Selasa, 07 Oktober 2014

Pemprov Lakukan Deteksi Penyakit Difteri


Adanya kasus difteri di Kelurahan Karame Kota Manado, maka Pemprov Sulut melalui Dinas Kesehatan Sulut langsung mengantisipasinya. Hal itu disampikan Kadis Kesehatan Sulut dr Grace L Punuh Mkes kepada Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil, Selasa (7/10) di kantor Gubernur kemarin. Menurut Punuh Dinas kesehatan Sulut langsung mengantisipasinya bersama Dinas Kesehatan Kota Manado melakukan penyuluhan kesehatan tentang penyakit difteri, pemberian imunisasi difteri tambahan pada anakusia 2 bulan sampai 15 Tahun di kelurahan Karame kec. Wawonasa pada 4 Oktober 2014 yang lalu. Serta dilanjutkan secara bertahap di Kelurahan yang berbatasan langsung, termasuk di Sekolah-Sekolah dilingkungan Kelurahan se Kec. Wawonasa, jelas Punuh yang turut didampingi Kabid PMK Merry Rumbay, SKM Mkes.
Karena itu, Punuh minta masyarakat  waspada terhadap gejala penyakit tersebut sambil tetap menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh, sembari menyebutkan, difetri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Corynebacterium diphthera. bahkteri ini terutama menyerang balita usia 4-8 bulan namun dapat juga menyerang semua golongan umur yang status imunisasi difterinya tidak lengkap atau antibodinya tidak cukup protektif. Sedangkan sumber penularan pada manusia, cara penyebarannya terutama lewat udara. Gejala-gejala yang harus diwaspadai seperti demam ±38 oC, terbentuknya lapisan putih keabuan (pseudomembrane) yang tak mudah lepas serta mudah berdarah di tenggorokan, sakit menelas, leher membengkak seperti leher sapi dan sesak nafas. Apabila mendapati gejala-gejala seperti ini agar segera ketempat-temp[at pelayanan kesehatan, harap Punuh.
Wagub mengatakan, penyerbaran penyakit difteri di Kelurahan karame, kiranya terus diantisipasi oleh Dinas Kesehatan Sulut, karena ini merupakan kasus baru dan yang pertama di daerah ini, karena itu Dinas Kesehatan Sulut diharapkan, terus melakukan pendeteksian tidak hanya di Kota Manado melainkan hingga ke kabupaten/Kota se Sulut. karena kasus tersebut merupakan hasil konfirmasi dari balai Besar laboratorium Kesehatan Surabaya baru lalu, tandas Kansil. (Kabag humas Dr Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).        



Tidak ada komentar:

Posting Komentar