Rabu, 12 Juni 2013

Mokodongan: Pembangunan Sanitasi Perlu Ditingkatkan

Selama lima tahun terakhir ini, kinerja pembangunan di Provinsi Sulut menunjukan perkembangan yang menggembirakan,  indikatornya  antara lain, penurunan tingkat kemiskinan sebesar 7,64 % dan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8 % di tahun 2012. Namun demikian, disamping keberhasilan itu, masih terdapat beberapa indikator pembangunan lainnya yang perlu ditingkatkan diantaranya,  pembangunan sanitasi. Hal ini disampaikan Sekprov Ir. SR. Mokodongan selaku Ketua Pokja Sanitasi Sulut, saat membuka Sosialisasi Program Hibah Sanitasi SAIIG-AUSAID Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Provinsi Sulut, Rabu (12/6)  kemarin, di ruang Mapaluse.
Dikatakan, hasil capaian triwulan pertama Tahun 2013, tingkat penyerapan dana hibah ini masih relatif rendah, yakni dibawah 50 %. Hal ini disebabkan oleh minimnya pemahaman kab/ko mengenai keberadaan dan persyaratan untuk memanfaatkan. Karena itu, guna meningkatkan daya serapnya, maka Pemprov bekerjasama dengan Pokja Sanitasi Provinsi, berinisiatif untuk menggelar kegiatan sosialisasi dan advikasi kepada para pengambil keputusan di tingkat kab/ko, khususnya bagi daerah yang sudah memiliki strategi sanitasi.
Program ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Autralia dan Pemerintah Indonesia dalam bentuk hibah (Grand) sebesar 40 Juta Dolar Australia. Dana  ini diperuntukan untuk membiayai sektor air limbah dan persampahan yang ada di kab/ko se-sulut dan sampai akhir tahun 2012 persentasi akses sanitasi baru mencapai 45,60 % dari target 55,59 %  dalam RPJMD. Oleh karena itu, melalui keikutsertaan Provinsi Sulut dalam PPSP ini, kita harus kejar ketertinggalan tersebut. sembari menginformasikan, saat ini telah ada10 kab/ko yang menjadi peserta program PPSP (7 kab/ko sebagai peserta program sejak tahun 2012 dan 3 kab/ko sebagai peserta program 2013), sedangkan 4 kab/ko, yaitu Bitung, Minsel, Bolmong, Boltim diharapkan menjadi peserta program PPSP Tahun 2014 mendatang, jelas mantan Sekda Bolmong.
 “PPSP adalah Road Map Pembangunan Sanitasi di Indonesia yang dimaksudkan untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia memenuhi tujuan Millenium Development Goals (MDGs) yakni mengurangi hingga setengah jumlah penduduk yang tidak punya akses berkelanjutan pada air yang aman diminum dan sanitasi yang layak pada tahun 2015”, kata Mantan Penjabat Walikota Kotamobagu ini.          
 Mokodongan menambahkan, guna memenuhi target ini  setidaknya ada tiga sasaran yang harus kita lakukan yakni, menghentikan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) pada Tahun 2014 diperkotaan dan pedesaan, penguranan timbunan sampah dari sumbernya dan penanganan sampah yang ramah lingkungan serta pengurangan genangan di 100 kab/ko seluas 22.500 hektar, kunci putra terbaik bumi totabuan. Hadir dalam sosialisasi ini, para Sekda Kabupaten/kota serta instansi terkait Provinsi dan Kab/Ko. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar