Sabtu, 29 September 2018

Menkumham Yasonna Laoly Hadiri Hut Ke-84 GMIM Bersinode, Gubernur Olly Dilantik Jadi Ketua FK-PKB PGI Periode 2018-2023



Menkumham  Yasonna H. Laoly menjadi tamu khusus, memenuhi undangan Sinode GMIM mewakili Presiden R.I.  Untuk hadir pada pelantikan Ketua Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja Indonesia (FK-PKB PGI) periode 2018 s/d 2023 oleh  Ketua PGI Pusat Pdt. DR. Henriette Hutabarat-Lebang (Sabtu 29/9/2018) siang

Dalam sambutan  Menkumham Yasona  mengatakan bahwa GMIM sejak berdiri telah memberi sumbangsih pada NKRI, banyak putra -putri terbaik bangsa berasal dari GMIM.
Diharapkan saat ini GMIM harus meningkatkan Iman,  menebar Kasih ,pelayanan dan meningkatkan ilmu pengetahuan utk menghadapi tantangan global

Menkumham mengakui akan eksistensi GMIM di daerah Sulawesi Utara, tak hanya dalam mendidik iman tapi juga dalam menopang kegiatan pemerintah dalam memajukan Sulut ke arah lebih baik.

"Saya percaya GMIM melaksanakan tugas melayani masyarakat, dan saling bergandengan tangan dengan pemerintah, membangun masyarakat tinggi iman, ilmu dan pengabdian," ujar Menkumham Yasonna Laoly.

Setelah dilantik Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE langsung menunjukan empati dan simpatinya bagi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Selatan (Palu, Donggala dan sekitarnya).

”Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak gereja yang ada disana terkait kebutuhan masyarakat dan korban bencana disana,  supaya besok tim dari FK-PKB PGI bisa segera bertolak kesana untuk membawa bantuan yang diperlukan”, ucap Gubernur.

Lebih lanjut di hadapan para pendeta dan ribuan Pelayan Khusus (Pelsus) dan tamu undangan lainnya, Olly Dondokambey pun berterima kasih karena telah dipercayakan sebagai Ketua FK-PKB PGI tepat di momen Hari Ulang Tahun (HUT) GMIM Bersinode ke-84 yang dilaksanakan di Kolongan Minahasa Utara (Minut) siang tadi.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya, untuk itu sebagai warga gereja kita wajib mengerti peran kita di tengah-tengah masyarakat, pemerintahan juga tokoh agama dan masyarakat”, ucapnya.

Dondokambey pun mengatakan bahwa sebagai pemerintah, dirinya pun menyadari bahwa setiap program pemerintah yang telah dan sedang dilaksanakan untuk Sulawesi Utara tidak lepas dari peran anak-anak Tuhan.

“Saya sadar bahwa setiap kesuksesan pemerintah dalam melaksanakan berbagai program, semuanya tidak lepas dari doa anak-anak Tuhan, begitu pula dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari sabang sampai merauke juga tidak lepas dari peran serta doa setiap warga gereja”, jelasnya.

Tidak hanya sampai disitu, Gubernur pun sempat menjelaskan terkait peran penting sosok Kaum Bapa dalam keluarga.


“Bapak-bapak harus memberikan yang terbaik. PKB itu fungsinya sebagai Imam dalam keluarga. Makanya saya beri nama B3 yakni berdoa, belajar dan bermain agar anak-anak juga lebih memiliki waktu bersama orangtua tidak banyak waktu dengan gadget”,tandasnya.


Pada kesempatan tersebut, Menkumham Yasonna bersama-sama dengan Gubernur Sulawesi Utara  Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandow, menyerahkan santunan pertanggungan kematian BPJS bagi penyelenggara  keagamaan lintas agama. 


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Sinode GMIM DR.  Hein Arina dalam sambutannya menekankan bahwa GMIM dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi garam dan terang bukan hanya di Minahasa tapi seluruh dunia.

“GMIM itu dipanggil Tuhan bukan hanya untuk melayani di tanah Minahasa, tapi diseluruh dunia, untuk jadi garam dan terang bagi Dunia”, tegas.


Turut hadir dalam acara pelantikan FK-PKB-PGI dan momentum HUT GMIM Bersinode ke-84 tersebut, Ketua TP PKK Sulut Ir. Maya Rita Dondokambey – Tamuntuan, Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw, para pendeta Sinode-Wilayah, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa dan Mitra, Pelsus serta para tamu undangan lainnya.




Jumat, 28 September 2018

Gubernur Olly Dondokambey Jadi Pemateri Seminar FK-PKB PGI

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menjadi pemateri pada Seminar Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (FK-PKB PGI) yang dilaksanakan di Minahasa Utara, Jumat (28/9/2018) sore.

Dalam seminar yang mengusung topik Pria Kaum Bapa Gereja Yang Misioner, Gubernur Olly yang juga Ketua terpilih FK-PKB PGI 2018-2023 itu menyebut besarnya potensi kaum bapa dalam gereja karena jumlah kaum bapa sebanyak jumlah rumah tangga Kristen di Indonesia.

"Kaum bapa adalah kepala rumah tangga sehingga berkewajiban memimpin serta membina anggota keluarganya. Sebagian besar anggota majelis jemaat adalah kaum bapa sehingga kebijakan dan program jemaat banyak diwarnai oleh pemikiran kaum bapa," kata Olly.

Olly menuturkan, peranan pria kaum bapa sebagai seorang kepala rumah tangga dituntut untuk mampu menciptakan keluarga yang harmonis, takut akan Tuhan dan jauh dari tindak kekerasan dalam rumah tangga.

"Pria kaum bapa harus mampu menjadi figur teladan positif bagi keluarga, mendorong dan memfasilitasi anak sebagai generasi penerus untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan yang dimiliki, hingga semakin berdaya saing, disiplin baik melalui pendidikan formal maupun nonformal," ujar Olly.

Lanjut Olly, pria kaum bapa yang misioner juga harus mampu mengaktualisasikan peran sebagai kepala rumah tangga, dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat, dalam dunia kerja atau profesi yang diemban, serta bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Artinya, pria kaum bapa menjadi motor dalam melebarkan pelayanan jemaat yang tidak dibatasi oleh tembok gereja semata, tetapi lebih meluas dan menyentuh masyarakat sekitar, membuang jauh sifat apatisme dalam persekutuan berjemaat dan lingkungan masyarakat dan menciptakan lingkungan sehat.

Dalam dunia kerja atau profesi yang diemban, serta bagi pembangunan daerah dan bangsa, pria kaum bapa juga diharapkan menjadi pelopor kehidupan yang rukun dan damai, senantiasa meningkatkan produktivitas kerja, terus meningkatkan kapasitas dan kualitas potensi diri, berani berwirausaha dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki serta menjaga integritas serta profesionalisme.

Selain itu, dalam materinya, Olly juga menerangkan Visi dan Misi FK-PKB PGI. Visi FK-PKB PGI adalah menjadi forum para kaum bapa gereja yang efektif menghasilkan gagasan-gagasan dan program program aktual untuk mengoptimalkan peran kaum bapa dalam membina iman anggota keluarganya, serta aktif dalam kegiatan gereja dan di masyarakat.

Adapun misi FK-PKB PGI, tambah Olly, adalah memotivasi para pimpinan gereja untuk membentuk dan mengaktifkan organisasi pria kaum bapa di setiap gereja anggota PGI mulai dari tingkat sinode sampai ke tingkat jemaat.

Kemudian menyadarkan pria kaum bapa akan tugas, fungsi dan perannya dalam keluarga, gereja dan masyarakat menurut firman Tuhan dalam alkitab dan memperlengkapi pria kaum bapa dengan pemahaman iman, pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan tugas, fungsi dan perannya secara optimal.

