Kamis, 23 Oktober 2014

Wagub: Seni Budaya Nusa Utara Kebanggan Sulut


Seni budaya Nusa Utara merupakan kebanggan Sulut Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil, MPd dalam acara pagelaran seni budaya Nusa Utara 2014. Acara tersebut digelar Rabu (22/10) bertempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Acara ini diprakarsai oleh Pelka kaum Bapa GMIST dan Forum Komunikasi Nusa Utara.
Dalam sambutannya, Wagub yang merupakan putra terbaik Nusa Utara menyampaikan, melalui momentum ini seluruh warga Nusa Utara agar Menjaga, melestarikan, memantapkan budaya lokal. Memelihara ciri khas budaya nusa utara yang merupakan satu keunikan, Potensi budaya mempengaruhi perkembangan daerah. Untuk itu budaya harus dilestarikan, dijaga, dan dikembangkan agar tetap terpelihara dan dikenal dunia luar.
Kansil mengharapkan kepada seluruh komponen warga Nusa Utara untuk menjaga industri budaya nusa utara, karena budaya memikiki kobtribusi besar terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Seni budaya nusa utara menjadi benteng perlindungan, penyaring, bagi masuknya budaya asing yang tidaj sesuai dengan karakter budaya bangsa Indonesia terutama Sulawesi utara.
Kansil yakin warga nusa utara mampu memegang dan mempertahankan historikal daerah karena tiga kabupaten yang ada di Nusa Utara yakni Sangihe, Sitaro dan Talaud mampu secara Bersama menjunjung nilai budaya daerah.
Melalui pagelaran ini Wagub mengharapkan semua warga yang terlibat untuk Tampilkan kreatifitas seni dan budaya lokal, melestarikan agar menjadi kebudayaan bangsa serta  pertahankan budaya ini, tidak lupa pula membangun  hubungan harmonis sesama warga Nusa Utara dan warga masyarakat lainnya di Sulut dan tetap nenjaga toleransi antar sesama warga.
Kegiatan yang di gelar hinga Sabtu 25 Oktober 2014 ini merupakan agenda pertama dilaksanakan guna mendorong agar budaya Nusa Utara lebih dikenal luas di Indonesia bahkan di dunia. Acara ini akan mengagendakan beberapa kegiatan yakni pameran produk unggulan Nusa Utara, temu pakar ketahanan pangan serta pemaparan panelis tentang perspektif ekonomi kerakyatan Nusa Utara, festifal paduan suara, masamper, gelar music bambu dan rentak tari kolosal. Kegiatan ini juga dipersembahkan warga Nusa utara dalam rangka mmeriahkan HUT ke 50 Provinsi Sulut. Turut hadir dalam acara tersebut, ibu Meike Kansil Tatengkeng, Bupati Kabupaten Sitaro, Bupati dan wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Wakil Walikota Manado dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar