Jumat, 16 Oktober 2015

Sumarsono: Rakyat Sulut Jangan Terprofokasi




Pasca terjadinya pembakaran rumah ibadah di Provinsi Aceh baru lalu, maka Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM mengimbau warga Sulawesi Utara agar tidak terprofokasi dengan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggungjawab itu.
Himbauan Gubernur itu disampaikan pada konferensi pers, Jumat (16/10) kemarin di kantor Gubernur.
“Saya harap rakyat Sulut jangan terprovokasi dengan kejadian ini, tapi marilah kita jaga persatuan dan kesatuan yang  ada selama ini yaitu rukun dan damai, karena torang samua basudara,” tegas Sumarsono.
Sumarsono mengatakan, semua agama melarang adanya perusakan rumah ibadah. Karena negara sangat menghargai pluralisme yang ada.
“Sebagai seorang muslim dan juga Pj Gubernur Sulut, kami sangat menyesalkan hal itu terjadi. Kiranya masyarakat Sulut tidak terprofokasi,” ujar Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini.
Karena itu jebolan Doktor Universitas Gajah Mada ini berharap, apa yang terjadi di aceh dan tolikara jangan sampai terjadi di Bumi Nyiur Melambai yang kita cintai ini.
Provinsi Sulawesi Utara menurut Sumarsono, merupakan salah satu daerah teraman di Indonesia, bahkan kerukunan hidup antar umat beragama di sini tak perlu diragukan lagi. Itu terlihat ketika saya menginjakan kakinya di tanah toar lumimuut ini, sesama pemeluk agama satu sama lain saling membantu. Sembari menjadikan contoh kehidupan warga Molas, pada hari raya kurban baru lalu, umat Kristen membantu umat islam untuk menyembelikan hewan kurban. Daerah lain tidak pernah kita lihat seperti disini.  Demikian pula dengan tempat-tempat ibadah juga saling berdekatan, ini merupakan simbol warga Sulut menjunjung tinggi pluralisme, tandas Sumarsono. (Kabag humas Roy Saroinsong SH selaku jubir pemprov).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar