Selasa, 15 Oktober 2013

Satu-satunya Gubernur, SHS terima penghargaan ‘Maritime Leadership in Government Award’


Kejayaan negara kita adalah di laut, sejarah mencatat bahwa nenek moyang kita di era kerajaan Majapahit dan Sriwijaya mempu mempersatukan nusantara karena kedigdayaan mereka menguasai perairan yang membentang sepanjan wilayah kepulauan negeri-negeri rumpun Melayu “Malay Archipelego” yang sangat kaya akan kandungan Sumber Daya Alamnya. “Sudah saatnya kejayaan itu kita rebut kembali. Di laut kita jaya dan disanalah letak kesejahteraan bangsa kita”, demikian diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI Prof. DR. Emil Salim dalam sambutannya pada acara the 3rd Anniversary Indonesia Maritime Institute yang digelar di Balai Kartini Jakarta, Senin(14/10). Dijelaskan Emil, selama ini pembangunan lebih berorientasi pada daratan yang pada kenyataannya, wilayah daratan di negara kita hanya sekitar 25% dari total keseluruhan luas wilayah kita, sedangkan 75% adalah wilayah laut. “Kita harus merobah orientasi ini, kejayaan laut kita melingkupi semua aspek, baik ekonomi, social budaya, pertahanan keamanan dan sebagainya. Oleh karena itu, menurut saya negeri ini kedepan membutuhkan pemimpin yang mempunyai visi kemaritiman untuk dapat mengarahkan pembangunan kemaritiman sehingga berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat”, kata mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto tersebut.
Selanjutnya Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang diwakili Sekjen Prof. Ir. Sjarief Wijaya, PhD menyampaikan sambutan yang mengurai tentang peluang-peluang Indonesia dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui potensi kelautan yang dikandung negeri ini. “Praktisnya, konsep ‘Blue Economy’ adalah konsep yang paling jitu dalam rangka menggali potensi kelautan kita. Blue Economy bukan hanya berbicara tentang prinsip ekonomi semata dalam mengeksploitasi laut kita, tapi juga berbicara tentang keberlanjutan ekosistem, kelestarian alam dan juga aspek social masyarakat kita”, imbuh Sjarief.
Menteri Pertahanan RI DR. Purnomo Yusgiantoro tampil membawakan ‘Keynote Speech’ dengan mengangkat topik “Pemimpin Bervisi Maritim Solusi Kejayaan Indonesia”. Dalam pidatonya, Menhan mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kondisi maritim di negara kita harus segera dibenahi. Beberapa regulasi yang ada pada faktanya belum secara optimal mengangkat potensi laut di Indonesia dan hal itu justru berimbas pada permasalahan-permasalahan pertahanan dan kedaulatan bangsa. “Hal ini perlu kita seriusi dan kita bicarakan bersama. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia namun kita belum mampu menterjemahkan ini dalam program-program pembangunan secara praktis. Kita memiliki banyak pakar yang ahli dalam bidang kelautan dan saya yakin kita mampu untuk merealisasikannya”, kata Purnomo. Meneri kemudian membuka secara resmi rangkaian kegiatan seusai menyampaikan sambutannya.
Hadir dalam kegiatan ini beberapa tokoh nasional dan pejabat-pejabat pemerintahan serta dari TNI-AL yaitu Prof. DR. Emil Salim selaku Ketua Watimpres, Wakil Menteri Perindustrian RI, Prof. DR. Alex Retraubun, MSc, Kepala Staf Angkatan Laut TNI Laksamana TNI DR. Marsetio, MM, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Prof. DR. Sarwono Kusumaatmaja, Dirjen KP3K-KKP DR. Sudirman Saad.
SHS Terima Penghargaan “Maritime Leadership in Government Award”
Pada kesempatan tersebut sejumlah 8 tokoh dan figur diberi penghargaan oleh Indonesia Maritime Institute karena dinilai paling berkompeten dan memberikan kontribusi yang nyata dalam bidang kemaritiman di Indonesia. Gubernur Sulut DR. S.H. Sarundajang merupakan satu-satunya kepala daerah yang menerima penghargaan ini dalam kategori “Maritime Leadership in Government” atau pemimpin di pemerintahan yang merorientasi kemaritiman. Diberikan penghargaan tersebut kepada Sarundajang bukan tanpa sebab, menurut Prof. DR. Deitriech H. Bengen, DEA selaku dewan Pembina IMI, Sarundajang telah menunjukkan dedikasi dan sumbangsih nyata terhadap pembangunan kemaritiman di Indonesia. “Keberhasilan Pak Sarundajang menyelenggarakan WOC, Sail Bunaken dan beberapa event di yang terkait dengan kelautan di daerah Sulawesi Utara sangat berhasil dan manfaatnya sampai di tingkat dunia. Beliau juga berhasil dalam menerapkan program-program pembangunan kemaritiman dan dapat menjadi contoh bagi pemimpin yang lain”, terangnya. Seperti diketahui, SHS juga merupakan satu-satunya peserta konvensi Calon Presiden di Partai Demokrat yang mengangkat konsep Blue Economy dan diakui para peserta lain sebagai pemikiran yang sangat brilian. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut Ir. Ronald Sorongan yang saat ini mendampingi Gubernur SHS ketika ditanyakan bahwa penghargaan yang diberikan ini adalah murni penilaian yang diberikan oleh IMI.
Berikut para penerima penghargaan dari Indonesia Maritime Institute:
1. Lifetime Achievement for Maritime Figure: Prof. Dr. Hasjim Djalal, MM
2. Maritime Security and Defence: Laksamana TNI Dr. Marsetio, MM (Kepala Staf TNI AL)
3.Maritime Leadership in Government: Dr. Harry Sinyo Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara)
4. Maritime Woman: Laksda TNI Christina M. Rantetana, M.Ph
5. Maritime Technology Innovation: Aqua-Tec yang diwakili oleh Bapak Andi Jayaprawira Sunadiman
6.Maritime Advocation:
AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara)
7. Maritime Adventurer: WANDARI
8. Maritime Student Organization: Himitekindo (Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia) di wakili oleh Sekjen Himitekindo (Ajeng Ayu Eviolita)
(Juru bicara Pemprov Sulut Judhistira Siwu, SE, MSi )


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar