Rabu, 21 Agustus 2013

Wagub : Desa Kauhis Jadi Kebanggaan Sulut

Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, menerima kedatangan Kapitalaung Desa Kauhis Nataniel Sabanari dan Camat Manganitu Devi H Rompis SPi di kediamannya  bumi beringin manado, Rabu (21/8) kemarin. Rombongan yang dipimpin Kepala BPMPD Sulut Dr. Ricky Tumanduk MSi dan Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan (Pemdeskel) Voura Kumendong SH, tujuannya ingin  melaporkan keberhasilan dalam keikutsertaan pada lomba desa dan kelurahan tingkat nasional Tahun 2013, Seperti diketahui Desa Kauhis Kec, Manganitu Kab. Kepulauan Sangihe berhasil meraih Juara II Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2013 ini. Karena itu Kansil memberi apresiasi positif atas  keberhasilan yang boleh dicapai desa kauhis. “Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan kerja cerdas seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah desa, PKK maupun warga itu sendiri”, katanya. Sembari menyebutkan atas nama Pemerintah Provinsi menyampaikan selamat atas keberhasilan ini. Saat ini tentunya desa kauhis tidak hanya menjadi kebanggaan dari warga Sangihe akan tetapi merupakan kebanggaan warga sulut, karena telah mencetak prestasi gemilang di tahun 2013 ini. Kansil juga mengakui selama beberapa tahun terakhir ini desa-desa yang ada di kepulauan nusa utara terus mencetak prestasi nasional dalam setiap penilaian lomba desa tingkat nasional dimana tahun lalu desa Kawio berhasil meraih juara III tingkat nasional yang sebelumnya desa makalehi pernah menjadi juara I lomba desa tingkat nasional. Untuk itu putra terbaik nusa utara ini berharap , desa kauhis kiranya terus berbenah, alasannya bukan tidak mungkin desa ini akan menjadi tujuan study banding bagi daerah lain, termasuk kapitalaung akan menjadi narasumber dalam pertemuan-pertemuan nanti.   

Tumanduk mengatakan, seleksi penilaian lomba desa ditingkat pusat diakuinya, sangat ketat dan memerlukan  perjuangan ekstra, karena selain di uji oleh tim penilai pusat, juga secara khusus diuji langsung oleh Ketua Dekranas sekaligus Ketua TP PKK Pusat ibu Vita Gamawan Fauzi serta dari Ibu negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga setiap peserta menjadi gregetan menghadapinya. Namun dengan semboyan So Mahe Kay Kehage (maju terus pantang mundur) akirnya desa kauhis  bisa meraih juara II lomba desa tingkat nasional tahun 2013 ini. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).  




Sutarjo: Sarundajang Paling Getol Perjuangkan CTI




Empat tahun telah berlalu sejak pelaksanaan World Ocean Converence (WOC) dan  Coral Triangle Initiative (CTI) Summit yang berlangsung di Manado Sulut pertengahan Mei  Tahun 2009 lalu. CTI sendiri merupakan perkumpulan 6 negara yaitu: Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua New Guinea, Solomon Islands dan Timor Leste yang secara geografis membentuk 'segi tiga' dimana kawasan pantai dan lautnya terkandung terumbu karang terbesar di dunia. Dengan kekayaan alam yang dimiliki tersebut, maka pemerintah di keenam negara tersebut berkewajiban menjaga keberlanjutan dan kelestariannya bukan hanya untuk masyarakat dan penduduk di wilayahnya saja tapi untuk seluruh dunia. Hal ini dikarenakan betapa pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap aspek lingkungan dan perekonomian. Itu sebabnya peran Indonesia sangat vital mengingat secara geografis negara ini memiliki wilayah yang palung luas dibandingkan dengan yang lain. Hal ini diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sjarif C. Sutarjo dalam pmbukaan acara 'The 2nd CTI-CFF Regional Priorities Workshop', Rabu (21/7) di Hotel Sedona, Tateli Minahasa. Dalam progress report program-program CTI yang dipresentasikan Sjarif, Ia sendiri tidak menyangka bahwa capaian-capaian yang diperoleh melebihi dari harapan. "Saya kaget tapi senang dengan hasil capaian ini, tapi kita jangan berpuas diri dulu", ujar Sutarjo. Kesempatan itu Sutarjo juga memuji upaya dan langkah dari Gubernur Sulut DR.S.H. Sarundajang dalam mendukung program CTI sampai ke level internasional. "Apresiasi dan penghargaan yang tinggi saya bagi Pak Sarundajang. Beliau sangat gigih memperjuangkan CTI", kata menteri. Dia menilai bahwa pelaksanaan WOC dan CTI Summit yang diselenggarakan di daerah ini beberapa tahun lalu sangatlah berhasil. Saat press conference sempat ditanyakan tentang kesiapan gedung sektretariat CTI yang sudah selesai dibangun di Kairagi apakah sudah bisa segera beroperasi, Menteri yang saat itu didampingi Gubernur Sulut dan Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) DR. Sudirman Saad menjawab bahwa sudah tidak ada masalah secara prinsip. "Kita tinggal menunggu 2 negara anggota yang belum meratifikasi sekretariat CTI. Tapi infprmasi yang saya dapat bahwa dalam waktu dekat sudah akan dilaksanakan. Ini kan tujuannya baik, dan sesuai kesepakatan jadi mereka juga menindaklanjutinya dengan baik, tinggal masalah waktu saja dan saya harap tahun ini sudah jalan", ungkap pria yang akrab disapa Cicip tersebut. (Juru bicara Pemprov Sulut Judhistira Siwu, SE, MSi ).

Selasa, 20 Agustus 2013

Sarundajang: Teknologi Informatika Bagian Penting dalam Reformasi Birokrasi



Sulawesi Utara kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan salah satu iven berskala internasional. Kali ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mempercayakan daerah ini sebagai host untuk kegiatan "The 19th Telecomunication Regulators' Council (ATRC) and Related Meetings" yang berlangsung di hotel Sintesa Peninsula Manado tanggal 20-24 Agustus 2013. Pertemuan tingkat Dirjen yang membidangi Teknologi Informasi dan Komunikasi se-ASEAN dihadiri oleh kurang lebih 200 orang peserta representasi 10 negara anggota ASEAN serta peninjau dari Jepang dan Korea Selatan. Gubernur Sulut DR.S.H. Sarundajang saat membawakan sambutan dalam bahasa Inggris mengatakan betapa pentingnya Teknologi Informasi bagi kehidupan manusia saat ini bahkan sudah menjadi kebutuhan. Dalam dunia birokrasi pun Teknologi informasi dan komunikasi menjadi bagian yang sangat penting dalam rangka menciptakan transparansi daalam rangka mewujudkan 'good governance and clean governance' (pemerintahan yang baik dan bersih). Dirjen Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo RI Muh. Budi Setiawan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Gubernur atas dukungan dan kesediaan Sulut sebagai tuan rumah. Hal senada disampaikan oleh Asean Secretariat Budi Yuwono dan The 18 ATRC chair Lay Mariveu, Asean ICT Center, Than Htun Aung yang mengagumi pemikiran Sarundajang dalam bidang TIK yang dikaitkan dengan reformasi birokrasi.



Wagub Terima Calon CPNS Praja IPDN

Sejalan dengan tekad pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, demi mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera,maka berbagai kebijakan di bidang pendidikan pun telah dikedepankan, termasuk diantaranya dengan mendirikan dan mengembangkan sistem pendidikan khususbersifat kedinasan, dimana IPDN menjadi salah satu lembaga pendidikan kedinasan di tanah air, yang bernaung dibawah Kemendagri. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd saat menerima 457 calon CPNS Praja IPDN di ruang huyula Kantor Gubernur, Selasa (20/8) kemarin.
Disebutkan, lembaga ini didirikan bukan hanya untuk memberikan pendidikan gratis bagi anak negara, tetapi lebih dimaksudkan untuk menjamin tersedianya aparatur negara yang siap pakai, kompetitif, cerdas dan handal memiliki profesionalitas serta dedikasi yang tinggi, untuk dipersiapkan menjadi seorang pamong praja, jelas Kansil, sembari menyebutkan, kehadiran IPDN, dinilai telah mampu menjawab kebutuhan pasar kerja dalam lingkup birokrasi di tanah air.
Saya menerima kalian, karena dianggap sebagai pemuda-pemudi pilihan dan terbaik sebagai utusan daerah masing-masing. Saya katakan terbaik, karena sebelumnya dari total pelamar sebanyak 465 peserta terdaftar yang telah diseleksi oleh tim penerima Provinsi Sulut, maka sebanyak 457 peserta telah dinyatakanmemenuhi syarat untuk menegikuti rangkaian tahapan seleksi berikutnya. karena itu kalian bersyukur karena bisa lolos di tingkat provinsi, selanjutkan akan mengikuti pantuhir di itngkat pusat. Perlu diketahui bahwa penilaian test di tahun ini semakin kompetitif, karena selain test psikologi, kesehatan, kesamaptaan dan akademik yang dilaksanakan, disamping akan dibekali dengan test integritas seta kejujuran, dimana hal ini merupakan terobosan baru yang berkolaborasi langsung dengan KPK, tandas jebolan S3 Unmer Malang. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).



      

Wagub: Hutan Sebagai Aset Dunia

Hutan adalah anugerah Tuhan, yang dapat memberikan manfaat serbaguna, sekaligus berfungsi sebagai penyanggah kehidupan umat manusia, sehingga harus dimanfaatkan secara optimal, tetapi harus dijaga kelestariannya untuk kemakmuran rakyat, baik untuk generasi muda masa kini maupun anak cucu kita sebagai generasi penerus bangsa dan daerah. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, saat membuka Lokakarya Strategi Monitoring Permanent Sample Plot (PSP)Tingkat Provinsi, yang digelar Badan Litbang Kementerian Kehutanan RI di Hotel Lion Manado, Selasa (19/8) kemarin.
 Hutan bukan saja memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya, tetapi juga manfaat ekologis, dimana peranannya sangat vital bagi kelestarian lingkungan hidup. Dengan manfaat ekologis ini, telah menjadikan hutan bukan saja sebagai aset bangsa, tetapi juga menjadi aset negara, ujar Kansil.
Kansil menginformasikan, luas kawasan hutan di Provinsi Sulut  kurang lebih 788.602,99 HA (50,46%), berdasarkan status kawasan, kegiatan mitigasi dapat dilakukan pada kawasan hutan negara dan pada hutan hak. Pada hutan negara, dapat dilakukan kegiatan konserfasi karbon hutan atau mencegah dan mengendalikan agar cadangan karbon yang tersimpan dalam hutan tidak lepas ke atmosfer. Kegiatan konservasi karbon dapat berupa pencegahan dieforestasi dan degradasi hutan, penetapan kawasan konservasi dan lindung, pembangunan hutan tanaman, serta penerapan teknik silvikultur intensif. Sedangkan pada hutah hak dapat dilaksanakan melalui kegiatan agroferestri hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan, sebagaimana yang telah di galakan saat ini di Provinsi Sulut, tambah mantan Kadis Diknas Sulut. Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari Kab/Ko se-Sulut ini bertindak sebagai keynot speaker Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Kelembagaan DR. Sunaryo dan turut dihadiri Kepala Balitbang Kementrian Kehutanan DR. Krisfianti L Ginoga dan Kadis Kehutanan Sulut Ir. Herry Rotinsulu. Usai membuka kegiatan Kansil, maupun Sunaryo, Ginoga dan Rotinsulu langsung melakukan penanaman bibit pohon mahoni di halaman hotel lion. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).   


        

  

Gubernur: Program Transmigrasi Mampu Topang Swasembada Pangan 




Sebanyak 98 peserta dari 5 Provinsi yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Maluku Utara sejak tanggal 19 Agustus 2013 berkumpul di Hotel Aryaduta Manado membicarakan isu-isu strategis menyangkut pertanahan transmigrasi. Sebagaimana dilaporkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulut Christian Talumepa, SH, MSi pada acara pembukaan, peserta terdiri dari para unsur dinas nakertrans dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) masing-masing wilayah dalam rangka membahas dan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan bidang transmigrasi khususnya peruntukan lahan di daerah serta mancarikan solusinya. Gubernur Sulut DR.S.H. Sarundajang mengemukakan beberapa pokok pikiran tentang permasalahan dibidang transmigrasi yang dihadapi bukan hanya di daerah Sulawesi Utara namun daerah lain yang masuk dalam regional ini. lanjut dikatakan, sektor transmigrasi jika tidak dikelolah dengan baik dapat melahirkan permasalahan baru yang dapat berakibat pada kesenjangan sosial. "Transmigrasi bukan hanya persoalan bagaimana memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya, namun lebih dari itu adalah bagaimana keberlanjutan (sustainability) dari komunitas yang nantinya terbentuk dari hasil transmigrasi tersebut". Ujar mantan penjabat Gubernur Maluku dan Maluku Utara. Permasalahan yang harus dipikirkan terkait dengan sektor ini ialah menyangkut infrastruktur yang memiliki pengaruh besar dalam menggerakkan perekonomian dari para transmigran. Sarundajang juga menyentil tentang eratnya hubungan antara transmigrasi dengan sektor pertanian dimana nantinya program transmigrasi diharapkan membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan demi menjaga stabilitas ketahanan pangan di daerah, untuk itu beliau meminta peran serta aktif dari para kepala daerah di kabupaten lokasi transmigrasi agar mendukung program tersebut. Ikut hadir Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Ir. H. Jamaludin Malik, MM beserta beberapa pejabat kemeterian dan hadir pula Kakanwil BPN Sulut.
(Juru bicara Pemprov Sulut Judhistira Siwu, SE, MSi )


Senin, 19 Agustus 2013

Dilantik Wagub Palandung Didefinitifkan




Drs Jhon Palandung saat ini bisa bernafas legah karena telah didefinitifkan dari jabatan Sekretaris DPRD Provinsi Sulut. Diketahui pelantikan pejabat Eselon II pada awal Juli 2013 yang bersangkutan masih sebagai PLh Sekwan. dan saat ini telah dilantik kembali oleh Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd  sebagai pejabat definitif, diruang Mapaluse, Senin ( 19/8) kemarin.
Karena itu Wagub mengingatkan, agar Palandung mampu menjabarkan kepercayaan  pimpinan yang ditempatkan  sebagai Sekretaris Dewan Provinsi Sulut. Kinerja saudara akan senantiasa dievaluasi. Ingat kinerja tidak sebatas pada aktualisasi program dan kegiatan melainkan harus mampu melahirkan terobosan dan cerda dalam setiap implementasi. Kualitas saudaraakan dibuktikan dari hasil kerja dan dampag bagi kemajuan organisasi, utamanya bagi masyarakatsebagai objek sekaligus subjek pembangunan, tegas orang nomor ua di sulut.
Kansil juga minta agar Palandung mampu berkoordinasi yang harmonis secara kontinue antar sesama SKPD sambil tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan agar tujuan yang ingin dicapai bisa berjalan dengan baik, harap putra terbaik nusa utara. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).