Upacara Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana STAKN Manado, dalam Sidang Senat Terbuka sekaligus peresmian gedung kuliah terpadu, berkonstruksi 7 lantai, yang menelan anggaran 53 Milyard lebih, dilaksanakan oleh Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin dan Pj Gubernur Sulut, DR Soni Sumarsono,MDM, pada Senin, 07/12, di Kampus STAKN Manado.
125 wisudawan/ti, terdiri dari 4 Program Studi yang telah terakreditasi dan 1 program studi yakni Prodi Musik Gereja masih dalam tahapan menunggu pengesahan dari Badan Akreditasi Negara.
Penjabat Gubernur Sulut, DR Soni Sumarsono, dalam sambutannya, kepada segenap para Wisudawan, bahwa pembangunan manusia dalam menciptakan moral ahlak dan ilmu yang berdasar pada intelektualitas dan tanggung jawab moril juga haruslah diimplemantasikan kemampuan dan ketrampilan tersebut untuk diterapkan kepada masyarakat luas, serta mampu menjawab tuntutan jaman. Selanjutnya kepada segenap Civitas Akademika Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado, Pj Gubernur mengajak untuk ikut serta mengsukseskan agenda pemerintah Provinsi Sulut diantaranya Sukses Pilkada, Sukses GSM dan GEBEKA, termasuk diantara yang menjadi harapan dan dambaan Civitas Akademika STAKN "Saya turut mengsupport upaya peralihan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut sesuai tahapan dan aspek regulasinya " harap Sumarsono.
Selanjutnya Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam sambutannya, menilai Lembaga Pendidikan Keagamaan, merupakan suatu keharusan dalam membangun karakter bangsa. Kaitan dengan peralihan status, oleh Kementerian Agama RI, menyambut baik kegiatan Wisuda STAKN Manado untuk
nantinya diharapkan agar perguruan tinggi keagamaan dalam membangun manusia yang berbudaya dan beradab, berakhlak mulia, dimana simbol dalam menggelorakan semangat pluralisme membangun Keindonesiaan yang toleran dan kerukunan antar umat beragama.
Juga lebih jauh, oleh Menteri senada dengan harapan Pj Gubernur, agar proses pengusulan alih status dimaksud dapat memenuhi standar Nasional dalam
upaya mennjadi Lembaga Pendidikan yang representatif.
Sementara itu Menteri Lukman Hakim Saifudin, dalam paparannya menilai Agama dalam konteks kehidupan berbangsa bernegara dari bangsa Indonesia, adalah memiliki kekhasan dan menduduki posisi strategis, dimana bangsa Indonesia tak lepas dari kebiasaan ritual keagaman.
Hubungan antara agama dan negara, saling membutuhkan, dan berdimensi Simbiosis Mutandis, yang menjadi acuan dan pedoman dari para penyelenggara negara. Dan ini yang membedakan Bangsa Indonesia dengan bangsa2 lain. Dan negara punya fungsi kontrol, untuk mampu menciptakan mekanisme Chek dan Balances, agar ada harmonisasi antar sesama pemeluk agama di Indonesia.
(Humas Pemprov Sulut)
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Senin, 07 Desember 2015
Menag dan Gubernur hadiri Wisuda Program S1 dan Pasca Sarjana STAKN
Sumarsono Jadi Keynote Speaker Sosialisasi BKKBN
Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga yang
esensinya menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, diarahkan untuk
mengupayakan kuantitas penduduk melalui program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, serta Pembangunan
Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga sebagai perwujudan norma Keluarga Kecil,
Bahagia dan Sejahtera.
Hal itu ditegaskan, Penjabat Gubernur Sulut Dr. Sumarsono,
MDM sebagai Keynote Speaker pada acara Sosialisasi Program Revitalisasi
Posyandu serta Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga, yang digelar
BKKBN Sulut di Ruang Mapaluse Kantor Gubernur (07/12), kemarin.
“Disadari, bahwa saat ini masih terdapat berbagai
permasalahan kependudukan, seperti besarnya Pertambahan Jumlah Penduduk secara
Absolut, masih tingginya angka kelahiran pada ibu usia 15-19 Tahun, serta
rendahnya dan tidak signifikannya kenaikan pemakaian kontrasepsi (CPR) selang
wakut 15 Tahun terakhir ini, berdampak pada struktur dan kualitas penduduk, yang
kurang menggembirakan”, jelas Sumarsono.
Sehingga berdampak negatif terhadap sejumlah aspek seperti
penyediaan sarana kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, peningkatan
subsidi pemerintah bagi kebutuhan hidup masyarakat, ketersediaan pangan, energi
dan sebagainya. Jelas Dirjen Otda Kemendagri.
Terkait dengan Revolusi Mental, yang dilakukan melalui
revitalisasi Program ini Sumarsono berharap peran Pengelola Program KKBPK mampu
menghentar dan mengawal gerakan ini ke tengah-tengah masyarakat. Ini merupakan
wujud dari upaya kita dalam memperjuangkan keluarga-keluarga Indonesia menjadi
keluarga yang berkarakter dan bermartabat, dengan demikian Sulut akan semakin
berkontribusi dalam mewujudkan Bangsa Indonesia, menjadi Bangsa yang Berdaulat
dalam bidang Politik, Berdikari dalam Bidang Ekonomi dan Berkepribadian dalam
Budaya.
Untuk itu diharapkan BKKBN segera melakukan pembinaan kader-kader di desa dengan melibatkan Aparat Desa/BPD, dinas kesehatan dan TP-PKK, dengan menghidupkan kembali Posyandu dengan Sistem Lima Meja yang dimulai dari Meja Pendaftaran sampai di meja terakhir yaitu Meja Penyuluhan yang didalamnya terdapat tenaga Medis. Menurut Penilaian Gubernur kegiatan seperti ini mulai redup di beberapa daerah, sembari mengajak mari kita kembangkan ini di daerah Sulut.
kewaspadaan keluarga sangat penting
Untuk itu diharapkan BKKBN segera melakukan pembinaan kader-kader di desa dengan melibatkan Aparat Desa/BPD, dinas kesehatan dan TP-PKK, dengan menghidupkan kembali Posyandu dengan Sistem Lima Meja yang dimulai dari Meja Pendaftaran sampai di meja terakhir yaitu Meja Penyuluhan yang didalamnya terdapat tenaga Medis. Menurut Penilaian Gubernur kegiatan seperti ini mulai redup di beberapa daerah, sembari mengajak mari kita kembangkan ini di daerah Sulut.
kewaspadaan keluarga sangat penting
Sementara Inspektur Utama BKKBN Pusat Dra. Mieke Sangian,
M.Si memberi apresiasi pada Penjabat Gubernur Sumarsono, karena di akhir tahun
telah menggelar acara ini. Sangian juga menyebutkan Putra-Putri Sulut berhasil keluar sebagai Juara I dan Juara II Duta Mahasiswa dalam rangka mensosialisasikan Salam Gendre. Sembari menambahkan bahwa petugas BKKBN se-Indonesia mengalami kekurangan tenaga, hingga kini tinggal 15.000 orang petugas BKKBN, hal itu dikarenakan ada yang sudah jadi Camat dan Bupati. Idealnya setiap 2 desa harus ada 1 Petugas BKKBN.
Sangian juga berharap BKKBN Sulut terus
berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk terus membangun daerah tercinta
Bumi Nyiur Melambai di sektor Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga. (Humas
Pemprov Sulut)
Sumarsono Ajak Lewat Kebudayaan Kita Bangun Pariwisata Sulut
Provinsi Sulut dilihat dari segi kebudayaan dan pariwisata,
mempunyai beberapa tarian tradisional seperti Maengket, Kabasaran Katrili, Poco-poco,
Upacara Tulude, Masamper, Cakalele, Tari Tumatenden dan berbagai tarian daerah lainnya
termasuk musik khas daerah yakni Kolintang, Musik Bambu, Musik Bia dan Rumah
Adat diyakini mampu memberikan devisa besar bagi daerah serta mendorong laju
gerak peningkatan ekonomi rakyat.
Hal itu ditegaskan Penjabat Gubernur Sulawesi Utara Dr.
Sumarsono, MDM pada acara Visit North Sulawesi Year Tagline “MARI JO KA MANADO”
serta Seminar dan Diskusi Kajian Ekonomi Sulut di Ruang C.J Rantung Senin, (07/12)
kemarin.
Kegiatan yang digelar kerja sama Pemprov Sulut, Bank
Indonesia Cabang Manado, Otoritas Jasa Keuangan dan Koran Sindo itu diikuti kalangan perbankan, pengusaha dan para
stakeholkders.
Menurut Sumarsono, maksud dan tujuan “Mari Jo Ka Manado” secara
simultan akan mempersiapkan sektor pariwisata di daerah ini agar lebih baik lagi
sehingga jumlah kunjungan wisatawan asing dan domestik akan semakin banyak. Karena
itu menjadi harapan saya penataan semua
destinasi wisata di daerah Sulut baik wisata bahari, kuliner dan religi maupun
objek wisata lainnya harus dilakukan sehingga bisa tampil lebih menarik.
Sumarsono mengatakan, seiring dengan ditetapkanya Sulut
sebagai Destinasi Wisata Unggulan oleh pemerintah, maka program “Mari Jo Ka
Manado” ini saya nilai sangat tepat dan strategis, dalam kerangka memberikan
sumbangsih bagi peningkatan ekonomi daerah Sulut, ujar Dirjen Otda Kemendagri
RI ini.
“Selain itu Sulut merupakan salah satu dari 8 Provinsi
Kepulauan di Indonesia serta memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung
dengan Kawasan Asia Timur (Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Asean) dan
Pasifik yang menjadi pusat perdagangan dan pertumbuhan ekonomi regional, serta
ditunjang stabilitas keamanan yang cukup stabil”, kata Sumarsono.
Namun dalam mensukseskan branding baru ini, diharapkan juga
adanya dukungan masyarakat sulut kiranya dapat bekerja sama menjaga stabilitas
ketentraman dan ketertiban untuk menjadikan Provinsi Sulut destinasi utama sektor
pariwisata di Indonesia, “disamping itu agar mampu meningkatkan perekonomian
daerah melalui sektor pariwisata, sehingga semakin mengakselerasi terwujudnya
pencapaian visi bersama yakni menjadikan Sulut semakin Berbudaya, Berdaya Saing
dan Sejahtera”, pungkas jebolan S3 Universitas Negeri Jakarta ini.(Humas
Pemprov Sulut)
Jumat, 04 Desember 2015
Gubernur Bantu Kursi Roda Bagi Penderita Disabilitas
Penjabat Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sumarsono MDM, membantu
dua kursi roda kepada dua orang penyandang disabilitas. Bantuan tersebut
diberikan Gubernur pada acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN)
dirangkaikan dengan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Provinsi Sulut
yang digelar di Graha Bumi Beringin Manado, Jumat (04/12) kemarin pagi.
Selain membantu kursi roda, Gubernur juga telah menyerahkan
berbagai bantuan Sosial dari Dinas Sosial Provinsi Sulut yaitu 1 unit rumah
sederhana bagi warga komunitas adat terpencil (KAT), bantuan alat olahraga, bantuan
usaha ekonomis kepada tiga orang lansia yang masih produktif masing-masing Rp.
1,5 juta bantuan program kesejahteraan sosial
anak berupa tabungan untuk tiga orang anak masing-masing 1 Juta rupiah, bantuan
Rp.50 Juta Panti Asuhan As-Salam, pemberian doorpraiz dari 10 kepala SKPD yang
diberikan kepada 10 penyandang disabilitas.
Gubernur mengatakan, terselenggaranya peringatan HKSN tahun
2015 di Provinsi Sulawesi Utara dengan tema “Ayo Kerja Bersama Membangun
Sulawesi Utara Sejahtera”, yang dirangkaikan dengan Hari Disabilitas
Internasional (HDI) saat ini saya pandang tepat dan konstruktif, yakni jalan
sehat dari kantor Gubernur dan kegiatan “sehari berbagi- satu orang satu (sebar-S.O.S)
atau One Day One Care. Dimana didalamnya,
kita juga akan membagi waktu bersama saudara-saudara kita penyandang
disabilitas, ujar Sumarsono.
Oleh karena itulah, mari bersama kita sukseskan momentum Peringatan HKSN dan HDI di Provinsi Sulut
tahun 2015. Ingat, masa depan bangsa dan daerah berada di tangan saudara sekalian,
tandas Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri RI ini.
Kadis Sosial Provinsi Sulut dr. Grace L Punuh M.Kes menyebutkan
jalan sehat bersama dari kantor Gubernur di tandai pelepasan balon oleh
Gubernur, Ketua TP. PKK Sulut Dra Ny. Tri Rachayu Sumarsono, Forkopinda Sulut
dan Sekprov Ir Siswa R Mokodongan.
Sedangkan tujuan HKSN dan HDI yaitu untuk membangun ingatan
kolektif elemen masyarakat Indonesia tanpa kecuali, agar nilai-nilai
kesetiakawanan sosial tetap kuat sebagai modal sosial, serta tersosialisasinya
Undang-Undang tentang hak-hak penyandang disabilitas disegala bidang kehidupan
dalam rangka perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, jelas mantan Kadis Kesehatan Provinsi Sulut.
(Humas provinsi sulut).
Sumarsono: Pelaku Usaha Harus Jujur berikan Data Sensus Ekonomi
Penjabat Gubernur Sulut Dr Sonny Sumarsono MDM menegaskan
pelaku usaha di Sulut harus jujur memberikan data yang benar saat petugas BPS
melakukan sensus ekonomi 2016.
Penegasan tersebut disampaikan langsung Gubernur dihadapan
peserta sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 yang berlangsung di salah satu rumah
kopi di kawasan mega mas Manado, Jumat (04/12) kemarin, yang diikuti para pelaku
usaha seperti pengusaha hotel, restoran, mall, bank perkantoran dan pengusaha lainnya.
“Saya minta pelaku usaha terutama pengusaha hotel, harus
jujur memberikan data yang benar saat dilakukan sensus ekonomi, sehingga kita
bisa memberi gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi, serta daya
saing bisnis di daerah ini,“ ujar bung Sonny sapaan akrabnya.
Ironi rasanya karena setiap tamu yang datang ke Sulut, selalu
melaporkan kepada saya sulit mendapatkan kamar hotel Karena penuh, namun
pengusaha hotel sendiri menyebutkan, hunian hotel mengalami penurunan. “Mana yang
benar tamu yang datang atau pengusaha hotel yang berbohong,” tegas Dirjen
Otonomi Daerah ini.
Alasannya sejak bulan Oktober lalu, hampir semua Kantor
Kementerian dan Badan di pusat melakukan rapat-rapat di hotel-hotel yang di
Manado, kok kenapa dibilang hunian menurun, aneh kan, tanya Sumarsono.
Sebenarnya kedatangan saya disini untuk mendengarkan
sosialisasi, namun diminta untuk memberikan masukan, maka yang menjadi problem
utama adalah menyangkut data. Mengandalkan data BPS dinilai belum komposit, terutama
menyangkut data kemiskinan. “Data BPS tidak memberikan jawaban karena datanya
makro,” katanya.
Mengapa demikian karena disini belum ada gerakan sadar data,
padahal dengan adanya data yang valid dan akurat akan memberi dampag yang besar
terhadap potret utuh perekonomian bangsa dan daerah, untuk dijadikan landasan penyusunan kebijakan
dan perencanaan pembangunan nasional dan regional, ujar jebolan S3 universitas
Negeri Jakarta ini.
Untuk sensus ekonomi ini saya memberi dukungan dukungan penuh
untuk menyukseskannya, sembari berharap masyarakat Sulut utamanya dunia usaha
dapat memberikan data yang benar dengan tingkat akurasi yang tinggi, tandas
Sumarsono.
Sebelumnya Kepala BPS Sulut Faisal telah menyampaikan maksud
dan tujuan pelaksanaan sensus ekonomi 2016 ini, dimana sensus dilaksanakan di
seluruh wilayah NKRI dan mencakup semua aktivitas ekonomi (kecuali sector
pertanian) dan skala ekonomi usaha.
Turut hadir Kepala Cabang BI Manado dan Dirut Bank Sulut.
(Humas pemprov sulut).
Langganan:
Postingan (Atom)



