Sabtu, 22 Juni 2013

Gubernur: Imam Masjid Jaga Toleransi kemajemukan Beragama

Imam masjid memiliki peran sentral dalam hal kemaslahatan umat. Karena itu peran tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memperkokoh kehidupan beragama dan toleransi kemajemukan umat beragama didaerah ini. Penegasan tersebut dikemukakan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, saat mengadakan silahturahmi pembentukan ikatan persaudaraan imam masjid (IPIM) Sulut di ruang huyula kantor gubernur, sabtu (22/6) lalu.
Pertemuan yang dihadiri Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan, unsur forkopimda, Kakanwil Kemenag Drs. H. Sa’ban Mauluddin MPdi serta pejabat teras pemprov itu, berlangsung dalam suasana hangat, karena para imam masjid yang hadir ini berdatangan dari seluruh kab/ko se-sulut.
Dikatakannya, toleransi kemajemukan umat beragama yang dalam bahasa kerennya pluralisme  harus tetap kita jaga, karena provinsi sulut sudah dikenal sebagai laboratorium kerukunan antar umat beragama di Indoensia. “saya nilai pertemuan para Imam masjid ini sangat penting dan bermanfaat untuk membagi pengalaman sesama Imam masjid yang ada di kota maupun yang ada di desa pelosok daerah ini, sehingga bisa mengetahui perekembangannya”, kata DR HC di bidang kepemimpinan masyarakat majemuk, dari Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Sarundajang juga menyampaikan, bahwa kehidupan kita sangat majemuk itu sudah sejak dari nenek moyang. Kepemimpinan para nabi dalam rangka kemaslahatan dunia dan akhirat telah memberi teladan kepada kita untuk mampu membina umat masing-masing sehingga  tetap setia kepada Allah sang pemberi hidup. Jadi kerukunan itu bagi saya penting, sembari menceritakan pengalamannya dalam membina kemajemukan ketika dipercayakan menjadi Gubernur untuk mendamaikan maluku dan maluku utara yang terjadi konflik sosial. Sebab dalam membina sesama yang berbeda tidak gampang, tapi tetap kita yakini kita memang satu sebagai bangsa dan satu ciptaannya yaitu dari Allah yang hidup diplanet bumi ini.
Disamping itu Gubernur juga mengajak agar Imam masjid untuk mewaspadai orang-orang baru datang yang ada di sekeliling jamaah. Walaupun di sulut belum terjadi, namun tetap harus kita harus mewaspadainya. Karena itu pentingnya forum-forum kerukunan beragama yang ada untuk menjadi wadah kerukunan. Karena itu Imam masjid masuk dalam form ini, ajak, Sarundajang.

Pertemuan itu diakhiri dengan dialog para Imama masjid dan Gubernur, serta Forkopimda sulut yang dihadiri Dan Rem 131 Santiago Brigjen TNI Jhoni Lumban Tobing, Kapolda Pol Brigjen Robby Kaligis, Dan Lantamal VIII Laksma TNI Gugug Handayani, Danlanudsri Kol. Ferdinand Roring, serta Kajati Sulut. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).     


      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar