Senin, 22 Juni 2015

Diletakan SHS Sulut Bakal Miliki RS Khusus Mata







Warga Sulawesi Utara patut bersyukur dan berbangga, karena komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat di bidang kesehatan terus dimaksimalkan.
Hal tersebut terbukti dengan dilaksanakannya pembangunan Rumah Sakit khusus Mata yang terletak di bilangan Kompleks Kelurahan Pakowa Manado, awal pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang bersama Wagub Dr Djouhari Kansil MPd, Ketua Komisi IV DPRD Sulut James karinda SH serta Kadis Kesehatan Prov. Sulut dr Grace L Punuh MKes  Senin (22/6) kemarin.
Dalam sambutannya Gubernur memberi apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sulut yang dipimpin Kadis dr Grace L Punuh MKes, atas kerja keras dan langkah maju dalam bidang kesehatan dalam mewujudkan pembangunan RS Khusus mata ini. RS ini merupakan RS. mata pertama yang ada di wilayah indonesia timur, jelas Sarundajang.
Pembangunan ini  merupakan tekad bersama, yang didukung sepenuhnya oleh rakyat Sulut dan DPRD Provinsi Sulut. Sarundajang menjelaskan secara singkat tentang Pelayanan kesehatan khusus mata, karena klinik mata  memiliki sejarah panjang di Sulut, dimulai dulu dari RS Gunung Wenang Manado. Dimana para mantri waktu itu Frets Sarundajang dan Mantri Karouw yang sangat dikenal, serta  penyandang Doktor Ahli Mata pertama di Sulut yang bertugas di RS Gunung Wenang Manado yaitu doktor Mandang.
Perkembangan di bagian pelayanan kesehatan mata berkembang dengan pesat, RS mata perlu ada karena di Sulut berdiri rumah sakit umum RSUD Kandou sebagai pusat rujukan. 
Pemerintah daerah dan pusat mendukung penuh pembangunan rumah sakit ini, Gubernur yakin RS. Khusus mata ini akan mendapat bantuan besar dari pusat. Untuk itu Gubernur berharap stakeholders terkait mampu meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bina pola hidup masyarakat dengan baik, berikan pelayanan terbaik sesuai standart nasional, Secara Khusus Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada kepala UPTD Balai Kesehatan Mata Masyarakat Dr. Diana Watania sebagai embrio dari pembangunan RS. mata yang  diharapkan bersama.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut DR Grace L Punuh MKes menyatakan rasa syukurnya karena Pemprov Sulut melalui Golden triangle telah memberi perhatian khusus dengan telah mengucurkan dana untuk peningkatan pelayanan kesehatan mata secara umum dan lebih khusus tindakan untuk pasien katarak mengingat hasil rizet kesehatan dasar 2013 Provinsi Sulut merupakan Provinsi tertinggi katarak yaitu 3,7 %. Ditambah pula dengan angka penyakit degenerative lebih khusus diabetes melitus di Sulut sangat tinggi mengakibatkan angka kebutaan yang disebabkan oleh kelainan retina akibat komplikasi penyakit DM sudah sangat mengkhawatirkan. Punuh menambahkan,  pembangunan RS. Khusus Mata ini menghabiskan anggaran sebesar17.306.000.000 M dan bisa menampung pasien 200 orang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar