Minggu, 05 April 2015

Wilayah Manado Timur Dua Gelar Ibadah pra Paskah







Ratusan warga jemaat yang berada di Wilayah Manado Timur (Wilmatim) dua Sabtu (4/4) lalu, menggelar ibadah pra paskah yang di pusatkan di Jemaat GMIM Sion Ranomuut.
Ibadah tersebut berlangsung khusuk, karena jemaat  telah melakukan prosesi penyaliban Yesus di kayu salib yang diperankan oleh Jemrif Alva Ombong SE yang juga selaku Pnt Remaja Jemaat GMIM Petra Ranomuut.
Pnt Dr Djouhari Kansil MPd dalam khotbahnya yang diambil dari Kitab Yesaya 53:1-8 mengajak, jemaat untuk dapat meneladani sikap keteladanan dari Yesus Kristus, yang rela menderita, sengsara dan mati diatas kayu salib di bukit golgota, demi untuk menebus dosa umat manusia.
Kansil mengatakan, peristiwa kematian Yesus kristus di bukit golgota, justeru tersimpan sebuah peristiwa agung dan akbar yaitu kemenangan.  
Karena itu dalam konteks beriman menderita, sengsara dan kematian merupakan sebuah realita yang memiliki arti yang sangat dalam dan makna yang sangat luas karena ujungnya bernilai dan berharga, jelas Ketua PKB Jemaat GMIM Pniel Tuna Wawonasa.
“Karena hanya melalui jalan Via Dolorosa menjadi pintu masuk untuk menemukan kemenangan hidup,”ujar Ketua PKB Wil. Mawakom sembari menyebutkan, itulah yang dilakukan Yesus Kristus kepada kita umat manusia, agar manusia sadar akan segala perbuatan dosa yang di perbuat melawan kehendakNya.
Karena itu Kansil berharap, warga gereja jangan sampai terkotak-kotak hanya karena kepentingan pribadi atau kelompok.
Belajar dari para murid Yesus (tipe 12 murid) ada yang cari muka, cari kedudukan serta menghalalkan segala cara, dan itu harus kita hindari, agar kita semua bisa menjadi gereja-gereja yang missioner, terang Penasehat PKB Sinode GMIM.  
Ketua BPMJ Sion Ranomuut Pdt Ventje Mongdong STh yang merupakan suami tercinta dari Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulut Dra Femmy M Suluh MSi, mengatakan, ibadah pra paskah telah diawali dengan jalan salib bersama yang diikuti lima jemaat yang tergabung dalam Wilmatim Dua yakni Jemaat Zaitun Liwas, Syalom Dendengan Dalam (Dendal), Yarden Dendal, Petra Ranomuut serta Jemaat Sion Ranomuut sebagai tuan rumah.
Ketua Wilmatim Dua Pdt Yanny Lompoliu STh memberikan apresiasi kepada jemaat Sion yang telah membuat kegiatan ini. Karena baru yang pertma kali dilaksanakan, apa lagi dalam ibadah tersebut telah dilakukan prosesi penyaliban Yesus, peristiwa ini sama seperti yang dialami Yesus di Israel, tandas Lompolui. Hadir Anggota Deprov Sulut James Karinda SH, Karo Hukum Marsel Sendouw SH, dan Dirut RSJ Ratumbuisang dr Jemmy Lampus yang merupakan Pelsus di wilayah itu, Kadis ESDM Ir. Marly Gumalag, dan Staf Ahli Gubernur Drs Maxi Lukas.  (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).       
   
  

Jumat, 03 April 2015

Wagub: Jumat Agung Momentum Bangun Kebersamaan







Peristiwa jumat agung diharapkan, menjadi momentum untuk membangun kebersamaan yang lebih erat di antara sesama jemaat. Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil MPd, usai mengikuti ibadah peringatan jumaat Agung di Jemaat GMIM Pniel Tuna Wawonasa Wil. Mawakom, Jumat (3/4) kemarin.
Dalam ibadah tersebut, secara bersama-sama jemaat dan pelsus  telah mengambil bagian dalam perjamuan asah yang kudus dipimpin Ketua BPMJ Pdt Estevanus Katihokang STh.
Wagub menyebutkan, Membangun kebersamaan di antara sesama warga jemaat, sangat penting, apalagi suasana dimana umat Kristen se-dunia saat ini sedang menghayati peristiwa Jumat Agung.
Pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, merupakan pengenapan dari Janji Allah kepada dunia, dimana Yesus mati  untuk menebus dosa manusia, jelas Ketua PKB jemaat GMIM Pniel Tuna.
Untuk itu melalui jumat agung, saya mengajak, mari kita bangun kebersamaan yang lebih mesra lagi, agar mampu menjaga kekudusan hidup, ujar Ketua PKB Wil. Mawakom, sembari menyebutkan, menjaga kekudusan hidup sama artinya kita peduli dengan lingkungan sosial yang ada sehingga tidak terjadi berbagai penyakit sosial di tengah-tengah jemaat dan masyarakat.
Sebelumnya Ketua BPMJ GMIM Pniel Tuna Wawonasa Pdt Estevanus Katihokang STh, menyebutkan, jumat agung, kiranya akan menjadi wahana instrospeksi diri dari berbagai dosa yang telah dilakukan manusia kepada Tuhan. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).       
    
   
    

SHS: Penyakit Ginjal Identik Dengan Pejabat






Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang menyatakan, penyakit ginjal identik dengan pejabat. Pernyataan SHS tersebut disampaikan saat membuka simposium awam dalam rangka memperingati hari ginjal sedunia (World Kidney Day) 2015, di Graha Bumi Beringin Manado, Kamis (2/4) lalu.
Kegiatan yang di gelar perhimpunan Pernefri cabang Sulut itu, mengambil tema “Save Our Kidney,”. Tampil sebagai pembicara diantaranya Prof DR Dr Emma Moeis Tenda SpPD-KGH yang juga selaku Ketua Pernefri Cabang Sulut, serta turut dihadiri Wagub Dr Djouhari Kansil MPd besama isteri Ny Mieke Kansil, Tatengkeng serta Kadis Dinkes Sulut dr Grace L Punuh MKes.
Dan bagi pejabat di Provinsi Sulut SHS mengimbau, untuk rajin melakukan “Cek Up” ke-dokter. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, jelas Gubernur Sulut ini.
“Karena penyakit ginjal yang berasal dari penyakit darah tinggi (hipertensi), jika tidak di obati dengan baik akan bermuara pada gagal ginjal. Jika ada pejabat yang sampai terkena penyakit tersebut maka tamatlah riwayatnya, “ ujar SHS, sembari menyebutkan, penyakit lain yang identik dengan pejabat yaitu penyakit jantung dan strok.
Gubernur mengakui hadirnya banyak penyakit dewasa ini akibat, dari kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi (Iptek). Kemajuan ini bisa membahayakan manusia.
Namun demikian apabila kita mampu merobah cara hidup (Life Style) kita dari yang tidak bersahabat menjadi bersahabat, di pastikan masyarakat dan pejabat, bisa terhindar dari berbagai ancaman penyakit-penyakit tersebut, tandas SHS. Turut hadir pejabat Eselon II Pemprov, TP.PKK Sulut, serta Kaum Lansia Sulut. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).

Kamis, 02 April 2015

Ringkuangan: PNS Harus Disiplin Agar Tak Dihukum

Setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau apatatur sipil negara yang ada di lingkup pemprov sulut untuk tetap disiplin dan sanggup menaati kewajiban untuk menghindari hukuman.

Penegasan tersebut disampaikan sekretaris provinsi sulur Ir Siswa R Mokodongan melalui kepala biro organisasi setda prov sulut Jemmy Ringkuangan,AP,Msi saat memberikan sambutan arahan dalam kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan kepegawaian mengenai pelanggaran disiplin PNS yang di gelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sulut, Kamis ( 2/4) bertempat di aula BKD kantor gubernur sulut.

Setiap aparatur harus mampu membangun kesadaran diri dalam mengimplementasikan disiplin di kehidupan sehari hari baik sebagai pegawai maupun masyarakat. Peningkatan disiplin merupakan faktor penting dalam pencapaian reformasi birokrasi.

PNS Juga diharapkan harus bekerja keras, cerdas dalam melaksanakan tugas, setiap  aturan harus diberlakukan dengan baik namun pimpinan juga tetap juga melihat aspek toleransi. Demi menjalankan sistem managemen organisasi yang baik, diingatkan juga kepada para pejabat struktural untuk tau berbagi dengan staf, guna memacu kinerja para staf demi lancarnya setiap pekerjaan yang dilaksanakan setiap hari.

Kepala bidang pembinaan dan pengawasan BKD sulut Vecky  Solang dalam laporan mengatakan kegiatan ini diadakan untuk
Mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi, meningkatkan wawasan dan pemahaman mengengai undang-undang nomor  5 2014 tentang aparatur sipil negara dan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Kegiatan ini juga untuk menciptakan aparatur yang bersih dan berwibawa. Memberikan kesepahaman tentang peraturan perundangan tentang disiplin PNS, menciptakan pemerintahan yang profesional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sekretaris BKD sulut Drs. Lucky Taju,Msi,  pejabat eselon III dan eselon IV yang membidangi kepegawaian di SKPD lingkup pemprov sulut.(kabag humas Drs Jahja Rondonuwu,Msi selaku jubir pemprov sulut)

Rabu, 01 April 2015

Wagub: Pendidikan Karakter Anak Mulai Dari Keluarga










Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil MPd mengatakan, Pendidikan karakter bagi anak-anak kita hendaknya  dimulai dari keluarga. hal itu dikatakan Wagub saat menghadiri Ibadah syukur HUT ke-50 (Yubelium) Jemaat GMIM Getsemani Madidir Bitung, Selasa lalu.
Kansil mengakui,  gejolak sosial yang melibatkan  anak-anak remaja kita seperti mabuk-mabukan, tawuran, panah wayer, seks bebas dan HIV AIDS, salah satu penyebab yaitu mulai hilang pendidikan karakter anak terutama pendidikan spiritual yang diperolehnya dari keluarga. 
Gereja juga harus berperan dalam membentuk karakter anak, melalui pembinaan di sekolah minggu serta memanfatkan gedung gereja setiap hari untuk mengajarkan keterampilan bagi anak remaja di jemaat.  
Karena itu Kansil mengajak orang tua harus tanamkan sejak dini hal-hal yang baik kepada anak-anak untuk terus belajar serta bekerja membantu orang tua di rumah. Hal itu dimaksudkan agar kemudian hari mereka bisa hidup mandiri.  
“ini penting diingatkan, terutama dalam menghadapi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Sumber daya manusia generasi muda Kota Bitung harus disiapkan secara matang agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing, “ujar mantan Kadis Diknas Sulut.
Senada dengan Wagub, Wakil Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Hein Arina MTh dalam khotbahnya, mengingatkan peran orang tua dalam membentuk karakter anak untuk hidup  takut akan Tuhan, sembari memberi contoh kehidupan pribadinya sejak masih sekolah di langowan yang hidup serba susah karena kedua orang tua hanya bekerja sebagai petani, tetapi mampu menghidupkan kami dengan 11 bersaudara.
“itu semua karena berkat didikan orang tua yang baik, yang memberi tugas dan kewajiban sehingga anak-anak bisa memiliki rasa tanggungjawab berbakti kepada orang tua dan terutama kepada Tuhan sang pemberi hidup,”jelas Pendeta jebolan Doktor dari Korea. 
Salah seorang Panitia Recky Tulalo SH yang juga Wartawan Harian Komentar, menyebutkan Ibadah syukur tersebut diakhiri dengan penyerahan hadiah lomba idol antar Kolom. Turut dihadir Ibu Mieke Kansil Tatengkeng,  Wakil Walikota Bitung Max Lomban, Sekot Drs Edyson Humiang MSi serta sejumlah anggota DPRD Kota Bitung. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).

 

     
   

Wagub: OSN Tingkatkan Mutu Pendidikan





 Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR Djouhari Kansil,MPd mengatakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan media untuk meningkatkan mutu pendidikan dan sekaligus menuntaskan wajib belajar yang bermutu.
Hal tersebut disampaikan wagub saat membuka kegiatan OSN sekolah dasar tingkat Provinsi Sulut tahun 2015 yang diselenggarakan Rabu (01/4) bertempat di SD Katolik  Frater Donbosco Manado.
OSN merupakan ajang mencari peserta didik berprestasi dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam, peserta didik pada jenjang sekolah dasar perlu terus dimotivasi untuk menyukai pelajaran tersebut agar dapat berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan sportivitas untuk mencapai prestasi terbaik,  sehingga dapat tumbuh bibit yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kansil juga mengatakan OSN kali ini diselenggarakan selain untuk memajukan prestasi tetapi juga sebagai persiapan bagi peserta didik untuk mengikuti perlombaan pada tingkat internasional nanti. OSN ini juga diharapkan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas baik dari aspek intelegensi, emosional, maupun spiritual.
 OSN ini dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan sekaligus menuntaskan wajib belajar yang bermutu.
Kepala Dinas Pendidikan Sulut Asiano G Kawatu MSi yang ikut didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dra Sutarti Ponto ME, mengatakan OSN tingkat SD ini diikuti oleh 135 peserta dari 15 kabupaten kota se sulut dengan mengikuti lomba dua mata pelajaran Matematika dan Pengetahuan Alam.
Kegiatan OSN ini dipantau langsung oleh Anggota DPRD Sulut Eva Sarundajang, Hanny Jos Pajow sertas dari Staf fungsional Direktorat Pembinaan SD Kemendikbud Misiyanto serta dari Pembina Matematika Prof Dr Benny Pinontoan, tambah Sutarti Ponto. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu Msi, selaku jubir pemprov sulut)