Untuk mewujudkan visi dan misi FK-PKB PGI itu, Olly membeberkan sejumlah strategi, yakni : merumuskan pokok pokok pemikiran yang terbaru bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia; merumuskan pokok-pokok program FK-PKB periode 2018-2023; merumuskan program tahunan FK-PKB melalui Konsultasi Nasional setiap tahun; menyusun jadwal pelaksanaan dan sistem pembiayaan program tiap tahun serta mengevaluasi bersama capaian program setiap akhir tahun dan menyusun program kerja baru.

Seminar turut dihadiri Ketua FK-PKB PGI 2013-2018 Roy Roring, Ketua-Ketua Sinode, PGIW, SAG, dan pengurus FK-PKB PGI. (Humas Pemprov Sulut)

Buka Kejurda Tenis, Wagub Kandouw : Tidak Ada Prestasi Tanpa Pengorbanan Dan Tidak Ada Prestasi Tanpa Pertandingan




Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw membuka Kejurda Tenis Lapangan Se -Sulawesi Utara Dalam Rangka Memperingati HUT Provinsi Sulut  Ke-54  di Lapangan Tenis Sario Manado jumat ( 28/9/18 ) sore.


Dalam sambutan Wagub Kandouw yang juga Ketua Pengda Pelti Sulut mengapresiasi kepada panitia karena telah melaksanakan kejuaraan ini dengan peserta sangat membludak mudah - mudahan berjalan dengan baik.
" Misi kita tetap under line untuk yunior, yunior untuk terus di drive masih ada dua tahun untuk mempersiapkan diri , tahun depan Pra Pon  mudah-mudahan tenis bisa lolos ke PON,  kata Wagub Kandouw.

Saya lebih percaya lokal konten ada yang mau pake jalan pintas tapi bayar pemain dari luar.
"Secara singkat di PON  dapat emas tapi secara pembinaan tidak ada' ungkap Kandouw

Lanjut Wagub  kita harus bangga roadmap pembinaan di Sulut mantap ini dibuktikan belum sepuluh bulan komunitas tenis sudah menyelenggarakan lima kali pertandingan jadi tiap  dua bulan pertandingan.
" Nanti bulan desember kita buat christmas tenis jadi enam kali sesuai dengan road map pengurus pelti" ungkap Wagub Kandouw.

Menurut Wagub Kandouw, pertandingan ini sudah dilaporkan kepada Bapak Gubernur dan beliau sangat merespon dengan baik  pertandingan ini.
"Untuk itu para peserta tetap mengasah kemampuan tidak ada prestasi tanpa pengorbanan dan tidak ada prestasi tanpa pertandingan  mudah mudahan dengan pertandingan ini menambah jam terbang kepada adik-adik menapak prestasi lebih lanjut" jelas Wagub Kandouw

Selamat bertanding junjung tinggi sportivitas, tutup Wagub Steven Kandouw

Diketahui Pertandingan dilaksanakan dari tanggal 28 s/d 30 September 2018 kategori yang dipertandingkan sebanyak 12 kategori yaitu :
Yunior
1.Kelompok umur 10 tahun putera
2. Kelompok umur 10 tahun putri
3. Kelompok umur 14 tahun putra
4. Kelompok umur 14 tahun putri
5. Kelompok umur 18 tahun putra
6. Kelompok umur 18 tahun putri
7. Ganda Putra Umum
Veteran
8. Ganda putra 40 tahun
9. Ganda putri 40 tahun
10. Ganda 50 tahun putra
11. Ganda 55 tahun putra
12. Beregu putra veteran
Dengan jumlah peserta 126 orang.
Turut hadir Kadispora Sulut Marsel Sendoh,  Staf Ahli Gubernur Roy Tumiwa





Kamis, 27 September 2018

'Si Obet' Jadi 'Show Window' Pemprov Sulut

Sekretaris Provinsi Edwin Silangen, SE, MS hadiri launching aplikasi 'Si Obet' (Sistem Online Berbasis Elektronik Terpadu) dalam acara Rapat Koordinasi dan Supervisi Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Hotel Aryaduta Manado, Kamis (27/9/18).

