Rabu, 05 Desember 2018

Wagub Steven Terima Kunjungan Kerja Investor China

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw menerima kunjungan kerja investor dari Negara China Chairman ANHUI DONGIN RENEWABLE RESOURCE TECNOLOGI CO.LTD, Mr. Wendong Shi bersama tim. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang kerja Wakil Gubernur Sulut, Rabu (5/12/2018) pagi.

Nampak Wagub Steven menyambut baik kedatangan investor dari China Chairman ANHUI DONGIN RENEWABLE RESOURCE TECNOLOGI CO.LTD, serta berharap kunjungan kerja ini dapat menciptakan kerja sama di berbagai bidang.

"Pengelolaan sampah daur ulang menjadi prioritas investor China itu. Silahkan siapa saja yang ingin berinvestasi di daerah ini tapi sesuai aturan yang ada. Pak Gubernur Olly tidak melarang siapapun yang ingin berinvestasi di Sulut," papar Wagub.

Disamping itu juga, Wagub menuturkan bahwa Pemerintah Sulawesi Utara akan membatu terhadap investasi yang akan dilaksanakan oleh Mr. Shi karena akan berdapak baik bagi pertumbuhan ekonomi di Sulut.

"Silahkan Mr Shi follow up urusan regulasi aturan dan silahkan berkoordinasi dengan DPM-PTSP. Pokoknya pemprov siap bantu sepenuhnya, untuk mencari lahan, karena campur tangan pak Gubernur Olly semua menjadi muda bahkan eksport import pun lebih gampang," tandas Steven Kandouw.

Adapun pertemuan itu dalam rangka membahas kerjasama antara pemerintah daerah Provinsi Sulut dengan pengusaha dari China terkait dengan pengelolaan sampah daur ulang.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kadis PM-PTSP Sulut Henry Kaitjily, Perwakilan DLH Sulut serta John Kalangi selaku mitra kerja bidang investasi.

Wagub Apresiasi Prestasi Kontingen POPWILL V Sulut


Wakil Gubernur Steven O. E. Kandouw menerima Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) V Provinsi Sulut 2018, di Ruang CJ. Rantung Kantor Gubernur Sulut, kemarin (5/12).

Wakil Gubernur Steven menyampaikan atas nama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Pemerintah Provinsi Sulut serta masyarakat bumi nyiur melambai mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh kontingen POPWIL V yang sudah mengharumkan nama baik Sulawesi Utara.

"Puji syukur kepada Tuhan karena hari ini kita boleh berkumpul dengan suasana hati yang senang, bahagia, dan bangga. Siapa yang tidak senang, tidak bangga dan tidak bahagia kalau menjadi juara umum. Gubernur Olly pun senang kepada kalian (adik-adik) yang boleh mengharumkan nama Sulawesi Utara," katanya

Wagub Steven Kandouw mengingatkan kepada adik-adik bahwa senang, dan bangga dengan capaian itu perlu tapi jangan cepat puas.

"Untuk berprestasi terus perlu ada pengorbanan. Jadi jangan mimpi ada prestasi kalau tidak ada latihan, jadi perlu pengorbanan, waktu, tenaga dan biaya," tandasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas  Pemuda dan Olahraga Daerah Provinsi Sulut Marcel Sendoh dalam laporannya mengatakan
POPWIL V ini merupakan ajang seleksi untuk mengikuti POPNAS Tahun 2019 di Papua.  Dan ini juga menjadi ajang pemupukkan generasi kalangan pelajar wilayah V.

Diketahui kontingen atlit pelajar Sulawesi Utara menurunkan 155 atlit, pelatih serta official yang bertanding pada 8 cabang olahraga  yang di pertandingkan seperti Pencak Silat, Tenis, Tenis Meja, Bulutangkis, Bola Volly, Bola Basket, Sepak Bola dan Sepak Takraw.

Berikut hasil lengkap perolehan medali Popwil V tahun  2018 ( emas-perak-perunggu) sebagai berikut :

1. Sulawesi Utara  18  -  7    -  4
2. Sulawesi Tengah  8  -  12  - 8
3. Gorontalo 5  -   8   -  6
4. Maluku Utara 1  -   2   -  12
5. Papua Barat 0  -   2   -  3
6. Maluku 0  -   1   -  1

Bacakan Sambutan Mendikbud, Humiang Ingatkan Guru Tantangan Revolusi Industri 4.0

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018, di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, Rabu (5/12/2018) pagi.

Tema HGN 2018 "Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21".

Gubernur Olly Dondokambey, SE yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi yang menekankan beberapa hal.

"Atas nama pribadi dan pemerintah provinsi, saya menyampaikan ucapan selamat kepada semua guru. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Humiang.

Lanjut Humiang, Revolusi industri keempat sudah merambah semua sektor termasuk pendidikan. Diperlukan guru yang profesional dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada satuan pendidikan, untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan kompetensi global.

"Meski teknologi informasi terus berkembang, tetapi peran Guru sebagai pendidik tidak akan tergantikan, tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi setiap peserta didik," ujar Humiang.

Profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian, guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan. Tetapi menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupan, termasuk pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak.

Lebih lanjut, masih dalam sambutan, Humiang mengajak guru untuk menjadikan Hari Guru Nasional ini  sebagai semangat untuk terus  membangun peradaban bangsa sehingga Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu dan  berkarakter, serta mampu bersaing  dalam kancah pergaulan global.

Peringatan HGN 2018 turut dihadiri Kadisdikda Sulut Grace Punuh, Rektor Unsrat Ellen Kumaat dan ribuan guru se Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Selasa, 04 Desember 2018

Kumpul Pabrikan Kopra Sulut, Wagub Ajak Perusahan Naikan Harga Beli Kopra

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar pertemuan dengan pihak pabrik minyak kelapa untuk membahas solusi mengangkat harga kopra petani yang anjlok karena turunnya harga minyak nabati dunia. Dengan naiknya harga kopra dapat menolong petani kelapa untuk memenuhi kebutuhannya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Pak Gubernur meminta supaya ada kebijakan dari teman teman pabrikan khusus kopra Sulut ada kenaikan. Ini untuk menolong para petani," kata Kandouw kepada pihak pabrikan di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Selasa (4/12/2018) siang.

Wagub Kandouw berharap pihak pabrikan dapat menyisihkan keuntungannya untuk membeli kopra petani. Adapun semua perusahaan yang mengikuti pertemuan menanggapi positif permintaan itu, yaitu PT. Cargil Indonesia Indonesia Amurang, PT Salim Ivomas Pratama Bitung, PT Agro Makmur Raya Bitung dan PT Multi Nabati Sulawesi Bitung.

"Puji Tuhan pabrikan menyanggupi, kopra Sulut akan dinaikkan. Untuk itu pusat kantor pendukung yang ada di Medan dan Jakarta, kita sepakat akan ke kantor pusatnya. Kita sudah membuat appointment," ujar Kandouw.

Lebih lanjut, Kandouw mengatakan, rapat dengan pihak pabrikan ini merupakan himbauan Gubernur Olly Dondokambey, SE agar pihak pabrikan punya keterpanggilan, kepedulian dan mennyampaikannya kepada pimpinan mereka di kantor pusat terkait nasib petani kopra sehingga diharapkan harga kopra bisa naik sebelum 25 Desember 2018.

"Semoga Januari-Februari 2019 sudah jadi normal karena trend di luar negeri memasuki musim dingin harga kopra akan dinaikkan,"pungkasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan perusahaan yang hadir dalam undangan tersebut berjanji akan menyampaikan rencana ini kepada manajemen perusahaan dan akan segera ditindaklanjuti rapat dengan Pemprov Sulut.

Pertemuan ini turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Mokoginta, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Jemmy Kumendong, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Franky Manumpil dan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Hanny Wajong. (Humas Pemprov Sulut)

Wagub optimis proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2019 akan meningkat dibanding tahun 2018.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw Hadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 di Four Season Hotel, Selasa (4/11/18).

Dalam sambutannya : bahwa pembangunan Sulut di tahun 2019 telah ditetapkan RKPD dengan 10 prioritas pembangunan yakni :
1. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.
2. Pembangunan pendidikan.
3. Pembangunan kesehatan. 
4. Revolusi mental dan reformasi birokrasi.
5. Infrastruktur dan pengembangan wilayah termasuk wilayah perbatasan
6. Kedaulatan pangan.
7. Trantibmas dan sukses Pemilu Presiden dan Legislatif.
8. Peningkatan daya saing investasi.
9. Pembangunan pariwisata.
10. Pengelolaan bencana dan mitigasi iklim. 

Wagub optimis proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2019 akan meningkat dibanding tahun 2018.

Sektor perdagangan meningkat serta angka kemiskinan Sulawesi Utara di tahun 2019 menurun atau minimal sama dengan pencapaian pada tahun 2018 sebesar 7,8%.

Sektor pariwisata semakin tumbuh, pembukaan rute baru Malaysia Kinibalu-Manado serta  Manila -Davao-Manado pada tahun 2019 diharapkan mampu memenuhi target capaian sebanyak 200.000 kunjungan wisman serta 2,5 juta orang wisnus pada tahun 2019.

Sektor pertanian khususnya kelapa pemerintah concern dengan gub mengutus wagub datang ke belanda krn mayoritas  pasar kopra dunia dikelola di rotterdam.

Pemerintah memang tidak dapat mengatur atau mengintervensi harga kopra. Penyebabnya karena harga kopra diatur oleh pasar dunia.

