Minggu, 04 November 2018

Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Bupati Dan Wakil Bupati Minahasa Tahun 2018 Sukses!

Dalam rangka memeriahakan Hut ke 590 Kabupaten Minahasa, Pemda Kabupaten Minahasa mengadakan Kejuaran Pacuan Kuda untuk memperebutkan piala Bupati dan Wakil Bupati Minahasa yang digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Maeea Tompaso, Kecamatan Tompaso.

Adapun hasil pertandingan Kejuaraan  Pacuan Kuda Piala Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tahun 2018, sebagai berikut:

● Kelas F, Jarak 800 meter.
1. Mini Cooper, Joki F Paendong, AIM Stable Pemilik Drs A.P. Patangjangi, M.Si dari Sulawesi Barat
2. Jesika, Joki Bayu B, Jesika Stable Pemilik Usman Moonti dari Gorontalo
3. Chelsea, Joki G.Loupa, Chelsea Stable Pemilik S Wowor dari Tomohon

● Kelas Perdana 2 Tahun, Jarak 800  meter
1. Mimiti, Joki Soni Wenas, Miranda Stable Pemilik Andrea N. Supit dari Minahasa
2. Termunator Woman, Joki F. Paendong, AIM Stable, Pemilik Drs. A.P. Patangjangi dari Sulbar
3. Bintang Palma, Joki B. Paseki, Palma Stable, Pemilik Memi Palma dari Gorontalo

● Kelas Pemula, Jarak 900 meter
1. Patriotis,Joki B. Paseki , Patriotis Stable, Pemilik Ny. Wirda Katili dari Gorontalo
2. Barbarosa, Joki D. Liwe, All Star Stable, Pemilik Frangky Setiono dari Manado
3. Kamasilan, Joki S. Wenas, Kamasi Stable, Pemilik Jemmy Paendong dari Tomohon

● Kelas E, Jarak 1.000 meter
1. Permata Kasih, Joki F. Sangian, Kasih Stable, Pemilik Hansye Poli, SE dari Minahasa
2. Edelweis, Joki A. Pantow, Pinabetengan Stable,Pemilik Gufron Husein dari Gorontalo
3. Tavros Nagari, Joki F Walangitan, Bendang Stable, Pemilik Ilham Bahar dari Sitaro

● Kelas D, Jarak 1.200 meter
1. Glora,Joki R. M. Supit, Glora Stable, Pemilik AKBP Samuel Mince dari Manado
2. Suko Nagari, Joki J. Maleke, Bendang Stable, Pemilim Ilham Bahar dari Sitaro
3. Red Zegen, Joki R. Rorimpandey, Red Stable, Pemilik Y.Porayow dari Manado

● Kelas Calon Remaja, Jarak 1.300 meter
1. Madania Tonsea, Joki S.Sondakh, Tonsea Stable, Pemilik Emil B.Karim dari Minut
2. Onix Tonsea, Joki R.Rorimpandey, Tonsea Stable, Pemilik Emil B.Karim dari Minut
3. Red Dareta, Joki J. Maleke, Aragon Stable, Pemilik Karina & Karisa Sadakh dari Jawa Barat

● Kelas Terbuka Sprint, Jarak 1.300 meter
1. Mc Kinly, Joki Sonny Wenas, Miranda Stable, Pemilik Olly Dondokambey dari Minut
2. Star Princess, Joki F.Sangian, Ibantong Stable, Pemilik Sehan Landjar, SH dari Boltim
3. Torona Princess, Joki J. Maleke, Torona Stable, Pemilik Marshal Kasenda dari Manado

● Kelas Calon Derby, Jarak 1.600 meter
1. Terminator Polman, Joki S.Sondakh, AIM Stable, Pemilik Andi Ibrahim Masdar dari Sulbar
2. Manjusha, Joki Sonny Wenas, Miranda Stable, Pemilik Andrea N.Supit dari Minahasa
3. Matahari Tonsea, Joki Sonny Wenas,Tonsea Stable, Pemilik Emil B. Karim dari Minut

● Kelas Terbuka, Jarak 1.900 meter
1. Queen Torona, Joki Swenpry S,Kamang Stable, Pemilik Axellan B.Rattu dari Jatim
2. Bolt, Joki D.Liwe, Kinamang Stable, Pemilik Ronald Asiku dari Manado
3. Tagaroa, Joki F. Sangian, Kamang Stable, Pemilik Selvi Pandean, SH dari Manado

● Kelas Extra, Jarak 1.000 meter
1. Toshiba, Joki R.Saada, M20 stable, Pemilik Melina Mukuan Onibala/M20 Jr dari Minahasa
2. Srikandi Ragey,Joki F Paendong, Srikandi Stable, Pemilik Adrie Lomboan dari Minahasa
3. Putra Nagari, Joki Joulan M, Bendang stable, Pemilik Ilham Bahar dari Minut.

Jumat, 02 November 2018

Gubernur Olly : Pers Cerdaskan Kehidupan Bangsa

Pers memegang peranan penting dalam masyarakat dan merupakan salah satu unsur penting bagi negara dan pemerintahan yang demokratis.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Humas, Jemmy Kumendong pada Gathering Media Massa yang dilaksanakan di Manado, Jumat (2/11/2018) sore.

"Patutlah kita berbangga dan bersyukur, karena hingga saat ini media massa dan pers sudah semakin maju dan berkualitas. Kebebasan pers dan demokrasi semakin kita rasakan, dimana hal ini turut dikontribusikan oleh kerja keras para media massa," kata Kumendong.

Menurut Kumendong, pers yang bebas tidak bisa dilepaskan dari sejumlah tanggung jawab didalamnya.

"Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkokoh persatuan dan kesatuan, membentuk kepribadian bangsa serta mengupayakan keamanan hak pengguna sarana dan prasarana informasi dan komunikasi," ujar Kumendong.

Lanjut Kumendong, peranan penting dari pers dalam memenuhi hak masyarakat Sulut untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum, dengan menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar.

"Hal inilah yang akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran dalam rangka mewujudkan supremasi hukum menuju masyarakat yang tertib," pungkas Kumendong.

Lebih jauh, Kumendong menerangkan fungsi penting yang bisa dimainkan media massa sebagai media komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat mengenai kebijakan-kebijakan yang akan dan telah ditetapkan.

"Sekaligus juga sebagai sarana input dari masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, sehingga mewujudkan komunikasi yang efektif dalam mencapai landasan bagi terjalinnya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah," imbuh Kumendong

Agenda acara kemudian diisi dengan sesi penyampaian materi oleh narasumber Kepala Biro Umum Setda Provinsi Clay June Dondokambey yang menyampaikan materi tentang administrasi dan membahas Unit Layanan Administrasi (ULA) Pemprov Sulut.

Sementara itu Ketua Ikatan Wartawan Online Sulut Victor Rarung menyampaikan materi urgensi media online dan sistematika penulisan.

Ia mengungkapkan, kemajuan teknologi dengan massivenya akses internet telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi melalui media massa online.

"Demikian strategisnya peran media online sehingga saya mengajak rekan pers untuk  meningkatkan kualitas media online yang dimiliki baik dari materi maupun sistematika penulisan berita," kata dia.

Diketahui, data per januari 2018, dari populasi tanah air 265.4 juta orang, 132.7 juta orang diantaranya merupakan pengguna internet aktif, dan sebanyak 18% pengguna tersebut mengakses atau membaca berita melalui smartphone.

Acara ini turut di hadiri perwakilan Jurnalis Independen Pemprov Sulut.

Kamis, 01 November 2018

Gubernur Olly Makan Malam Bersama Taruna AU dan AL


Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey Makan Malam bersama Para Peserta Kegiatan Cakra Wahana Paksa Taruna Akademi Angkatan Udara (Karbol) Dan Taruna AAL Tk. III Angkatan 65 Tahun 2018. Di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Gubernur menyampaikan terima kasih kepada para Taruna Akademi Angkatan Udara dan Angkatan Laut yang sudah berkunjung ke Sulawesi Utara.

"Kiranya keindahan panorama alam dan keramahtamahan masyarakat Sulawesi Utara akan memberikan warna dan kesan tersendiri selama berada di daerah yang kami cintai ini," ucap Gubernur.

Gubernur Olly menambahkan bahwa kegiatan ini akan mampu memberikan manfaat strategis bagi seluruh elemen aparat keamanan dan masyarakat dalam meningkatkan kepekaan, kewaspadaan dan tindakan antisipatif terhadap berbagai kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban lebih khusus di daerah Nyiur Melambai ini.

Pada acara yang sama Gubernur Akademi Angkatan Udara yang diwakili oleh Direktur Pendidikan Akademi Angkatan Udara Kol. Penerbang Arief Widianto, S.AB, M.TR (HAN) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulut lebih khusus Gubernur Olly Dondokambey yang telah menerima kedatangan kami di Daerah ini.

Lebih lanjut Arif menyampaikan bahwa tujuan kedatangan kami di daerah ini dalam rangka Kegiatan Pelatihan Cakra wahana Paksa, agar para taruna dapat mengerti aplikasi mengenai operasi dukungan udara antara lain praktek navigasi udara, pengaturan lalulintas udara, meteo, peranan awak pesawat hingga peranan pangkalan udara.

Turut hadir Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang, S.IP, Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Gig  Jonias Mozes Sipasulta, M.Mar, STUD, Danlanud SRI Kol.Nav.Insan Nanjaya, SH,M.AVN,MGT, Kabinda Laksama TNI Heri Jamhari, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edison Humiang, M.Si dan Para Pejabat di Lingkup Provinsi Sulut.

Gubernur Olly Tetapkan UMP Sulut 2019 Sebesar Rp 3,05 Juta

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan mulai berlaku di wilayahnya awal 2019 sebesar Rp. 3.051.076 per bulan.

Besaran nominal UMP yang bakal diterima para pekerja di wilayah Bumi Nyiur Melambai tersebut, mengalami kenaikan sekitar 8 persen dari pada UMP saat ini sebesar Rp 2.824.286.

Olly menyatakan bahwa besaran penetapan tersebut berdasarkan Rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi dan ditetapkan melalui Peraturan Gubernur.

Selain itu, Keppres No.107/2004 menyatakan Pemerintah dalam hal ini Gubernur berwenang menetapkan UMP dengan dapat mempertimbangkan Rekomendasi Dewan Pengupahan dalam menetapkan UMP, yang selanjutnya ditetapkan melalui Peraturan Gubernur.

"Berdasarkan hal-hal tersebut, maka pada Kamis 1 November 2018 menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Utara tahun 2019 sebesar Rp. 3.051.076," demikian bunyi Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 433 Tahun 2018.

Olly juga menyatakan akan meningkatkan pengawasan dalam penerapan UMP dan berdasarkan ketentuan yang berlaku menyatakan bahwa instansi teknis yang membidangi ketenagakerjaan di Provinsi dan Kabupaten/Kota harus memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak melaksanakan Pergub tersebut.

Jadi, lanjut Olly, dengan ditetapkan UMP 2019 tersebut diharapkan para pelaku usaha dapat patuh pada Pergub ini dan bagi pekerja dapat meningkatkan produktivitas sehingga perusahaan berkembang dan mampu membayarkan upah kepada pekerja.

"Saya memahami penetapan ini pasti ada pro dan kontra ada yang senang ada juga yang tidak senang tapi ini bagian dari keputusan bersama yang harus dijalankan bersama," ucap Olly di Manado, Kamis (1/11/2018) sore.

Lebih lanjut, Olly menerangkan aturan yang dibuat belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan masih adanya pekerja yang beban kerjanya lebih tinggi namun sama upahnya dengan pekerja yang beban kerjanya lebih rendah.

"Saya akan memperjuangkan di tingkat pusat untuk menyempurnakan aturan ini agar semua pihak mendapatkan keadilan," beber Olly.

Pertemuan ini turut dihadiri Asisten Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta dan Kadisnakertrans Erni Tumundo. (Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Olly Dukung Mitigasi Perubahan Iklim Negara Kepulauan

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE sebagai pemimpin atas provinsi dengan 287 pulau mendukung penuh terlaksananya The Archipelagic and Island States Forum (AIS) di Manado. Olly menilai agenda yang diikuti delegasi dari 20 Negara Kepulauan itu mampu meningkatkan kapasitas dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim.

Olly menuturkan, sebagai bagian integral dan salah satu daerah kepulauan di Indonesia, Sulut menyambut gembira pelaksanaan kegiatan dalam rangka kerja sama pembangunan Negara Kepulauan dan Negara Pulau ini.

"Forum ini menjadi katalisator bagi pembentukan kerjasama antar Negara Kepulauan dan Negara Pulau dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, menyesuaikan diri dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim," kata Olly pada pembukaan AIS di Grand Kawanua Convention Center Manado, (1/11/2018) pagi.

Olly juga berharap melalui AIS Forum dapat memberikan informasi penting bagi seluruh masyarakat Sulut tentang mitigasi perubahan iklim.

"Kegiatan ini akan mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih peduli menjaga lingkungan," ucap Olly.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mewakili Presiden Joko Widodo, menyaksikan penandatanganan kesepakatan Deklarasi Manado, oleh para pemimpin dan perwakilan yang tergabung dalam The Archipelagic and Island States Forum.

“Forum ini bisa menjadi ajang berbagi pengetahuan, mencari solusi cerdas dan kreatif, diperbesar dan diperbanyak untuk digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Saya berharap forum ini bisa mendorong keterlibatan bisnis dan solusi keuangan inovatif untuk mendanai proyek perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan”, ujar Menko Luhut.

Kesepakatan bersejarah oleh Forum yang beranggotakan negara-negara pulau dan kepulauan yang kebanyakan berada di kawasan Asia-Pasifik ini antara lain berisi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, pemanfaatan laut berkelanjutan yaitu pemanfaatan sumber daya laut dan serta mekanisme pembiayaan inovatif pada tindakan iklim.

Forum AIS diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama dengan dengan United Nations Development Program (UNDP). AIS merupakan platform bagi pemerintahan negara-negara anggota untuk terlibat dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan - sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi, tentang inisiatif perubahan iklim bertema dan perlindungan laut.

Menko Luhut mengatakan negara pulau dan kepulauan memiliki sifat-sifat optimis, adaptif dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan pendekatan yang paling hemat biaya. Sejarah dan budaya mengajarkan bagaimana negara-negara pulau dan kepulauan menyelesaikan masalah mereka.

“Kita harus menjadi Moana, seorang anak perempuan yang memiliki semangat inovatif, dan selalu optimis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya,” kata Menko Luhut.

Moana adalah film animasi yang menggambarkan petualangan seorang gadis cilik Polinesia dalam mencari jati dirinya.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia mengambil peran untuk memimpin dan membentuk mekanisme pembiayaan baru untuk mendukung inisiatif perubahan iklim dan proyek-proyek pembangunan di negara-negara anggota Forum.

Di bawah Deklarasi Manado, anggota AIS setuju untuk memperkuat komitmen kerjasama dalam mitigasi perubahan iklim, manajemen bencana. Bekerjasama dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi, sampah plastik di laut, tata kelola maritim. Mendorong pengembangan tata kelola kelautan.

Country Director UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet mengatakan bahwa Forum AIS memberikan kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan berkomitmen untuk membantu agar negara-negara pulau dan kepulauan yang rentan tidak luput dari SDG's.

“Forum AIS inisiatif akan fokus pada solusi pengembangan praktis dan akan membuka peluang baru bagi negara pulau dan kepulauan kecil yang rentan terhadap perubahan iklim untuk menemukan cara inovatif dalam melindungi sumber daya laut sambil meningkatkan pendapatan mereka,” kata Bahuet menambahkan.

“Pembiayaan inovatif adalah dimensi penting dari inisiatif dan UNDP Indonesia yang akan membantu para anggotan mengakses mekanisme baru seperti keuangan campuran, keuangan Syariah, dan obligasi hijau, untuk proyek-proyek di bawah Forum AIS ” kata Mr. Bahuet.

Dengan naiknya permukaan laut akibat pemanasan global, negara-negara pulau dan kepulauan, khususnya yang kecil, merupakan wilayah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Delegasi dari 20 negara termasuk Kuba, Pulau Comoro, Siprus, Fiji, Guinea Bissau, Indonesia, Jamaika, Madagaskar, Selandia Baru, Papua New Guinea, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Suriname, Timor Leste dan Inggris menghadiri Forum Menteri AIS.

Pembukaan AIS Forum turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim RI Purbaya Yudhi Sadewa, para delegasi AIS Forum dan pejabat di Lingkup Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 31 Oktober 2018

Gubernur Olly Gelar Makan Malam Bersama Menko Maritim RI dan Peserta AIS


Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menggelar  jamuan makan malam bersama Menteri Koordinator Kemaritiman RI,  Luhut Binsar Panjaitan, perwakilan delegasi yang terhimpun dalam forum AIS (Archipelagic and Island State), dan seluruh tamu pada acara “The First Ministerial Meeting Of The Archipelagic And Island State (AIS) Forum” yang rencananya akan di gelar di Grand Kawanua Convention Centre pada besok hari.

