Kamis, 06 Juni 2013

Wagub: Isra Mi’raj Sarat Makna Spiritual

Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1434 Hijriah,  yang diperingati setiap tahun oleh umat Islam di daerah ini. Merupakan peristiwa suci yang sarat makna spiritual. Hal itu dikatan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj yang digelar Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Sulut dengan Panitia Masjid Al-Muhajirin Desa Watudambo Dua Kec, Kauditan Minut, Kamis (6/6) kemarin.
Jika kita merenungkan peristiwa ini, yang dijalani Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan spiritual dari Masjidil Haram di  Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina, lalu naik ke Sidratul Mutaha, tentu banyak kandungan hikmah dan pelajaran yang dipetik oleh kita semua, yang diawali dengan pembersihan hati, melalui media rukiay, sebagai bekal cahaya dalam perjalanan suci itu, jelas mantan Kadis Diknas Sulut, sembari menyebutkan, pembersihan hati sebagai bagian dari dimensi kerohanian merupakan awal dari suatu proses perubahan sebelum melakukan berbagai pekerjaan besar, ujarnya.      
Oleh karena itu, sebagai bangsa yang besar, kita hendaknya dapat memetik hikmah Isra Mi’raj, kita juga harus melakukan upaya pembersihan hati dan kejernihan berfikir sebelum mengantarkan bangsa ini menuju bangsa yang kuat, jaya dan bermartabat. Disadarinya membangun daerah dan bangsa sesuai peran dan fungsi kita, ibarat melakukan sebuah perjalanan suci yang memerlukan kebersihan hati dan kejernihan nurani, sehingga berbagai kesulitan dapat kita atasi dengan baik, harap Dr. Jebolah Universitas Merdeka Malang. Sedangkan Hikmah Isra Mi’raj disampaikan Ketua PHBI Minahasa H. Syamsudin Dali. Turut Hadir Bupati Minut Sompie Singal, Kasrem 131 Satiago Kol. Inf. Toto Junarno, Kakanwil Kemenag Sulut Sa’ban Mauludin, Ketua PHBI Sulut H. Ismail Moo  dan Kaban Kesbang Pol Gun Lapadengan. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar