Jumat, 21 Juni 2013

Wagub: Penanganan Konflik Jemaat Harus Gunakan Pendekatan Hati

Periode Pelayan Khusus (Pelsus) Penatua dan Syamas 2009-2013 di aras pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) akan selesai Bulan September 2013 nanti, dan akan melakukan pemilihan  kembali Pelsus periode pelayanan 2014-2018. Guna mengantisipasi hal itu Sinode GMIM menggelar Diskusi isu-isu strategis GMIM dalam rangka penyusunan Rencana Strategi (Renstra) GMIM 2014-1018, di Hotel Formosa Manado, Jumat (21/6), dengan menampilkan narasumber Wakil Gubernur Sulut Dr.Djouhari Kansil MPd.
Wagub mengatakan, penyusunan renstra sangat penting bagi masa depan pelayanan GMIM, disadari betul periode pelayanan yang akan berakhir ini, ada banyak peluang yang terlewatkan seperti   sumberdaya yang belum berfungsi optimal, banyak kelemahan yang perlu diperbaiki dan banyak ancaman menghadang di setiap langkah pelayanan. Jika kita mengurai semua kekuatan dan kelemahan internal dan eksternal yang ada, maka betapa kita akan takjub sekaligus miris dengan realitas yang kiranya akan mendorong kita untuk berjalan menuju apa yang seharusnya, menurut nilai-nilai bergereja yang dianut GMIM. Harus jujur bahwa dalam hidup bergereja masih ditemui  kesenjangan antara keadaan nyata dan keadaan yang seharusnya, jelas Ketua PKB Jemaat Pniel Tuna.
 Melalui diskusi ini, Ketua PKB Wil. Mawakom mengajak, semua komponen pelayanan dan para pemikir GMIM, terpanggil untuk menyumbangkan pokok-pokok pikiran tentang keberadaan GMIM masa kini. Apa saja yang menjadi isu-isu strategi GMIM yang harus di perhitungkan dengan cermat dalam merumuskan visi dan misi, program strategis pelayanan GMIM, empat tahun mendatang untuk menuju 100 tahun GMIM Bersinode.

Karena itu GMIM sebagai gereja yang fisioner, perlu ada perubahan dengan tidak meninggalkan identitas yang kokoh, jika tidak maka akan tergusur. Seperti dalam menghadapi tantangan di tengah-tengah jemaat, GMIM harus ada strategi pelayanan. Contohnya konflik sosial yang terjadi belum lama ini yang melibatkan warga GMIM di Desa Wanga dan Picuan, salah satu cara yaitu pendekatan pelayanan dari hati-ke hati. Pendekatan pelayanan seperti ini, menurut penasehat PKB Sinode GMIM sangat tepat dalam mengatasi setiap problem pelayanan GMIM, karena ada saling mengharggai dan mengormati antar sesama artinya ada hukum kasih didalamnya. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar