Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Ir Siswa R Mokodongan, yang duduk berdampingan dengan isteri tercinta Esther Mokodongan Turang, tak mampu menyembunyikan keceriaannya, ketika Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Provinsi Ir. Sandra Moniaga MSi membacakan SK Presiden terkait dengan kenaikan pangkat dirinya dari Pembina IV D menjadi Pembina Utama IV E. di selah-selah Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68, yang di gelar di halaman Kantor Gubernur Sulut, Sabtu (17/8) pekan lalu. Penyerahan SK Kenaikan Pangkat tersebut telah diserahkan langsung Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang serta turut disaksikan Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd, Unsur Forkopimda, pejabat teras pemprov dan tamu undangan yang mengikuti upacara kemerdekaan RI tahun ini.
secara terpisah Mokodongan menyatakan, kenaikan pangkat yang di terimah saat ini, saya anggap paling istimewa dan spesial dibanding dengan kenaikan pangat sebelumnya, karena kenaikan pangkat yang saya terima itu merupakan kenaikan pangkat tertinggi bagi seorang birokrat. Apa lagi penyerahan SK Presiden ini bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68 dan langsung serahkan oleh Bapak Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, karena itu saya merasa sangat spesial bagi pribadi dan keluarga, ucap Ketua DPD I Korpri Sulut
Mokodongan juga menyebutkan, dengan kenaikan pangkat ini, kiranya akan memberikan semangat baru dalam menjalankan tugas-tugas yang sedang dipercayakn pimpinan sekarang ini sebagai SekretarisProvinsi Sulut, sembari berjanji, dirinya akan terus mendedikasikan baik tenaga dan pikiran demi untuk kemajuan bangsa dan terlebih khusu daerah tercinta sulawesi utara, tambah putra bumi totabuan ini.
Dari Pantuan koran ini, pak sekprov Siswa Mokodongan langsung mendapat ucapan selamat dari Kapolda Sulut Brigjen Robby Kaligis serta Dan Rem 131 Satiago Brigjen Inf Johni Lumban Tobing dan Lantamal VIII Laksma Guguk Handayani yang duduk sederet du kursi undangan. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemrov).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Sabtu, 17 Agustus 2013
Jumat, 16 Agustus 2013
Sekprov Lepas Gerak Jalan 45 Km
Sekretaris Provinsi Sulut Ir. Siswa R Mokodongan Kamis,
(15/8) malam melepas lomba gerak jalan 45 Km, dalam rangka memperingati HUT ke-68 Kemerdekaan RI Tahun 2013. Lomba yang
mengambil start dari halaman kantor Bupati Minahasa dan finis di halaman kantor
Gubernur Sulut.
Mokodongan mengatakan, lomba gerak jalan 45 Km ini memiliki
makna strategis, yaitu sebagai bagian dari upaya kita bersama untuk
menggelorakan dan menumbuhkankembangkanjiwa dan semangat kejuangan kebangsaan
dalam jalinan persatuan dan kesatuan. Disamping itu, merupakan momentum tepat
untuk merenungkan kembali eksistensi, peran, tugas dan tanggungjawab kita dalam
proses pembangunan, seraya melakukan evaluasi dan introspeksi tentang seberapa
besar kontribusi yang telah kita berikan dalam mengisi kemerdekaan ini, melalui
karya dan pengabdian bagi kemajunan daerah bumi nyiur melambai dan bangsa
sesuai tugas dan tanggunjawab masing-masing, ujar putra terbaik bumi totabuan.
Disamping itu
Mokodongan juga mengingatkan, peserta melalui kegiatan ini hendaknya akan
semakin menumbuhkan kesadaran kejuangan seperti yang telah dibhaktikan oleh
para pejuang bangsa dalam merebut kemerdekaan ini dari kaum penjajah, kuncinya.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MS yang juga
selaku Ketua Umum panitia HUT ke- 68 Kemerdekaan
RI dan HUT ke-49 Provinsi Sulut menyebutkan, kegiatan itu diikuti 23 peserta
yang berasal dari siswa SMA, SKPD Kabupaten/Kota serta dari unsur TNI/Polri.
Sedangkan untuk lomba gerak jalan 17 Km dan 8 km sudah dilaksanakan sebelumnya,
tambah mantan Asisten Administrasi Umum. Turut hadir Bupati Minahasa Jantje Sajow, Wakil Bupati Ivan Sarundajang bersama Muspida Minahasa, Kadispora Bartolomeus
Mononutu SH serta sejumlah pejabat teras pemprov dan Minahasa. (Kabag humas
Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).
Kamis, 15 Agustus 2013
Siwu: Wagub Hanya Kirim Kartu Lebaran
Menanggapi pemberitaan salah satu harian lokal sulut yang terbit Rabu (14/8) di halaman 13 Politik dan Pemerintahan dengan judul berita Personil Komisi IV Dapat Karangan bunga Hias serta sub judul Ramdani: Saya berikan ke orang lain, yang merupakan hadiah spesial dari Pemerintah Provinsi Sulut dari Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, mendapat bantahan dari juru bica Pemprov Judhistira Siwu. Dimana pemberitaan tersebut mengandung unsur pembohongan publik, karena
yang benar Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd hanya mengirimkan kartu ucapan kepada sejumlah legislator sulut yang merayakan Hari Raya Idul Fitri, dan ini sudah menjadi kelasiman setiap tahun apabila datangnya hari raya keagamaan. Sedangkan sinyalemen pemberitaan terkait dengan bunga cantik itu, sesungguhnya tidak benar, karena Pak Wagub melalui Sekretaris pribadi Valdy Tumara SSTP hanya mengirimkan kartu ucapan saja dan tidak ada yang lain, tandas mantan Kabag Protokol Pemprov.
Justeru Wagub Sulut Djouhari Kansil dengan santai menanggapi pemberitaan bunga cantik untuk para legislator yang merayakan Idul Fitri. "kalau saya kirim bunga, bunga saya pasti akan lebih cantik dari bunga cantik tersebut," katanya usai mengiktu Hari Pramuka ke-52, di cibubur Rabu 14/8) malam.
Pada pemberitaan sebelumnya sosok pelayan Tuhan ini disebut-sebut telah melanggar Pasal 12 B UU Nomor 20 Tahun 2001 dalam hal ini melakukan tindakan gratifikasi dengan memberikan rangkaian bunga dan kartu ucapan selamat Idul Fitri pada beberapa anggota DPRD Provinsi yang merayakan. Kansil mengakui bahwa dirinya yang telah mengirimkan ucapan lebaran kepada anggota komisi IV bidang kesra. "Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya yang menginstruksikan kepada staf untuk mengirimkan kartu ucapan selamat merayakan Idul Fitri dan itu tanpa bunga" aku Kansil.
Karena itu kansil menandaskan, tak perlu dipersoalkan lagi masalah bunga karena masih ada agenda lainnya yang lebih penting untuk dilakukan demi mewujudkan sulawesi utara yang berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera, Kunci Siwu. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku junir pemprov).
yang benar Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd hanya mengirimkan kartu ucapan kepada sejumlah legislator sulut yang merayakan Hari Raya Idul Fitri, dan ini sudah menjadi kelasiman setiap tahun apabila datangnya hari raya keagamaan. Sedangkan sinyalemen pemberitaan terkait dengan bunga cantik itu, sesungguhnya tidak benar, karena Pak Wagub melalui Sekretaris pribadi Valdy Tumara SSTP hanya mengirimkan kartu ucapan saja dan tidak ada yang lain, tandas mantan Kabag Protokol Pemprov.
Justeru Wagub Sulut Djouhari Kansil dengan santai menanggapi pemberitaan bunga cantik untuk para legislator yang merayakan Idul Fitri. "kalau saya kirim bunga, bunga saya pasti akan lebih cantik dari bunga cantik tersebut," katanya usai mengiktu Hari Pramuka ke-52, di cibubur Rabu 14/8) malam.
Pada pemberitaan sebelumnya sosok pelayan Tuhan ini disebut-sebut telah melanggar Pasal 12 B UU Nomor 20 Tahun 2001 dalam hal ini melakukan tindakan gratifikasi dengan memberikan rangkaian bunga dan kartu ucapan selamat Idul Fitri pada beberapa anggota DPRD Provinsi yang merayakan. Kansil mengakui bahwa dirinya yang telah mengirimkan ucapan lebaran kepada anggota komisi IV bidang kesra. "Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya yang menginstruksikan kepada staf untuk mengirimkan kartu ucapan selamat merayakan Idul Fitri dan itu tanpa bunga" aku Kansil.
Karena itu kansil menandaskan, tak perlu dipersoalkan lagi masalah bunga karena masih ada agenda lainnya yang lebih penting untuk dilakukan demi mewujudkan sulawesi utara yang berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera, Kunci Siwu. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku junir pemprov).
Gubernur Kukuhkan Paskibraka Sulut
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulut yang
akan bertugas mengibarkan Bendera Sang Merah Putih pada Peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan
RI 17 Agutus 2013 di halaman Kantor
Gubernur Sulut, telah dikukuhkan oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry
Sarundajang, Kamis (15/8) kemarin di ruang Mapalus.
Pengukuhan terhadap 30 anggota Paskibrakan ini, ikut
disaksikan Unsur Forkopimda, Ketua Panitia HUT ke-68 Kemerdekaan RI dan HUT ke 49
Provinsi Sulut 2013 Edwin Silangen serta anggota Panitia lainnya dan para orang tua
Paskibraka.
Gubernur Sarundajang mengatakan, pengukuhan ini bermakna,
bahwa Paskibraka berjiwa kesatria, satunya perkataan dan perbuatan, bertanggung
jawab, rela berkorban untuk ibu pertiwi,
serta mengajak anggota Paskibraka untuk mengucap Ikrar Putra Indonesia
dihadapan Sang Merah Putih serta menciumnya satu persatu di hadapan hadirin.Kesempatan
itu baik Gubernur maupun Forkopimda, Panita dan orang tua berkesempatan
menyematkan pin Paskibraka di dada kiri dari setiap anggota paskibraka.
Kadis Diknas Harol Monareh melaporkan yang menjadi tujuan
pengukuhan ini adalah untuk memupuk rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap
bangsa dan negara di kalangan generasi muda dengan mengikutsertakan pada
peringatan hari-hari bersejarah Indonesia.
Mantan Kadis Nakertrans juga menambahkan, sementara sasarannya
yaitu anggota Paskibraka terdiri dari generasi muda siswa SMA?SMK putra-putri
yang telah lulus seleksi tingkat Provinsi Sulut yang merupakan utusan dari
Kabupaten/Kota dengan jumlah 30 orang anggota Paskibraka yang terdiri dari Kab.
Kepulauan Sangihe 1 Putra 1 Putri, Kab. Kepulauan Sitaro 1 Putra 1 Putri, Kab
Minahasa 1 Putra 1 Putri, Kab Minsel 1 Putra 1 Putri, Kab Minut 2 Putra 2
Putri, Kab Mitra 1 Putra 1 Putri, Kab Bolmut 1 Putra 1 Putri, Kab Boltim 1 Putra 1 Putri,
Kab Bolsel 1 Putra 1 Putri, Kota Manado 2 Putra 2 Putri, Kota Bitung 1 Putra 1
Putri, Kota Kotamobagu 1 Putra 1 Putri dan Kota Tomohon 1 Putra dan 1 Putri. (
Kabag humas Judhistria Siwu selaku jubir pemprov).
Mokodongan: Kedatangan Rombongan KSD Dijemput Gubernur
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Ir. Siswa R Mokodongan
selaku Ketua Pengarah kunjungan reuni Kawanua Se Dunia (KSD) pulang kampung
(pulkam) dalam rangka ikut memeriahkan HUT Ke-68 Kemerdekaan RI dan rangkaian
Peringatan HUT ke- 49 Provinsi Sulut, yang akan tiba pada hari Rabu, (21/8) pekan depan,
rencananya akan dijemput langsung oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang
di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.
Gubernur telah
menyatakan kesediaannya untuk menjemput langsung para datu-duta sulut yang telah lama menetap di-seluruh belahan dunia, jelas Mokodongan
sembari menyebutkan, bahwa kedatangan KSD
ditanah leluhur ini, setidaknya akan memberi nilai tambah bagi kemajuan tanah tora lumimuut, karena salah
satu kegiatan yang nantinya mereka lakukan
yaitu bhakti sosial untuk menausiaan dan pelestarian lingkungan.
Karena itu dalam
pertemuan itu, Mokodongan minta, agar SKPD provinsi maupun kab/kot yang diberi tugas
dan tanggung jawab mulai dari penjemputan hingga kegiatan nanti harus bekerja lebih
serius, jangan hanya setengah-setengah, sehingga akan memberi kesan tidak baik,
tegas putra terbaik bumi totabuan.
Tapi saya percaya, selama berada di tanah leluhur para
peserta reuni KSD akan mendapat pelayanan yang terbaik dari masyarakat sulut,
tambah Mokodongan,
Karo Perekonomian Dra Linda watania MSI, selaku Ketua
panitia menyatakan, pihaknya telah siap untuk menerima rombongan KSD di sulut.
Bahkan bagi pengurus KSD yang sudah
berada di daerah ini, akan diundang untuk mengikut Upacara peringatan HUT ke 68
Kemeredekaan RI 17 Agustus 2013 di halaman Kantor Gubernur sulut nanti. Ketua I DPP KSD Mieke Tumurang selaku
penangung jawab reuni KSD Pulkam menyebutkan, sampai hari ini (kemarin) sudah sekitar 900 orang yang telah memberi konfirmasi pasti untuk pulkam.
Diperkirakan sampai dengan hari H kedatangan bisa mencapai seribu lebih, tambah
wanita cantik kelahiran kota bunga Tomohon. Ikut hadir Asisten Ekbang Sanny
Parengkuan dan Kepala Bappeda Ir Roy Roringdan Kadis Budpar Suprianda Ruru, selaku anggota pengarah. (kabag
humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).Rabu, 14 Agustus 2013
MRP Bakal Hadiri Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68
Gubenur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang mengundang Majelis
rakyat Papua (MRP) untuk menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan
RI ke-68 tanggal 17 Agustus 2013 yang akan digelar Pemerintah Provinsi di
halaman Kantor Gubernur Sulut. Undangan resmi dari orang nomor satu di sulut itu,
diungkapkannya diselah-selah dialog keagamaan yang digelar di Kantor Gubernur,
Rabu (14/8) kemarin.
Sarundajang mengatakan, setiap upacra peringatan Hari Kemerdekaan,
kami selalu mengundang mahasiswa papua yang belajar di sulut untuk
menghadirinya, dan sekarang kami juga mengundang seluruh rombongan MRP untuk
bisa mengikuti upacara ini, tambah Sarundajang.
Ketua Pokja Keagamaan MRP yang juga selaku ketua
rombongan Pdt. Samuel karubaba Waromi SH yang duduk berdampingan dengan Gubernur
Sarundajang tak mampu menyembunyikan kegembiraannya atas undangan ini. Tentunya
kami bersedia hadir dalam upacara nanti, ini merupakan pengharggaan yang besar bagi
kami anggota MRP, dan ini bukan
kebetulan, karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak
Gubernur Sinyo Harry Sarundajang atas undangan kepada kami, ujarnya. Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen selaku Ketua Umum Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-68 dan HUT ke-49 Provinsi Sulut Tahun 2013, menyebutkan, kehadiran Majelis Rakyat Papua dalam upacara 17 Agustus 2013 nanti, merupakan surprise bagi Pemprov Sulut karena bisa dihadiri representasi dari saudara-saudara kita asal provinsi paling timur ini. (Kabag
humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).
MRP Akui SHS Adalah Sosok Pemimpin Masyarakat Majemuk
Sebanyak 14 orang anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dipimpin Ketua Pokja Keagamaan Pdt
Samuel Karubaba Waromi SH yang bertindak selaku pimpinan rombongan melakukan
pertemuan dengan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang di Kantor Gubernur,
Rabu (14/8) kemarin.
Kedatangan lembaga adat
setara DPRD ini, untuk melakukan dialog keagamaan
bersama Pemprov dan BKSAUA Sulut, sebab MRP menilai daerah sulut telah menjadi
laboratorium kerukunan di tanah air, ujar Pdt Waromi, sembari menyebutkan, penting
bagi kami melakukan dialog ini, karena sudah menjadi kerinduan sesama
anak bangsa yang ingin mendengar langsung berbagai arahan dan masukan dari Gubernur
Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang yang kami akui sebagai salah satu pemimpin daerah
yang memiliki segudang pengalaman birokrat, sekaligus telah menjadi sosok
pemimpin masyarakat majemuk. sebab dibawah kepemimpinan beliau sulut telah
menjadi daerah teraman di Indonesia.
Alasan inilah sehingga kami ingin melakukan dialog keagamaan
disini, karena kami diberi kewenangan oleh masyarakat papua untuk memupuk
keberagaman budaya sekaligus menjaga kerukunan dan keamanan di tanah papua yang
didiami 255 suku yang terbagi kedalam 7 wilayah adat, walaupun beda tapi satu
dalam kultur, jelas Waromi.
Kesempatan itu Sarundajang menjelaskan, potensi sulut terutama
perikanan dan pertambangan yang memiliki kesamaan dengan papua termasuk kerukunan
di sulut. Sesungguhnya, sulut dan papua adalah satu, kita hanya dipisahkan oleh
sejarah, karena 40 tahun lalu banyak guru-guru asal minahasa dikirim untuk mengajar di tanah papua yang dikenal sebagai tanah damai
dan merupakan bagian integral dari NKRI.
Dikatakannya, bangsa Indonesia kaya akan potensi keberagaman agama, suku
serta adat istiadat, didalamnya termasuk sulut dan papua dan ini harus
disyukuri sebagai karunia dari Tuhan, tinggal bagaimana kita dikelola itu dengan baik sehingga bisa
tercipta suasana rukun dan damai. Contohnya kerukunan disulut memiliki banyak jawaban “mengapa
sulut rukun” ini bukan semu tetapi tulus karena didukung oleh seluruh komponen masyarakat
yang didalamnya ada BKSAUA yang sudah ada sejak Tahun 1965 serta FKUB. BKSAUA
memiliki jaringan hingga kedesa-desa, Mereka inilah yang membantu pemerintah
daerah menjadi peredam terjadinya gejolak sosial, ujar Gubernur dua periode
hasil pilihan rakyat.
Karena itu mantan Irjen Depdagri, memberi suport kepada MRP untuk
terus bekerja keras, saya akan bersama kalian dalam mencari formula terbaik demi
kepentingan rakyat papua, sembari menyebutkan, sebenarnya saya berutang kepada
rakyat papua, karena tahun lalu pernah diundang ke sorong, tapi karena
kesibukan yang tak bisa ditinggalkan sehingga dibatalkan. Namun lewat kesempatan
ini sebelum berakhir masa jabatan pasti
akan datang kesana, sebab bagi saya papua tidak asing lagi, karena pernah
dipercayakan pemerintah pusat untuk
menyelesaikan tapal batas antar negara yaitu Indonesia dan PNG di Fanimo, dan waktu itu
berhasil menetapkan batas kedua negara, ujar DR HC Kepemimpinan Masyarakat
Majemuk yang diberikan Universitas Negeri Ibrahim maulana Malik Malang.
Turut Hadir Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan, Asisten
Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, Inspektur Mecky M Onibala, Karo Kesra
Dr. Bahagia R Mokoagow, Karo Organisasi Jemmy Ringkuangan serta presidium
BKSAUA. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).
Langganan:
Postingan (Atom)