Optimis ini akan membaik tahun depan karna di eropa memasuki musim dingin, otomatis kebutuhan segala minyak termasuk minyak kelapa.

"Setelah dari sini saya akan bertemu dngan pabrik besar pembeli kopra yang sdh puluhan tahun di sulut. Supaya mereka mau mengurangi sedikit margin mereka utk dibagi kepada petani kelapa terutama mengingat bulan desember ini untuk memenuhi kebutuhan hari raya natal dan tahun baru para petani," terang Wagub.

Pemprov sulut mempunyai tekad dan komitmen yang kuat untuk memantapkan perekonomian Sulawesi Utara tahun 2019 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya serta mengharapkan dukungan segenap pihak dalam upaya yang akan diperjuangkan dalam konteks itu menjadi harapan pertemuan ini akan kita manfaatkan sebaik mungkin untuk mengevaluasi kinerja kita selama 1 tahun ini serta untuk memperkuat sinergi kita untuk kedepannya tetap berjalan bersama menghadirkan kemajuan-kemajuan di daerah ini mencapai target pembangunan di tahun 2019 dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara.

Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut Soekowardjoyo beserta jajaran, Unsur Forkopimda, para Bupati/Walikota, para Pimpinan Perbankan di Sulut.

Wakili Gubernur, Humiang Lantik Pengurus ASTINDO Sulut

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang melantik pengurus ASTINDO (Asosiasi Travel Indonesia) Sulut pada acara Musyawarah Daerah Sosialisasi dan Pengukuhan ASTINDO di Manado, Selasa (4/12/2018) siang.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten, Gubernur Olly berharap ASTINDO mampu bekerja secara profesional, mandiri, tangguh serta berkualitas.

"Penampilan karakter ASTINDO dengan ciri dan karakter yang khas, tidak hanya dimaksudkan untuk memperjuangkan kepentingan organisasi semata tapi juga untuk turut memikirkan, memperjuangkan dan memberikan kontribusi dalam membangun bangsa dan daerah," harapnya.

Gubernur juga mendorong setiap komponen yang tergabung di dalam ASTINDO agar dapat tampil terdepan untuk mendukung pembangunan, terlebih dapat terus memperkuat kerja sama dan kemitraan dengan organisasi-organisasi lainnya.

Pengukuhan pengurus ASTINDO Sulut juga dirangkaikan dengan pemberian prastasi oleh Humiang kepada Ketua DPD ASTINDO Sulut terpilih Jouvendi Rompis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang, Sekretaris Umum DPP ASTINDO Pauline Suharno serta perwakilan dari PT Lion Air, Garuda dan dinas perhubungan. (Humas Pemprov Sulut)

Senin, 03 Desember 2018

ODSK Siapkan Resi Gudang Untuk Kopra Petani

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mencari solusi untuk mengangkat harga kopra. Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw memimpin rapat koordinasi terkait kopra di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Senin (3/12/2018) siang.

Dalam pertemuan itu, Wagub Kandouw menjelaskan pemerintah memang tidak dapat mengatur atau mengintervensi harga kopra. Penyebabnya karena harga kopra diatur oleh pasar dunia. Sedangkan kopra hanya merupakan komoditas substitusi sebagai bahan baku minyak goreng.

"Harga kopra turun hingga 623 dollar per metrik ton pada September 2018. Jadi ini bukan permainan pasar tetapi memang terjadi di seluruh dunia," kata Kandouw.

Lanjut Kandouw, Gubernur Olly Dondokambey, SE sangat peduli dengan nasib ribuan petani kelapa di Sulut hingga mengutusnya ke negara kincir angin Belanda.

"Bapak Gubernur peduli dengan petani kelapa. Bahkan saya diutus ke Belanda khusus untuk mencari informasi tentang sering berfluktuasinya harga kopra ini. Karena 70 persen pasar kopra dunia dikelola di Rotterdam," beber Kandouw.

Lebih lanjut, Kandouw mengapresiasi usulan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang diwakili Kabid Perdagangan Dalam Negeri Hanny Wajong untuk membuat Sistem Resi Gudang (SRG) guna mengatasi anjloknya harga kopra.

Diketahui, dengan SRG nantinya pada saat harga kopra rendah petani dapat menyimpannya di resi gudang dan menjualnya pada saat harga bagus. Sementara itu resinya diuangkan ke bank untuk modal kerja atau produksi yang lain.

Pada saat harga bagus barang di gudang dapat dijual, dan hasilnya membayar pembiayaan dari bank.

"Saya tertarik dengan usulan sistem resi gudang ini. Nanti akan dipelajari dan disiapkan semuanya," tandas Kandouw.

Pertemuan ini turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, Kepala Dinas Perkebunan Refly Ngantung dan Kepala Biro Perekonomian dan SDA Franky Manumpil. (Humas Pemprov Sulut)