Jamuan makan malam tersebut digelar di wisma negara Gubernuran Bumi Beringin, Rabu (31/10) malam.

Pada jamuan makan malam tersebut Gubernur Olly menyampaikan selamat datang kepada Menteri dan para peserta, serta berterima kasih telah melakukan kunjungan ke Sulut, kiranya selain melaksanakan kegiatan, para delegasi yang hadir dapat menikmati pesona pariwisata yang ada di daerah Nyiur Melambai.

Dalam jamuan makan malam tersebut disuguhkan juga penampilan tarian katrili untuk menghibur para tamu undangan.

Diketahui ada 20 perwakilan delegasi yang akan menghadiri kegiatan The First Ministerial Meeting Of The Archipelagic And Island State (AIS) Forum, antara lain:

1. Saint Kitts and Nevis
2. Fiji
3. Timor Leste
4. Singapur
5. Madagaskar
6. United Kingdom
7. Papua Nugenea
8. Suriname
9. Seycheles
10. Cuba
11. Philipine
12. Guinea bissau
13. Jamaica
14. Siprus
15. Cape verde
16. Sao Tome and Principe
17. Srilanka
18. Japan
19. Tonga
20. Malta

Turur hadir Sekretaris Provinsi Sulut Edwin H. Silangen, MS dan para pejabat eselon II Lingkup Pemprov Sulut.(humas provinsi sulut)

Tatap Muka Dengan Guru SMA,SMK, SLB se Sulut, Gubernur Olly Tegaskan Guru Perlu Lompatan, Bukan Sekedar Peningkatan

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, melakukan tatap muka dengan para Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK dan SLB se Sulut di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Rabu (31/10/18).

Dalam kesempatan itu Gubernur Olly mengungkapkan kegusarannya atas kondisi dunia pendidikan Sulut yang dianggap masih kurang dari yang diharapkan.

"Pagi ini saya ikut memantau pelaksanaan tes CPNS Pemprov Sulut pada sesi pertama dimana dari 200 peserta hanya 1 orang yang mencapai passing grade Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Ini sangat mengkhawatirkan, kalau bapak/ibu tidak sanggup mengemban tanggung jawab terhadap generasi muda kita sampaikan saja," tegas Gubernur.

Pun demikian, Gubernur Olly mengakui bahwa telah terjadi peningkatan pembangunan di sektor pendidikan, namun dirasa masih kurang memuaskan orang nomor satu di Sulut ini.

"Memang ada peningkatan, tapi buat saya itu masih kurang. Kita perlu lompatan, bukan sekedar peningkatan. Saya bicara keras karna hasil yang saya lihat sangat mengecewakan," tuturnya.

Kedepan Gubernur Olly menyatakan akan membuat SK tentang wawasan kebangsaan dimana mata pelajaran ini akan diterapkan dalam modul belajar siswa.

"Perlu asesment dalam meningkatkan mutu anak didik agar tercipta generasi yang punya kapasitas dan integritas tinggi. Rendahnya pemahaman atas wawasan kebangsaan sangat berbahaya bagi ideologi dan keutuhan negara kita. Kedepan akan ada SK Gubernur tentang modul pelajaran ini," katanya.

Lanjutnya, menghadapi APBD 2019 para Kepsek diharapkan dapat berkoordinasi dengan Pemprov Sulut agar mempersiapkan perencanaan dengan matang skala prioritas pembangunan sekolah masing-masing.

"Masing-masing SMA/SMK/SLB menyusun perencanaan mana yang prioritas menurut bidang agar maksimal, mana program yg pakai dana BOS mana yang memakai APBD 2019," bebernya.

Terakhir Gubernur juga menyinggung soal pengangkatan THL guru yang dilakukan tanpa koordinasi.

"Saya ingatkan bapak/ibu jangan mengangkat pegawai tanpa sepengetahuan saya. Penambahan guru ada jawalnya supaya masuk APBD. Agar jangan lagi ada guru digaji memakai dana BOS dan dibawah UMP Sulut. Kalau ada Kepsek yang menerima pegawai tanpa sepengetahuan saya berarti tidak ingin bersama saya," pungkas Gubernur.

Turut hadir Sekretaris Daerah, Edwin Silangen, Kadis Pendidikan Sulut Grace Punuh beserta jajaran, para kepala sekolah SMA/SMK dan SLB di Provinsi Sulut.(humas provinsi sulut)