Rabu, 04 September 2013

AUSAID-BASICS Memberikan Kontribusi Signifikan Terhadap Pencapaian MDGs Sulut

Kehadiran AUSAID-BASICS di Provinsi Sulut sejak tahun 2010 hingga saat ini, telah memberikan kontribusi yang signifikan pada upaya pencapaian MDGS bidang kesehatan dan pendidikan melalui penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Melalui dukungan program pendampingan di lima kab/ko di sulut, setidaknya telah menghasilkan tiga praktek inovasi seperti instrumen perhitungan satuan harga (UBIT COST) pelayanan kesehatan, yang membantu dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran kesehatan yang tepat sasaran. Pemanfaatan system data kesehatan terintegrasi berbasis Web Online dan penyediaan dana provinsi khusus kesehatan dalam rangka percepatan pencapaian MDGs dan SPM sesuai prioritas program dan focus kebijakan daerah. Itu disampaikan Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd saat membuka kegiatan pertukaran dan berbagai pengalaman yang digelar dua lembaga donor AUSAID-BASICS di Hotel Novotel Manado, Rabu (4/9) kemarin.
Kegiatan yang turut dihadiri BASICS Projek Direktur William James Dugan, Saiful Doena dari AUSAID, Direktur Urusan Pemerintahan Daerah Wil I Kemendagri DR Kurniasih, MSi, Kapus Administrasi Kerjasama Luar Negeri Kemendagri DR. Yushartono Huntoyungo, MPd dan Ketua Bappeda Sulut Ir. Roy O Roring MSi. Sedangkan pesertanya berasal dari Bappeda, Dinkes dan Diknas se-Provinsi Sulawesi Tenggara dan Provinsi Sulut.
Selain ketiga inovasi tersebut, keberhasilan lainnya seperti mengatasi anak putus sekolah melalui gerakan Sumikola di Minut dan program kembali kesekolah di Bitung, mengatasi kekurangan guru di daerah kepulauan di Sangihe, mengatasi kekurangan tenaga bidan melalui program bidan kontrak di Sitaro, mengatasi tingginya jumlah kematian bayi di Minahasa melalui penerapan desa siaga mapalus sehat, srta memperkuat komitmen pemerintah Kab/Ko dalam pencapaian MGDs serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kesehatan dan pendidikan melalui penyusunan Perda inisiatif Dewan di Minut, Staro dan Minahasa, ujar mantan Kadis Diknas Sulut.
Untuk itu Pemprov Sulut menyampaikan terima kasih kepada lembaga donor ini atas perhatian yang begitu beear bagi daerah sulut. mudah-mudahan AUSAID-BASICS akan tetap menjadikan sulut sebagai basik untuk program ini kedepan, tambah Kansil.
Kemendagri melalui DR. Yushartono Huntoyungo mengakui, Pemprov Sulut sangat komit dalam meperjuangkan kesejahteraan warganya melalui pelayanan prioritas bidang kesehatan dan pendidikan dasar berbasis SPM, sehingga menempatkan daerah ini pada rangking 9 dalam pelaksanaan program MDGs, alasannya capaian Pemprov Sulut dalam memprioritaskan dana DAK untuk mempercepat pencapaian SPM/MDGs bidang kesehatan dan pendidikan, tambah putra asal Gorontalo ini. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).   






Tidak ada komentar:

Posting Komentar