Jumat, 07 Desember 2018

Meriahkan Christmas Festival 2018, Pemprov Sulut Gelar Parade Kendaraan Hias

Parade kendaraan hias dalam rangka Christmas Festival 2018 yang digelar di Manado, Jumat (7/12/2018) malam diikuti puluhan peserta dari instansi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, BUMD, Pemerintah Kabupaten/Kota.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang dan Ketua Panitia Christmas Festival Adriana Dondokambey melepas peserta parade kendaraan hias di depan Manado Town Square yang berakhir di Kawasan Pohon Kasih Megamas.

Parade kendaraan hias ini diawali oleh kendaraan Biro Kesejahteraan Rakyat kemudian disusul kendaraan hias dari instansi lainnya. Masyarakat antusias menyaksikan rangkaian kendaraan hias di sepanjang jalan yang menjadi rute parade.

Kadis Pariwisata Daniel Mewengkang menerangkan parade kendaraan hias sebagai salah satu even dari Christmas Festival 2018 menjadi momentum sukacita seluruh masyarakat Sulut agar semakin menumbuhkan dan meningkatkan jalinan rasa persaudaraan dan kekeluargaan dalam semangat ”Torang Samua Ciptaan Tuhan”.

"Kegiatan ini semakin memperkuat persatuan dan persaudaraan seluruh masyarakat," kata Daniel.

Sementara itu, Ketua Panitia Christmas Festival 2018 Adriana Dondokambey mengatakan parade kendaraan hias dengan tampilan kendaraan yang menarik dan menghibur merupakan daya tarik tersendiri bagi warga masyarakat, maupun warga yang datang berkunjung sebagai wisatawan akan merasa antusias, terhibur dan mampu meninggalkan kesan yang mendalam lewat kegiatan budaya yang bernuansa religius seperti ini.

"Parade kendaraan hias menjadi ajang untuk semakin memajukan parawisata Sulawesi Utara," ucap Adriana.

Adapun kegiatan tersebut turut dihadiri para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Perkuat Sinergitas Di Bidang BUMD, Wagub Steven Saksikan MoU Antara Bank BRI Dan Bank Sulutgo

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Bank Sulutgo  dalam memperkuat sinergi untuk tujuan bersama demi mengembangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

MOU ini ditandatangani langsung oleh   Dirut BRI Tbk Suprajarto dan Dirut  Bank SulutGo Jefry Dendeng serta disaksikan langsung Wakil Gubernur Sulawesi Utara  Steven O.E Kandouw selaku Wakil Kepala Daerah dan Pemegang Saham Mayoritas Bank SulutGo di Hotel Indonesia Kempinski jumat (7/12/18 )  kemarin.

Tujuan kerjasama ini guna memperkuat BUMD di Sulut, sehingga memberikan sinergi yang baru bagi perekonomian di daerah dan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh BRI dan BUMD, yaitu Bank Sulut Gorontalo (SulutGo). Sehingga aliansi strategi dalam mengembangkan BUMD di Sulut khususnya di bidang perbankan akan lebih baik.

Karena saat ini dunia perbankan mengalami pergeseran yang sangat luar biasa karena adanya dunia digital. Kerja sama ini, merupakan satu di antara bentuk dukungan agar Bank SulutGo, mampu bersaing.

Selain Bank Sulutgo , BRI juga melakukan kerjasama dengan  beberapa BPD di Indonesia diantaranya BPD Kalsel, BPD Kaltintara, BPD Kalsel, BPD Kalbar, BPD DIY dan BPD NTT.

Turut hadir Gubernur Gorontalo Rusdi Habibie, Ketua Asbanda Kresno Sediarsi dan Pejabat BRI serta Pejabat BPD.

Kamis, 06 Desember 2018

OD SK All Out Perjuangkan Harga Kopra

Keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kendali OD SK dalam memperjuangkan harga kopra tidak main-main.

Pada hari Kamis 6 Desember 2018, bertempat di Gedung Menara Revindo Kebon Sirih Jakarta, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mengadakan pertemuan langsung dengan pihak pabrikan pembeli kopra terbesar di asulawesi Utara, yaitu PT Cargill yang diwakili oleh Bpk Arif salah seorang Direktur dan Ibu Imelda selaku Plant Manager, Pak Iwan selaku Pimpinan Perusahaan PT Multi Nabati Bitung dan PT Agro Makmur yang diwakili oleh Pak Rapolo Hutabarat.

Dalam pertemuan tersebut Kandouw menyampaikan bahwa Pemprov Sulut memahami situasi dan kondisi fluktuasi harga kopra saat ini yang menurun sebagai akibat dari konsumsi dan permintaan pasar dunia yang menurun, namun Kandouw juga meminta agar perusahaan-perusahaan yang merupakan pembeli utama komoditi kopra tersebut tergerak hatinya untuk melihat kondisi rakyat Sulawesi Utara yang sebagian besar adalah petani Kopra, dengan mengurangi sedikit keuntungannya dan menaikkan harga kopra yang dibeli dari masyarakat, terlebih ketika saat ini sebagian besar para petani sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi perayaan Natal.

Melalui pembahasan yang alot, ketiga perusahaan tersebut merespons positif keinginan Pemerintah Provinsi Sulut dan memintakan agar ada surat himbauan ke pihak perusahaan sebagai pijakan bagi mereka dalam mengambil keputusan. Di sisi yg lain PT Cargill menyatakan bahwa saat ini pihaknya sementara bermitra dengan sekitar 88 orang petani kopra yang tesertifikasi dan membeli kopra dengan harga yang jauh lebih tinggi/premium, sambil mengharapkan Pemprov memfasilitasi agar para petani yang bersertifikat lebih banyak lagi sehingga produk kopra terstandarisasi dan bisa dibeli dengan harga tinggi.

Dalam kesempatan tersebut juga perusahaan-perusahaan ini berkomitmen untuk turut serta menanggulangi penduduk miskin di Sulawesi Utara melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang nantinya diarahkan untuk penyediaan sarana perumahan atau rumah layak huni.

Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu Asisten 2 Ruddy Mokoginta, Karo Pemerintahan dan Humas DR. Jemmy Kumendong, Karo Ekonomi DR. Frangky Manumpil dan Kabid Perdagangan Dinas Perindag Hanny Wayong. (Humas Pemprov Sulut).

Pemprov Sulut Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK) mampu menunjukkan capaian positif di sektor penanggulangan kemiskinan.

Demikian disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang pada Rapat Koordinasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Peningkatan Kualitas Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2018 di Ruang F.J. Tumbelaka Kantor Gubernur, Kamis (6/12/2018) pagi.

"Saat ini kita mampu menekan angka kemiskinan menjadi 7,8 persen atau 193,31 ribu jiwa, dari sebelumnya 8,65 persen atau 208,54 ribu jiwa pada tahun 2015. Capaian ini menunjukkan telah terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,31 persen atau 15,23 ribu penduduk miskin terbantu dengan adanya program OD-SK," kata Humiang.

Menurut Humiang, pencapaian yang jauh di bawah tingkat kemiskinan nasional yang berada pada range 10-11 persen ini merupakan hal yang menggembirakan, namun bukan berarti pekerjaan telah berakhir, karena masih terdapat 193,31 ribu jiwa masyarakat miskin di daerah ini yang memerlukan dorongan dan stimulan dari pemerintah untuk keluar dari garis kemiskinan.

"Hal ini adalah fakta yang kemudian menjadi tanda bagi kita untuk dengan segera menguatkan kapasitas kerja, khususnya dalam aktualisasi dan realisasi program OD-SK," ucap Humiang.

Terkait dengan itu, lanjut Humiang, sangat dipahami bahwa suksesnya upaya penanggulangan kemiskinan tidak hanya bergantung dari satu instansi atau unit kerja, namun juga sangat bergantung pada keterlibatan seluruh komponen pembangunan.

"Dalam konteks itulah, momentum yang tercipta saat ini harus dioptimalkan bersama sebagai wadah mengumpulkan informasi, dan menghasilkan berbagai rekomendasi terkait upaya penanggulangan kemiskinan, serta perlindungan sosial, yang dapat diimplementasikan kedepan," imbuh Humiang.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dr Kartika Devi Kandouw-Tanos melalui Piter Jacob Toad selaku Kepala Bagian Kerawanan Sosial, Dampak Bencana, Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial menerangkan sasaran dari rapat tersebut.

"Sasaran dari kegiatan ini adalah terwujudnya percepatan pencapaian program penanggulangan kemiskinan di kabupaten dan kota se Sulawesi Utara," ujar Toad.

Pertemuan ini turut dihadiri perwakilan BPS Sulut, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan peserta dari kabupaten dan kota se Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 05 Desember 2018

Wagub Steven Terima Kunjungan Kerja Investor China

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw menerima kunjungan kerja investor dari Negara China Chairman ANHUI DONGIN RENEWABLE RESOURCE TECNOLOGI CO.LTD, Mr. Wendong Shi bersama tim. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang kerja Wakil Gubernur Sulut, Rabu (5/12/2018) pagi.

Nampak Wagub Steven menyambut baik kedatangan investor dari China Chairman ANHUI DONGIN RENEWABLE RESOURCE TECNOLOGI CO.LTD, serta berharap kunjungan kerja ini dapat menciptakan kerja sama di berbagai bidang.

"Pengelolaan sampah daur ulang menjadi prioritas investor China itu. Silahkan siapa saja yang ingin berinvestasi di daerah ini tapi sesuai aturan yang ada. Pak Gubernur Olly tidak melarang siapapun yang ingin berinvestasi di Sulut," papar Wagub.

Disamping itu juga, Wagub menuturkan bahwa Pemerintah Sulawesi Utara akan membatu terhadap investasi yang akan dilaksanakan oleh Mr. Shi karena akan berdapak baik bagi pertumbuhan ekonomi di Sulut.

"Silahkan Mr Shi follow up urusan regulasi aturan dan silahkan berkoordinasi dengan DPM-PTSP. Pokoknya pemprov siap bantu sepenuhnya, untuk mencari lahan, karena campur tangan pak Gubernur Olly semua menjadi muda bahkan eksport import pun lebih gampang," tandas Steven Kandouw.

Adapun pertemuan itu dalam rangka membahas kerjasama antara pemerintah daerah Provinsi Sulut dengan pengusaha dari China terkait dengan pengelolaan sampah daur ulang.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kadis PM-PTSP Sulut Henry Kaitjily, Perwakilan DLH Sulut serta John Kalangi selaku mitra kerja bidang investasi.

Wagub Apresiasi Prestasi Kontingen POPWILL V Sulut


Wakil Gubernur Steven O. E. Kandouw menerima Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) V Provinsi Sulut 2018, di Ruang CJ. Rantung Kantor Gubernur Sulut, kemarin (5/12).

Wakil Gubernur Steven menyampaikan atas nama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Pemerintah Provinsi Sulut serta masyarakat bumi nyiur melambai mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh kontingen POPWIL V yang sudah mengharumkan nama baik Sulawesi Utara.

"Puji syukur kepada Tuhan karena hari ini kita boleh berkumpul dengan suasana hati yang senang, bahagia, dan bangga. Siapa yang tidak senang, tidak bangga dan tidak bahagia kalau menjadi juara umum. Gubernur Olly pun senang kepada kalian (adik-adik) yang boleh mengharumkan nama Sulawesi Utara," katanya

Wagub Steven Kandouw mengingatkan kepada adik-adik bahwa senang, dan bangga dengan capaian itu perlu tapi jangan cepat puas.

"Untuk berprestasi terus perlu ada pengorbanan. Jadi jangan mimpi ada prestasi kalau tidak ada latihan, jadi perlu pengorbanan, waktu, tenaga dan biaya," tandasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas  Pemuda dan Olahraga Daerah Provinsi Sulut Marcel Sendoh dalam laporannya mengatakan
POPWIL V ini merupakan ajang seleksi untuk mengikuti POPNAS Tahun 2019 di Papua.  Dan ini juga menjadi ajang pemupukkan generasi kalangan pelajar wilayah V.

Diketahui kontingen atlit pelajar Sulawesi Utara menurunkan 155 atlit, pelatih serta official yang bertanding pada 8 cabang olahraga  yang di pertandingkan seperti Pencak Silat, Tenis, Tenis Meja, Bulutangkis, Bola Volly, Bola Basket, Sepak Bola dan Sepak Takraw.

Berikut hasil lengkap perolehan medali Popwil V tahun  2018 ( emas-perak-perunggu) sebagai berikut :

1. Sulawesi Utara  18  -  7    -  4
2. Sulawesi Tengah  8  -  12  - 8
3. Gorontalo 5  -   8   -  6
4. Maluku Utara 1  -   2   -  12
5. Papua Barat 0  -   2   -  3
6. Maluku 0  -   1   -  1

Bacakan Sambutan Mendikbud, Humiang Ingatkan Guru Tantangan Revolusi Industri 4.0

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018, di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, Rabu (5/12/2018) pagi.

Tema HGN 2018 "Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21".

Gubernur Olly Dondokambey, SE yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi yang menekankan beberapa hal.

"Atas nama pribadi dan pemerintah provinsi, saya menyampaikan ucapan selamat kepada semua guru. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Humiang.

Lanjut Humiang, Revolusi industri keempat sudah merambah semua sektor termasuk pendidikan. Diperlukan guru yang profesional dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada satuan pendidikan, untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan kompetensi global.

"Meski teknologi informasi terus berkembang, tetapi peran Guru sebagai pendidik tidak akan tergantikan, tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi setiap peserta didik," ujar Humiang.

Profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian, guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan. Tetapi menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupan, termasuk pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak.

Lebih lanjut, masih dalam sambutan, Humiang mengajak guru untuk menjadikan Hari Guru Nasional ini  sebagai semangat untuk terus  membangun peradaban bangsa sehingga Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu dan  berkarakter, serta mampu bersaing  dalam kancah pergaulan global.

Peringatan HGN 2018 turut dihadiri Kadisdikda Sulut Grace Punuh, Rektor Unsrat Ellen Kumaat dan ribuan guru se Sulut. (Humas Pemprov Sulut)