Dalam sambutannya, Sekprov Silangen menyambut gembira dan menyampaikan apresiasinya terhadap rakor PTSP seluruh Indonesia yang dilaksanakan di Sulut. Dikatakannya PTSP Sulut sendiri adalah "show window" citra dari Pemerintah Provinsi di dalam menyelenggarakan pelayanan publik, teristimewa masyarakat yang mengurus perijinan di daerah Sulut.

"Karna sebagai bagian dari citra Pemerintah Provinsi maka sistem maupun ASN yang yang mengelola PTSP ini selalu di monitor oleh bapak Gubernur. Mereka adalah orang-orang yang berkarakter dan berintegritas yang menjalankan sistem PTSP ini sehingga berjalan lanca. Hal ini juga menjadi bagian dari supervisi teman-teman Kemendagri bila ada hal-hal yang perlu dibenahi PTSP dalam menjalankan pelayanan perijinan, maka kita akan tindak lanjuti," beber Sekprov.

Dirinya melanjutkan sesuai Peraturan Pemerintah yang terbaru untuk kewenangan nasional semua di integrasikan di dalam Online Single Submission (OSS) sehingga semua daerah melakukan penyesuaian terhadap peraturan / kebijakan penyelenggaraan perijinan secara nasional.

"PTSP dengan aplikasi yang modern pada era industri 4.0 saat ini maka masyarakat tidak mengalami kendala-kendala lagi untuk mengurus proses perijinan. Kalau bisa dipercepat mengapa kita perlambat," Pungkas dia.

Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membuat inovasi baru yaitu Sistem Online Berbasis Elektronik Terpadu (Si Obet) yang merupakan suatu gagasan dalam mendukung visi misi Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Sistem berbasis web dan aplikasi ini bertujuan untuk meminimalisir interaksi langsung antara pengusaha dan staf perijinan serta mempercepat proses pengurusan perijinan agar nantinya masyarakat dapat memantau sampai dimana proses pengurusan suatu berkas sehingga mempermudah dan membantu pengusaha dan masyarakat dalam mengurus ijin.

Dalam kesempatan itu pula, DPMPTSP Provinsi Sulut menerima Sertifikat ISO 9001:2015 terkait standar internasional tentang manajemen mutu dan kualitas pelayanan.
Nampak hadir dalam acara tersebut, Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan dan Kerjasama Kemendagri RI Sugiarto, SE, M.Si, Kepala Dinas Penanaman Modal  PTSP Daerah Provinsi Sulut Henry Kaitjily, SH, General Manager TUV Rheinland Conelius Tono Infantrianto, para Kepala DPMPTSP Provinsi dan Kab/Kota seluruh Indonesia, serta undangan.

Kumendong Rancang Sistim Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Android


Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Provinsi Sulut DR. Jemmy Kumendong, M.Si melakukan rapat sekaligus diskusi dengan konsultan dan tim efektif untuk mengembangkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Elektronik (E-LPPD) Berbasis Android di Ruang Kerja Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Kantor Gubernur. Kemarin kamis (27/09/2018)

Sesuai pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, antara lain ditegaskan bahwa
Kepala Daerah memiliki kewajiban untuk menyampaikan Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Presiden melalui
Menteri Dalam Negeri, dan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur
untuk Bupati/Walikota, yang dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun, yakni
disampaikan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Lebih lanjut Kumendong yang sementara mengikuti Diklat PIM 2 di BPSDM Bali menyampaikan bahwa selama ini LPPD disusun secara manual dan sering berdampak pada terjadinya kesalahan pengisian data (human error) mengingat banyaknya jumlah data yang harus di masukkan, adanya mutasi/rotasi pegawai khususnya penyusun LPPD di tingkat SKPD, dan memakan waktu panjang dalam pengisian LPPD. "Katanya

Dengan adanya Program inovasi E-LPPD ini akan menjadi jawaban terhadap kendala atau masalah yang sering muncul dalam penyusunan LPPD. Dengan menggunakan E-LPPD ini dapat mempermudah penyusun dalam pengisian format Indikator Kinerja Kunci (IKK) LPPD serta bisa mempersingkat waktu, dan bisa langsung dapat di koreksi.

Lebih jauh Kumendong menambahkan melalui Program ini akan dapat mempermudah Kepala Daerah dalam melaksanakan fungsi kontrol internal terhadap kinerja SKPD melalui aplikasi berbasis android.
Melihat permasalahan2 tersebut di atas maka Kumendong menganggap pengembangan E-LPPD berbasis Android ini layak untuk dijadikan proyek perubahan dalam keikutsertaannya dalam Diklat PIM 2 di Bali.
Tentunya tujuan akhirnya bukan hanya penyelesaian tugas sebagai peserta Diklat PIM 2, tetapi juga secara luas dapat diaplikasikan dalam menunjang tugas pokok dan fungsi di lingkungan pemerintah daerah.
Adapun dari pihak konsultan atau vendor yang akan mengelola aplikasi ini menyatakan optimis untuk menyelesaikan aplikasi ini tepat waktu walau aplikasi ini masih tergolong baru di lingkungan pemerintah daerah dan mempunyai kerumitan tersendiri dalam pengembangan aplikasinya.

Sulut Optimis Pertahankan Penghargaan TPID Terbaik

Selama tiga tahun belakangan ini kemajuan pembangunan di Sulawesi Utara menunjukkan progres positif. Pertumbuhan ekonomi Sulut ditopang oleh terkendalinya harga barang dan jasa (inflasi) pada tingkat rendah.

Demikian terungkap dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulut yang dipimpin Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS di Kota Kotamobagu, Rabu (26/9/2018) siang.

Silangen menuturkan, tingkat pertumbuhan ekonomi Sulut dari tahun ke tahun semakin mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 mencapai angka 6,12 persen dan pada tahun 2017 naik mencapai angka 6,32 persen atau diatas pertumbuhan ekonomi nasional.

Disamping itu, menurut Silangen, Inflasi daerah pada tahun 2017 mencapai angka 2,42 persen turun menjadi -0,88 persen pada agustus 2018, sedangkan semester pertama mencapai angka 1,90 persen atau lebih rendah dari inflasi nasional; serta stok bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat Sulut tetap tersedia dengan harga terkendali.

Oleh karenanya, Silangen memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota TPID yang telah bekerja optimal hingga tercapainya kemajuan pembangunan Sulut sehingga berhasil meraih penghargaan TPID terbaik se-Sulawesi Tahun 2018/2019 yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

"Saya berharap prestasi yang diperoleh di tahun ini akan terus dipertahankan sampai tahun-tahun selanjutnya," kata Silangen.

Untuk mempertahankan prestasi itu, Silangen mengingatkan pentingnya sinergitas kerja komponen TPID termasuk mendorong peran serta para Bupati dan Walikota untuk terus memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok didaerahnya serta melakukan inovasi program, misalnya: menggiatkan Program Batanang Padi, Rica, Bawang, Tomat.

Selain itu, harap Silangen, para bupati dan walikota dapat membentuk TPID di masing-masing daerah dan memotivasi UKM untuk terlibat dalam sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Sulut.

Lebih jauh, Silangen menjelaskan, pada tahun 2018 ini, Kotamobagu akan menjadi salah satu daerah kajian inflasi di Sulut setelah Manado. Karenanya, Silangen mengimbau kepada pemerintah Bolmong Raya agar tetap menjadi lumbung beberapa komoditi bahan pokok seperti beras dan barito, sehingga harga tidak melambung jauh.

Rakor TPID Sulut turut dihadiri Kepala Bank Indonesia Soekowardojo, Kepala Biro Perekonomian & SDA Franky Manumpil, perwakilan dari BPS, para anggota TPID Provinsi, Kabupaten dan Kota se Sulut. (Humas Pemprov Sulut)