina ditutup. Makanya, kita akan duduk bersama membicarakan itu, agar menguntungkan kedua belah pihak,” kata Wagub Kandouw

 Dalam kesempatan tersebut kesempatan itu juga mereka sempat mengapresiasi pertumbuhan pariwisata Sulut, dimana sesuai pantauan mereka melalui Duta Besar Filipina di Bali, banyak Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang melakukan perjalanan ke Manado setelah berkunjung di Bali.

Untuk itu mereka berharap diwaktu kedepan penerbangan-penerbangan Wisman baik dari Bali, Jakarta dan lainnya bisa transit di Manado dan meneruskan perjalanan ke Filipina.

Mereka mengakui gebrakan pak Gubernur yang membuat banyak wisman masuk ke Sulut, contohnya dari data yang mereka miliki dari Dubes Filipina untuk Bali yang mengatakan banyak Wisman yang dari Bali melakukan penerbangan ke Manado sebelum pulang ke negara mereka, untuk itu mereka berharap agar diwaktu kedepan wisman yang datang ke Sulut bisa lanjut ke Filipina, jelas Wagub.