Rabu, 13 Januari 2016

Gubernur : Mari Jo Ka Manado Bukan Proyek








Penjabat Gubernur Sulut Dr. Sumarsono MDM menegaskan Mari Jo Ka Manado merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah dari Empat program prioritas yang ada, guna menunjang Visit Sulawesi Utara dengan tagline Manado hanya sebagai entry point (Pintu masuk) menuju kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Karena program ini hanya sebuah spirit ideology dan bukan proyek sehingga tidak perlu ditata dalam APBD karena hanya berupa ajakan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut, disampaikan pada bincang pagi Gubernur Sulawesi Utara bersama wartawan dan Kanwil BRI Manado, Rabu (13/1) kemarin di aula Kanwil BRI Manado.
Alasan Gubernur mengangkat program Mari Jo Ka Manado karena sektor Pariwisata saat ini mengalami keterpurukan, sehingga Sulut tidak masuk dalam 10 besar daerah destinasi pariwisata di tanah air. Alasan inilah sehingga saya jadikan sebuah ajakan bagi warga Sulawesi Utara,  agar warga Sulut sadar akan kebersihan dan keindahan kota/kabupaten.  Bagaimana turis mau datang sementara daerah kita kotor, sampah di buang sembarang tempat. bahkan sungai sekalipun di jadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat, ujarnya.
“Menjadi impian saya lewat program Mari Jo Ka Manado, melalui Sektor Pariwisata ini agar Sulut menjadi bagus, karena Sumber daya alam sangat Indah, baik darat maupun laut, termasuk cultural tourism yang sangat khas, sehingga dapat berdiri sejajar dengan Bali, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, disadarinya bahwa  sektor Pariwisata mempunyai continous effect yang sangat besar dan luas.” Jelas Dirjen Otda Kemendagri ini.
Sumarsono mengakui keterpurukan sektor pariwisata di Sulut lebih disebabkan karena tidak adanya sharing ideology yang terpadu di antara sesama stakeholders pariwisatadi daerah ini.
Kedepan diharapkan stakeholders kepariwisataan, padu dalam memajukan sektor ini, ungkapnya. 

Sementara terkait dengan pemadaman listrik yang masih terjadi di daerah ini, Semburan uap air lahendong dan erupsi gunung soputan, Sumarsono menambahkan khusus kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) Zeynep Sultan sampai saat ini masih dalam tahapan stabilisasi posisi kapal sebab posisinya harus aman dan tidak boleh goyang nantinya akan berpengaruh pada konektivitas jaringan dari kapal ke darat, dan diharap sudah bisa beroperasi dalam waktu dekat ini.  Untuk semburan uap air lahendong sampai saat ini pihak perusahaan terus mengantisipasi sehingga tidak berdampak luas kepada masyarakat, karena ini masalah fenomena alam yang terjadi, dan pihak perusahaan masih terus mencari penyebab keluarnya lumpur uap air panas tersebut. Sedangkan masalah erupsi gunung soputan sehingga menyebabkan 3 desa di kecamatn Ratahan Timur, yaitu desa Pangu, pangu I, dan desa Pangu II pemprov sulut bersama pemkab Mitra telah menyalurkan berbagi bantuan berupa pemberian air bersih, beras dan obat- obatan. (Humas Pemprov Sulut).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar